< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Polisi Amankan 996 Senjata yang Ditemukan di Sekolah Jaksel, Minta Masyarakat Tak Resah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | Sabtu, Agustus 08, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-08T09:19:43Z

 



JAKARTA KONTAK BANTEN  – Polisi menemukan 996 pucuk senjata, serta narkotika yang diduga sabu dan ganja, di sebuah ruangan gudang sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kepemilikan dan asal-usul seluruh barang tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dari 996 barang yang diduga sebagai senjata, sebanyak 995 pucuk merupakan senapan angin atau airsoft gun, sedangkan satu lainnya merupakan senjata api.

“Dari 996 pucuk yang diduga senjata, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api. Dan satu pucuk merupakan senjata api,” ujar Budi, Jumat (7/8/2026).

Satu Senjata Api Tercatat Atas Nama Orang yang Telah Meninggal

Berdasarkan penelusuran awal, senjata api jenis Franchi SPA SPAS-15 kaliber 12 GA tersebut tercatat atas nama DS.

Namun, DS diketahui telah meninggal dunia pada 2020. Polisi kini mendalami status kepemilikan senjata api tersebut, termasuk bagaimana senjata itu bisa berada di lingkungan sekolah.

Selain kepemilikan, penyidik juga menelusuri asal-usul, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, hingga tujuan penyimpanan ratusan senjata tersebut.

Salah satu pihak yang akan dimintai keterangan adalah IWD atau IW, yang sebelumnya diketahui merupakan pengurus yayasan.

Ratusan Senjata Ditemukan di Ruangan Terkunci

Kasus tersebut bermula ketika pengurus yayasan membuka sebuah ruangan yang sebelumnya terkunci pada 10 Juli 2026.

Saat ruangan dibuka, ditemukan ratusan senjata di dalamnya. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi dan mengamankan seluruh barang yang ditemukan.

Dari pemeriksaan awal, polisi mengamankan 776 revolver airsoft gun, 215 pistol airsoft gun, empat senapan angin, satu senjata api merek Franchi SPA, serta empat laras senjata panjang.

Temuan tersebut kemudian kembali berkembang pada 5 Agustus 2026. Polisi menemukan tiga airsoft gun jenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine.

Selain itu, penyidik juga menemukan dua linting yang diduga ganja dan satu paket yang diduga sabu.

Seluruh barang bukti narkotika tersebut kini ditangani Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kuasa Hukum Sebut Airsoft Gun Memiliki Izin

Kuasa hukum IWD, Alhadid Endar, membantah bahwa 995 airsoft gun yang ditemukan merupakan barang ilegal.

Menurutnya, senjata-senjata tersebut memiliki izin dan digunakan untuk kegiatan olahraga.

Alhadid menyebut ratusan airsoft gun tersebut merupakan milik PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin). Senjata itu disebut telah berada di sekolah sejak 2021 untuk persiapan kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan serta kebutuhan perlombaan.

Ia juga membantah IWD maupun PT Lokta Karya Perbakin memiliki narkotika dan barang lain yang ditemukan di ruangan tersebut.

Pihak Yayasan Mengaku Tidak Mengetahui

Sementara itu, kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menyatakan pihak sekolah tidak mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut.

Menurutnya, ruangan tempat penyimpanan barang-barang itu sebelumnya dikuasai oleh pengurus lama yayasan yang telah diberhentikan.

Pihak yayasan, kata Hermawanto, baru mengetahui keberadaan barang-barang tersebut setelah membuka ruangan yang selama ini terkunci.

Ia juga membantah sekolah pernah memiliki kegiatan ekstrakurikuler menembak sebagaimana disampaikan pihak IWD.

Gubernur DKI Minta Kasus Diusut Tuntas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta aparat mengusut kasus tersebut secara menyeluruh.

Ia menegaskan, lingkungan sekolah bukan tempat yang semestinya digunakan untuk menyimpan senjata maupun narkotika.

“Jawabannya singkat saja: sangat tidak boleh,” tegas Pramono.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin juga meminta aparat mengungkap asal-usul ratusan senjata dan narkotika tersebut.

Menurutnya, kepemilikan senjata dalam jumlah besar perlu ditelusuri secara mendalam, termasuk pihak yang bertanggung jawab atas penyimpanan barang-barang tersebut.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh temuan, termasuk siapa pemilik sebenarnya, legalitas senjata, asal-usul barang, serta bagaimana ratusan senjata dan narkotika dapat tersimpan di lingkungan sekolah.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update