Target tersebut merupakan bagian dari program nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang menargetkan satu juta guru di seluruh Indonesia mampu memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran.
Hal itu disampaikan Ketua PGRI Provinsi Banten yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin, saat membuka Seminar Nasional PGRI Power di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 guru dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Seminar menjadi bagian dari langkah awal penguatan kapasitas guru dalam menghadapi perubahan sistem pendidikan yang kini semakin terintegrasi dengan teknologi digital.
Menurut Jamaluddin, perkembangan teknologi saat ini menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti kebutuhan pembelajaran generasi muda yang tumbuh di era digital.
“Saat ini kita berada di era digital. Karena itu, guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk coding dan AI yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.
Guru Harus Adaptif dengan Perkembangan Teknologi
Jamaluddin menjelaskan, penguasaan teknologi digital tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik. Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat metode pembelajaran konvensional perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik saat ini yang sangat dekat dengan dunia digital.
Menurutnya, kemampuan coding dapat membantu guru memahami logika teknologi dan pengembangan sistem digital, sedangkan pemahaman mengenai AI dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan sesuai kebutuhan siswa.
Ia menilai guru yang mampu menguasai teknologi akan lebih mudah menciptakan inovasi dalam proses belajar mengajar sehingga kualitas pendidikan dapat terus meningkat.
AI Bantu Guru Menyusun Materi dan Evaluasi Pembelajaran
Lebih lanjut, Jamaluddin menjelaskan bahwa kecerdasan buatan atau AI memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan dalam dunia pendidikan.
Pemanfaatan AI dapat membantu guru menyusun bahan ajar, membuat soal evaluasi, merancang media pembelajaran interaktif, hingga melakukan analisis hasil belajar siswa secara lebih cepat dan akurat.
Selain itu, teknologi AI juga dapat membantu guru menemukan referensi pembelajaran yang lebih beragam sehingga proses belajar menjadi lebih kreatif dan tidak monoton.
Menurutnya, kehadiran teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas pembelajaran di dalam kelas.
“Teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran di kelas,” katanya.
Dukung Transformasi Pendidikan di Banten
Program penguatan kompetensi digital tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi pendidikan di Provinsi Banten.
PGRI Banten menilai penguasaan teknologi oleh guru akan berdampak langsung terhadap kualitas lulusan sekolah yang nantinya harus bersaing di dunia kerja maupun pendidikan tinggi yang semakin berbasis teknologi.
Dengan semakin banyak guru yang memahami coding dan AI, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman dan mampu menghasilkan generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta melek teknologi.
Apresiasi Guru Berprestasi
Dalam kesempatan tersebut, PGRI Banten juga memberikan penghargaan kepada sejumlah guru yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Banten.
PGRI berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para tenaga pendidik lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.
Siapkan Generasi Masa Depan
Melalui program penguatan kompetensi digital bagi guru SMA dan SMK ini, PGRI Banten menargetkan terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih modern, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi global.
Selain meningkatkan kualitas tenaga pendidik, program tersebut juga diharapkan mampu mempersiapkan generasi muda Banten agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan, terutama dalam bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Dengan demikian, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi motor penggerak transformasi pendidikan yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan era digital.

.gif)