CILEGON KONTAK BANTEN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cilegon hingga kini belum sepenuhnya menjangkau seluruh sekolah. Pemerintah Kota Cilegon mencatat masih terdapat 44 sekolah yang belum menerima manfaat program tersebut akibat keterbatasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sekretaris Satgas MBG Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan, distribusi program MBG saat ini memang sudah tersebar di seluruh kecamatan. Namun, masih ada sejumlah sekolah yang belum terlayani secara maksimal.
“Jadi di semua kecamatan sudah tersebar SPPG walaupun memang masih ada yang belum menerima manfaat, yaitu 44 sekolah yang belum menerima manfaat dari makan bergizi gratis ini,” ujar Heni Anita Susila saat dialog bersama RRI PRO 1 Banten, Kamis (7/5/2026).
Kecamatan Pulomerak Jadi Wilayah Terbanyak Belum Terlayani
Heni menjelaskan, wilayah dengan jumlah sekolah terbanyak yang belum menerima program MBG berada di Kecamatan Pulomerak. Hal itu disebabkan proses pembangunan serta pemenuhan dapur SPPG di wilayah tersebut masih berlangsung.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya memperluas cakupan program agar seluruh peserta didik di Kota Cilegon bisa segera menerima manfaat makan bergizi gratis.
“Insyaallah mudah-mudahan dalam tahun 2026 ini semua anak didik yang menjadi penerima manfaat bisa menerima makan bergizi gratis,” katanya.
Sudah Ada 45 Dapur SPPG Beroperasi
Saat ini, Pemerintah Kota Cilegon mencatat terdapat 45 dapur SPPG yang telah beroperasi di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, program MBG telah menjangkau sebanyak 111.545 peserta didik.
Meski demikian, persoalan perizinan dan standar kesehatan dapur masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Heni mengungkapkan, dari total dapur yang beroperasi, baru 11 dapur yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).
Sementara itu:
- 20 dapur SPPG sudah memperoleh rekomendasi dari Dinas Kesehatan
- Sisanya masih dalam proses pengurusan izin operasional dan kelayakan sanitasi
Pemerintah Fokus Pastikan Standar Higienis
Pemerintah Kota Cilegon bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait saat ini terus melakukan koordinasi agar seluruh dapur SPPG memenuhi standar operasional yang berlaku.
Menurut Heni, aspek kebersihan dan higienitas dapur menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program MBG karena berkaitan langsung dengan kesehatan anak-anak penerima manfaat.
“Kami terus berkoordinasi dengan OPD terkait agar seluruh dapur dapat memenuhi persyaratan operasional sesuai ketentuan,” ujarnya.
Program MBG Kini Menyasar Kelompok 3B
Selain menyasar peserta didik di sekolah, program Makan Bergizi Gratis di Kota Cilegon kini mulai diperluas untuk kelompok 3B, yaitu:
- Ibu hamil
- Ibu menyusui
- Balita di bawah usia tiga tahun
Program tersebut diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting di Kota Cilegon.
Pemerintah berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih maksimal seiring bertambahnya jumlah dapur SPPG dan selesainya proses perizinan di seluruh wilayah.
Dengan perluasan layanan tersebut, seluruh anak didik dan kelompok rentan di Kota Cilegon diharapkan dapat memperoleh akses makanan sehat dan bergizi secara merata.

.gif)