Lebak, Kontak Banten — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Saba Budaya bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leuwidamar, Kabupaten Lebak.
Menurut Dimyati, program MBG 3B berfokus pada pemenuhan gizi sejak fase awal kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga usia balita.
“Balita adalah masa golden age. Kita harus mempersiapkan mereka agar lebih bergizi, lebih pintar, dan lebih sukses,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut menyasar tiga kelompok utama, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Dimyati menilai intervensi terhadap tiga kelompok tersebut sangat krusial karena berpengaruh langsung terhadap kualitas generasi masa depan.
“Program MBG 3B ini prioritas. Jika ibu hamil, ibu menyusui, dan balitanya sehat, kita bisa mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, program ini juga dinilai memiliki nilai sosial tinggi karena dapat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Dimyati juga mengingatkan Badan Gizi Nasional (BGN) agar pelaksanaan program melalui SPPG tidak berorientasi pada keuntungan semata, melainkan mengedepankan kepentingan masyarakat.
“Harus berorientasi sosial. Jika ada yang buruk, perbaiki. Kalau tidak bisa diperbaiki, lebih baik diberhentikan,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, Kapolres Lebak Herfio Zaki, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Leuwidamar.
Melalui implementasi program MBG 3B, Pemerintah Provinsi Banten berharap upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan sebagai fondasi utama pembangunan generasi masa depan.

.gif)