
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di kawasan tambak budidaya udang berbasis kawasan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu
KABUPATEN KEBUMEN KONTAK BANTEN — Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di kawasan tambak budidaya udang berbasis kawasan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan budidaya nasional sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan dan peningkatan ekspor Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi fokus pemerintah dalam pengembangan sektor perikanan modern nasional.
1. Pemerintah Fokus Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Kelautan
Kehadiran Presiden Prabowo menunjukkan bahwa sektor kelautan dan perikanan kini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Selama ini, ketahanan pangan identik dengan sektor pertanian. Namun pemerintah mulai memperluas fokus pada sektor perikanan budidaya karena dinilai memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan pangan nasional sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
Panen raya udang di Kebumen menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat sumber pangan berbasis protein laut yang bernilai ekonomi tinggi.
2. Tambak Modern Dibangun dengan Sistem Terintegrasi
Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau kawasan tambak budidaya udang modern yang dikembangkan menggunakan sistem berbasis kawasan dan teknologi terintegrasi.
Pemerintah ingin mengubah pola budidaya tradisional menjadi lebih modern agar produksi udang lebih stabil, efisien, dan memiliki kualitas ekspor yang tinggi.
Kawasan tambak tersebut juga dilengkapi fasilitas pendukung yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas budidaya secara berkelanjutan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan langsung kepada Presiden mengenai target pengembangan kawasan dan peningkatan produksi udang nasional.
3. Udang Jadi Komoditas Ekspor Andalan Indonesia
Pemerintah menilai udang merupakan salah satu komoditas perikanan dengan nilai ekspor tinggi dan memiliki pasar internasional yang besar.
Karena itu, pengembangan tambak modern diarahkan untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global.
Melalui peningkatan produksi dan kualitas budidaya, pemerintah berharap Indonesia mampu memperkuat posisi sebagai salah satu negara eksportir udang terbesar dunia.
Selain meningkatkan devisa negara, sektor ini juga diharapkan membuka peluang investasi dan memperluas lapangan kerja di daerah pesisir.
4. Presiden Turun Langsung Panen Bersama Penambak
Salah satu momen yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut ialah ketika Presiden Prabowo turun langsung ke area tambak untuk menarik jaring bersama para pekerja tambak.
Presiden terlihat ikut membantu proses panen bersama Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Momen tersebut memperlihatkan dukungan langsung pemerintah terhadap para pelaku usaha budidaya perikanan dan masyarakat pesisir.
Suasana panen berlangsung hangat ketika Presiden menyapa para penambak dan berdialog mengenai kondisi budidaya di lapangan.
5. Target Operasional Penuh Tahun Depan
Pemerintah menargetkan sebagian fasilitas tambak modern berbasis kawasan di Kebumen mulai beroperasi penuh pada tahun depan.
Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu mendongkrak produktivitas budidaya udang nasional secara signifikan.
Selain fokus pada produksi, pemerintah juga menyiapkan pengembangan industri perikanan modern berbasis teknologi, efisiensi, dan keberlanjutan lingkungan.
6. Dorong Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
Program pengembangan tambak modern tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi perikanan nasional, tetapi juga untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Pemerintah berharap proyek budidaya udang berbasis kawasan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, sektor perikanan budidaya juga diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
.gif)