![]() |
TES URINE. BNN
Provinsi Banten, sedang melakukan sosialisasi dan tes urine terhadap
calon Paskibraka Kabupaten Lebak, di Aula Kesbangpol Lebak, Selasa
(7/7). (ISTIMEWA) |
LEBAK KONTAK BANTEN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten melaksanakan tes urine terhadap puluhan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lebak di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lebak, Selasa (8/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Deteksi Bersih Urine Serentak (DEBUS) Keliling yang bertujuan memastikan para calon Paskibraka bebas dari penyalahgunaan narkotika sekaligus memperkuat upaya pencegahan di kalangan pelajar.
Koordinator Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Banten, Mita Maharani, mengatakan pemeriksaan urine dilakukan karena calon Paskibraka merupakan generasi muda yang akan menjadi teladan bagi pelajar lainnya. Menurutnya, anggota Paskibraka tidak hanya dituntut memiliki disiplin dan prestasi, tetapi juga harus memiliki integritas serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
"Kami melakukan tes urine kepada calon Paskibraka Kabupaten Lebak karena nantinya mereka akan menjadi role model bagi generasi muda. Oleh sebab itu, mereka harus benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba," ujar Mita.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program DEBUS Keliling, yakni program deteksi dini penyalahgunaan narkotika yang menyasar kelompok-kelompok strategis, termasuk kalangan pelajar. Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan nasional Ananda Bersinar (Anak Indonesia Bersih Narkoba) yang mengedepankan upaya pencegahan sejak usia anak.
Menurut Mita, penyalahgunaan narkotika saat ini tidak lagi hanya menyasar orang dewasa. Peredaran narkoba mulai mengincar remaja bahkan anak-anak usia sekitar 15 tahun. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius BNN sehingga langkah pencegahan harus dilakukan lebih awal melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan.
"Pencegahan memang harus dimulai dari anak. Dari anak kemudian ke keluarga, dan akhirnya memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena itu, sasaran kami sekarang lebih fokus kepada anak-anak dan pelajar," katanya.
Selain melakukan tes urine, BNN juga memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika kepada para peserta. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda agar mampu menolak ajakan maupun pengaruh negatif yang berkaitan dengan narkoba.
Mita menegaskan, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh BNN sendiri. Peran sekolah, keluarga, dan lingkungan menjadi faktor penting dalam membangun karakter anak agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika.
"Peran sekolah dan orang tua sangat diperlukan. Pengawasan dan komunikasi yang baik akan menjadi benteng utama agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba," tegasnya.
Sebagai bentuk penguatan program pencegahan, BNN Pusat pada tahun ini juga akan mengolaborasikan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dengan Hari Anak Nasional (HAN). Kegiatan tersebut akan melibatkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperluas edukasi dan kampanye hidup sehat tanpa narkoba.
Melalui kegiatan DEBUS Keliling, BNN Provinsi Banten berharap para calon Paskibraka Kabupaten Lebak tidak hanya sukses menjalankan tugas sebagai pengibar bendera pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam mengampanyekan gaya hidup sehat, berprestasi, dan bebas narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat

.gif)