SERANG KONTAK BANTEN – Petugas gabungan pemeriksa kesehatan hewan kurban menemukan sejumlah hewan ternak dengan kondisi sakit ringan masih diperjualbelikan di wilayah Provinsi Banten menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Temuan tersebut didapat setelah tim gabungan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tiga daerah berbeda dalam beberapa hari terakhir, yakni Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, dan Kota Cilegon.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian Provinsi Banten, Ari Mardani mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya indikasi Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) pada hewan kurban yang diperiksa.
Namun demikian, petugas masih menemukan sejumlah hewan mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk, sakit mata, mencret, hingga ingusan.
“Untuk hasil yang mengarah ke PHMS atau penyakit menular hewan strategis tidak kita temukan sementara hanya gejala-gejala ringan saja seperti batuk, sakit mata, mencret, dan ingusan,” kata Ari, Selasa (19/5/2026).
Hewan Sakit Diminta Tidak Dijual Sementara
Ari menegaskan, hewan kurban yang sedang mengalami sakit ringan sebaiknya tidak diperjualbelikan terlebih dahulu sampai kondisinya kembali sehat.
Menurutnya, pedagang diminta mengisolasi ternak yang sakit guna mencegah kondisi kesehatan hewan memburuk ataupun berpotensi menimbulkan masalah lain di lapangan.
“Untuk gejala tersebut, kita menyarankan untuk diisolasi tidak diperjualbelikan dulu dan kalau diperlukan pengobatan kita pakai pengobatan topikal saja atau dari luar, contohnya salep mata atau salep kulit,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pedagang tidak memberikan pengobatan suntik terhadap hewan yang sakit jika nantinya tetap dipaksakan dijual ke masyarakat.
“Tetapi tidak disarankan untuk disuntik karena takutnya sudah kita larang, tapi masih tetap dijual juga ternaknya,” tambahnya.
Lebih dari 1.825 Lapak Hewan Kurban Dipantau
Dinas Pertanian Provinsi Banten mencatat terdapat lebih dari 1.825 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Banten.
Ari menjelaskan, pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan secara intensif menjelang Idul Adha dengan melibatkan tim dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.
Menurutnya, peran pemerintah provinsi lebih banyak melakukan pendampingan dan monitoring di sejumlah titik tertentu.
“Kalau bicara pengalaman di tahun 2025, jumlah lokasi lapak itu ada 1.825 lapak, tapi itu juga tidak diperiksa oleh provinsi semua, lebih banyak oleh teman-teman kabupaten kota. Provinsi fungsinya hanya melaksanakan pendampingan saja di beberapa titik lokasi,” jelasnya.
Pemeriksaan Hewan Kurban Akan Terus Diintensifkan
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir M Daud menegaskan pihaknya akan terus mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di seluruh wilayah Banten.
Langkah tersebut dilakukan karena setiap tahun banyak hewan ternak dari luar daerah masuk ke Provinsi Banten menjelang Idul Adha.
“Makanya kita pasti intensifkan pemeriksaan kesehatan hewan yang dari luar maupun dari Banten itu sendiri. Kita ingin agar masyarakat yang akan menyembelih hewan kurban dalam kondisi sehat dan tidak berpenyakit,” pungkasnya.
Pemerintah Imbau Masyarakat Lebih Teliti
Dinas Pertanian Provinsi Banten juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban dengan memastikan kondisi hewan sehat, aktif, dan berasal dari lapak yang telah diperiksa petugas kesehatan hewan.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang disembelih pada Idul Adha aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat.

.gif)