
Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas,
KAB SERANG KONTAK BANTEN – Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan digitalisasi secara sehat, cerdas, dan produktif pada momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini tidak lagi memiliki batas ruang maupun negara. Karena itu, masyarakat harus mampu menjadi benteng dalam menjaga kedaulatan bangsa dari pengaruh negatif dunia digital.
“Kita bersama harus menjadi pagar pengaman bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, khususnya dalam aktivitas di dunia digital,” kata M. Najib Hamas, Rabu (20/5/2026).
Najib menegaskan, derasnya arus informasi di media sosial dan platform digital harus disikapi dengan bijak. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi negatif, provokasi, maupun konten yang tidak mendidik.
Digitalisasi Harus Dimanfaatkan Secara Positif
Wabup Serang menjelaskan, pemanfaatan digitalisasi yang sehat adalah menggunakan teknologi untuk kebutuhan yang bermanfaat, edukatif, dan mendukung kemajuan masyarakat.
“Sehat seperti apa? Yaitu menampung informasi sesuai dengan kebutuhan yang sangat positif,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan teknologi digital sebenarnya membuka banyak peluang besar bagi masyarakat, terutama dalam sektor ekonomi kreatif dan usaha berbasis digital.
Menurutnya, masyarakat saat ini memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan usaha, promosi produk, pemasaran, hingga membangun kreativitas melalui platform digital.
“Kemudian kedua karena hari ini dalam pertumbuhan ekonomi maka potensi yang lebih luas adalah bagaimana membangun dan memajukan ekonomi kreatif berbasis digital,” jelas Najib.
Soroti Maraknya Konten Negatif di Media Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Najib juga menyoroti maraknya konten negatif yang beredar di media sosial. Ia menyebut sebagian pihak lebih tertarik memproduksi konten kerusuhan, kekerasan, hingga pembunuhan demi mendapatkan perhatian publik dan meningkatkan algoritma.
Diakui Najib, fenomena tersebut menjadi tantangan besar di era digital saat ini karena masyarakat lebih mudah mengakses berbagai informasi tanpa filter.
“Ada segelintir orang yang tidak mau atau tidak suka memproduksi konten positif. Yang banyak diproduksi justru konten kerusuhan, pembunuhan, karena banyak dilihat dan dibaca algoritma,” ungkapnya.
Ia mencontohkan viralnya sejumlah kejadian di media sosial, termasuk insiden kereta di Bekasi yang ramai menjadi perbincangan publik.
“Seperti kejadian kereta di Bekasi, itu luar biasa. Maka ini kewajiban kita semua bagaimana menjaga kedaulatan negara melalui sikap yang sehat dan cerdas melalui digital,” tuturnya.
Harkitnas Jadi Momentum Tingkatkan Literasi Digital
Najib berharap peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital.
Menurutnya, masyarakat harus mampu memilah informasi yang benar, menghindari penyebaran hoaks, serta lebih aktif menciptakan konten positif yang membangun persatuan dan kemajuan bangsa.
Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dengan pemanfaatan digitalisasi yang sehat dan cerdas, Najib optimistis masyarakat dapat ikut menjaga persatuan bangsa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Serang maupun Indonesia secara umum.
.gif)