TANGERANG KONTAK BANTEN — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banten memulangkan tujuh jemaah calon haji asal Provinsi Banten dari Embarkasi Grand El Hajj, Cipondoh. Keputusan ini diambil setelah para jemaah dinyatakan tidak memenuhi kriteria istitha’ah atau kemampuan kesehatan untuk menjalankan ibadah haji.
Kepala Seksi PPIH Embarkasi Banten, Muhamad Yogi, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil dari pemantauan intensif tim kesehatan terhadap sembilan jemaah yang mengalami penurunan kondisi fisik selama berada di embarkasi.
“Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, tujuh orang dinyatakan tidak dapat melanjutkan keberangkatan ke Tanah Suci tahun ini. Kami harus memastikan setiap jemaah memenuhi syarat kesehatan demi keselamatan mereka,” ujarnya di Tangerang, Rabu (6/5/2026).
Ditunda hingga Tahun Depan
Yogi menegaskan, keberangkatan tujuh jemaah tersebut ditunda hingga musim haji tahun depan. Sementara itu, dua jemaah lainnya yang sebelumnya juga dalam pemantauan, akhirnya dinyatakan layak berangkat setelah menjalani observasi lanjutan.
Adapun jemaah yang sempat mengalami kendala kesehatan berasal dari berbagai daerah di Banten, antara lain Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Cilegon.
Pemeriksaan Kesehatan Ketat
PPIH memastikan bahwa seluruh jemaah yang akan diberangkatkan telah melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Proses ini meliputi pengecekan suhu tubuh, tekanan darah, kadar gula darah, hingga tes urine khusus bagi jemaah perempuan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari standar keselamatan agar seluruh jemaah mampu menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik prima.
Prosedur Mitigasi Disiapkan
Selain itu, PPIH juga telah menyiapkan prosedur mitigasi bagi jemaah yang mengalami penurunan kesehatan secara mendadak selama berada di asrama haji.
“Jika kondisi kesehatan turun drastis, jemaah akan dirujuk ke RSUD Kota Tangerang untuk observasi maksimal empat jam. Jika hasil medis tidak memungkinkan, maka keberangkatan akan ditunda ke kloter berikutnya atau hingga tahun depan,” jelas Yogi.
Utamakan Keselamatan Jemaah
PPIH menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Oleh karena itu, setiap keputusan yang diambil selalu berdasarkan pertimbangan medis yang ketat.
Dengan langkah ini, diharapkan seluruh jemaah yang berangkat ke Tanah Suci benar-benar dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan ibadah secara optimal.

.gif)