< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Iduladha 1447 H di Tengah Krisis Ekonomi: Belajar Ikhlas dan Bersyukur dari Ibadah Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 | Selasa, Mei 26, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-26T13:42:25Z

 

 

Iduladha 1447 Hijriah datang di tengah situasi ekonomi yang tidak mudah bagi banyak masyarakat. Harga kebutuhan pokok yang terus naik, sulitnya lapangan pekerjaan, serta beratnya beban hidup membuat sebagian orang merasa khawatir bahkan sedih menyambut hari raya kurban tahun ini.

Ada yang ingin berkurban tetapi belum mampu. Ada pula yang harus memilih antara kebutuhan keluarga atau membeli hewan kurban. Di tengah kondisi seperti itu, Islam hadir membawa ketenangan dan harapan bahwa Allah SWT tidak melihat kemewahan hamba-Nya, melainkan keikhlasan dan ketakwaannya.

Kurban bukan sekadar tentang menyembelih hewan. Lebih dari itu, kurban adalah ibadah hati — tentang cinta kepada Allah, kepedulian kepada sesama, dan keikhlasan dalam berbagi.

Kurban Adalah Bukti Cinta dan Ketakwaan kepada Allah

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa inti dari ibadah kurban bukanlah seberapa besar atau mahal hewan yang disembelih, tetapi ketulusan hati orang yang berkurban.

Di tengah keterbatasan ekonomi, seseorang yang tetap berusaha berbagi karena Allah SWT memiliki nilai yang sangat mulia di sisi-Nya.

Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS

Iduladha mengajarkan kisah besar tentang pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya yang sangat dicintai, beliau tetap taat meski hatinya diuji.

Allah SWT kemudian menggantinya dengan seekor hewan sembelihan sebagai bukti bahwa Allah tidak menghendaki penderitaan hamba-Nya, tetapi menguji keimanan dan keikhlasan mereka.

Kisah ini mengajarkan bahwa terkadang hidup memang penuh ujian. Namun di balik kesulitan, Allah selalu menyiapkan jalan terbaik bagi orang-orang yang sabar dan bertakwa.

Rasulullah Mengajarkan Kepedulian Sosial

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iduladha) yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan kurban).”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan betapa besar kemuliaan ibadah kurban di sisi Allah SWT.

Namun Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa Islam adalah agama kasih sayang dan kepedulian sosial. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan agar kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan bersama.

Bagi sebagian keluarga sederhana, sepotong daging kurban mungkin menjadi makanan istimewa yang hanya bisa mereka nikmati setahun sekali.

Allah Tidak Membebani di Luar Kemampuan

Bagi masyarakat yang belum mampu berkurban tahun ini, tidak perlu merasa rendah diri atau berkecil hati. Islam adalah agama yang penuh rahmat.

Allah SWT berfirman:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)

Ayat ini menjadi penghibur bagi siapa saja yang sedang menghadapi kesulitan hidup.

Sebab dalam Islam, nilai seorang hamba tidak diukur dari banyaknya harta, tetapi dari kesabaran, rasa syukur, dan ketakwaannya kepada Allah SWT.

Kesederhanaan yang Menghadirkan Keberkahan

Iduladha mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu lahir dari kemewahan. Banyak keluarga sederhana yang tetap bisa merasakan hangatnya kebersamaan, saling berbagi makanan, dan berkumpul bersama orang-orang tercinta.

Kadang, justru di tengah keterbatasan itulah manusia belajar arti syukur yang sebenarnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kaya hati berarti tetap mampu bersyukur meski hidup sederhana, tetap peduli kepada sesama meski dalam kekurangan, dan tetap percaya bahwa pertolongan Allah selalu dekat.

Iduladha 1447 H Jadi Momentum Menguatkan Sesama

Di tengah ujian ekonomi, Iduladha 1447 H seharusnya menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan gotong royong antar sesama.

Masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki dapat membantu mereka yang membutuhkan. Sementara yang sedang kesulitan tetap dapat mengambil bagian dalam semangat Iduladha melalui doa, tenaga, dan kepedulian.

Karena sejatinya, keberkahan kurban bukan hanya terletak pada hewan yang disembelih, tetapi pada hati yang ikhlas, air mata haru yang mengalir karena syukur, dan senyum bahagia orang-orang yang merasakan kasih sayang dari sesamanya.

Semoga Iduladha 1447 H menjadi pengingat bahwa di tengah kesulitan hidup, Allah SWT selalu menghadirkan harapan bagi hamba-hamba-Nya yang sabar, ikhlas, dan tidak berhenti berbuat baik.

UMAR BARBAWI PENGAMAT KEBIJAKAN JAKARTA 

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update