TANGSEL, KONTAK BANTEN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menemukan sekitar 13 persen siswa mengalami anemia berdasarkan hasil pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah.
Temuan tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menghadiri Kampanye dan Penggerakan Hidup Sehat di SMPN 13 Tangerang Selatan, Kamis (17/9/2026).
Benyamin mengatakan, pemeriksaan kesehatan terhadap anak usia sekolah menemukan sejumlah kondisi yang perlu mendapat perhatian. Selain anemia, masalah kesehatan yang ditemukan meliputi gigi berlubang atau rusak, tingkat kecemasan dan stres, serta penurunan ketajaman penglihatan.
"Makanya dilakukan gerakan pemberian vitamin tambah darah. Kita lakukan secara serentak di seluruh Tangsel, tablet tambah darah," ujar Benyamin.
Ia berharap pemberian tablet tambah darah tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi dapat menjadi kebiasaan mandiri bagi para remaja, khususnya remaja putri.
13 Persen dari Sekitar 292 Ribu Siswa
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan bahwa angka 13 persen tersebut diperoleh dari pemeriksaan terhadap sekitar 292 ribu siswa.
Menurutnya, sebagian besar kasus anemia yang ditemukan masih berada dalam kategori ringan.
"Dari total anak sekolah itu 292 ribu sekian. 13 persennya tadi, anemia ringanlah ya. Banyaknya anemia ringan," kata Allin.
Hingga saat ini, cakupan program CKG di sekolah di Tangerang Selatan telah mencapai 86 persen.
Sementara secara keseluruhan, sekitar 57 persen penduduk Tangerang Selatan telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Jumlah peserta CKG secara keseluruhan mencapai sekitar 824.224 jiwa.
Anemia Bisa Ganggu Konsentrasi Siswa
Allin mengatakan, temuan anemia menjadi perhatian karena kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas dan kemampuan belajar remaja.
Sejumlah gejala yang dapat muncul akibat anemia antara lain mudah lelah, lemah, lesu, hingga kesulitan berkonsentrasi.
Karena itu, penanganan anemia pada usia remaja dinilai penting untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih panjang.
Perhatian khusus diberikan kepada remaja putri, yang dipersiapkan agar terbebas dari anemia sebelum memasuki usia pernikahan dan kehamilan.
"Yang kita tindak lanjuti hari ini lebih ke bagaimana anak-anak remaja putri ini bisa terbebas dari anemia. Karena anemia ini kan banyak gejalanya," ujar Allin.
Tablet Tambah Darah Diberikan Seminggu Sekali
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Tangerang Selatan menggelar aksi bergizi dengan pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri di sejumlah sekolah.
Program tersebut dilakukan secara serentak dengan melibatkan sekolah. Para siswa juga diarahkan untuk mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin.
"Nanti sekolah mengkondisikan di satu hari setiap minggu. Seminggu sekali saja minumnya. Jadi nanti ada aksi bergizi, makan bergizi bareng-bareng. Habis itu nanti minum tablet tambah darah barengan," pungkasnya.
Pemkot Tangsel berharap gerakan tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan, sekaligus membantu menekan angka anemia di kalangan remaja.(TIM)

.gif)