Pemprov Banten Raih Apresiasi dari Kemendikdasmen
SERANG KONTAK BANTEN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meraih penghargaan penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Selain penghargaan untuk pemerintah daerah, sejumlah guru di Provinsi Banten juga menerima apresiasi dari Kemendikdasmen karena dinilai memiliki prestasi dan dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan.
Salah satu guru yang mendapat penghargaan adalah Sri Ngatun yang berhasil meraih Juara I Guru Pendamping Berdedikasi Program Afirmasi Pendidikan Menengah Tahun 2025.
Sri Ngatun merupakan guru di SMKN 1 Kragilan, Kabupaten Serang.
Andra Soni Sebut Penghargaan Jadi Motivasi Pendidikan Banten
Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterima Provinsi Banten, termasuk keberhasilan salah satu guru asal Banten menjadi juara tingkat nasional.
“Alhamdulillah, Provinsi Banten mendapatkan anugerah apresiasi penerapan budaya sekolah aman dan nyaman. Apresiasi ini semakin memacu komitmen dunia pendidikan Provinsi Banten, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk menjalankan program-program prioritas Provinsi Banten,” kata Andra, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, penerapan budaya sekolah yang aman dan nyaman tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Pemprov Banten, kata Andra, juga bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam membentuk kelompok kerja (Pokja) guna mendukung program tersebut.
“Bersama membentuk kelompok kerja (Pokja) penerapan budaya sekolah yang aman dan nyaman,” tandasnya.
Sri Ngatun Jadi Inspirasi Guru di Banten
Andra Soni turut menyampaikan apresiasi kepada Sri Ngatun atas dedikasinya sebagai guru pendamping siswa afirmasi.
“Selamat kepada ibu Sri Ngatun, guru SMKN 1 Kragilan. Terima kasih atas dedikasinya. Semoga menjadi inspirasi bagi guru-guru yang lain. Semoga dedikasi ibu Sri Ngatun melahirkan generasi gemilang Provinsi Banten,” ujarnya.
Sementara itu, Sri Ngatun mengaku telah menjadi guru pendamping siswa afirmasi selama sekitar 12,5 tahun.
Saat ini, terdapat sekitar 20 siswa afirmasi asal Papua yang menjalani pendidikan di SMKN 1 Kragilan.
Menurut Sri, tugasnya sebagai guru pendamping bukan hanya mendampingi proses belajar, tetapi juga berperan layaknya orang tua bagi para siswa.
“Memperhatikan kebutuhan siswa dari ujung kaki sampai ujung rambut,” ujarnya.
Dampingi Siswa Afirmasi Hingga Atasi Rindu Kampung Halaman
Sri Ngatun menjelaskan, dirinya juga aktif memberikan motivasi kepada siswa afirmasi agar tetap semangat belajar, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, dan tidak salah pergaulan.
Selain itu, ia membantu siswa dalam bersosialisasi dengan teman sekolah maupun masyarakat sekitar.
“Kalau rindu orang tua bisa video call. Kadang juga masak makanan saat rindu masakan kampung halaman,” katanya.
Dedikasi tersebut menjadi salah satu alasan Sri Ngatun dinilai layak menerima penghargaan tingkat nasional dari Kemendikdasmen.
Kemendikdasmen Apresiasi Inisiatif Dunia Pendidikan
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu'ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan yang telah berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tahun 2025.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kiprah dan inisiatif serta kreativitas bapak/ibu sekalian,” ucap Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kerja sama berbagai pihak guna mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Secara bertahap mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Banyak yang sudah kita capai tapi masih banyak lagi yang harus kita laksanakan bersama-sama,” tutupnya.

.gif)