< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

KEK ETKI Banten di BSD Serpong Bidik Investasi Rp18 Triliun, Data Center Jadi Andalan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 | Selasa, September 15, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-15T10:32:52Z

 

 

TANGERANG, KONTAK BANTEN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten di kawasan BSD Serpong, Kabupaten Tangerang, sebagai salah satu pusat investasi berbasis teknologi dan kesehatan.

Salah satu sektor teknologi yang ditargetkan masuk dan berkembang di kawasan tersebut adalah pusat data atau data center. Kehadiran infrastruktur digital ini dinilai penting untuk memperkuat ekosistem teknologi sekaligus mendukung kebutuhan transformasi digital di Indonesia.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Banten saat ini memiliki dua KEK yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Keduanya memiliki fokus pengembangan yang berbeda.

Dua kawasan tersebut yakni KEK Tanjung Lesung yang diarahkan untuk sektor pariwisata dan KEK ETKI Banten yang mengembangkan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, serta teknologi digital.

Menurut Andra, perkembangan KEK ETKI Banten di kawasan BSD Serpong menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Bahkan, perkembangan investasi di kawasan tersebut dinilai telah melampaui ekspektasi awal.

Target Investasi KEK ETKI Banten Capai Rp18 Triliun

Dalam jangka panjang, investasi di KEK ETKI Banten ditargetkan mencapai Rp18 triliun dalam 20 tahun.

Pada tahun pertama pengembangan, realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp1,9 triliun. Investasi tersebut juga telah memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dengan jumlah sekitar 1.773 orang.

Sementara dalam lima tahun ke depan, investasi di kawasan tersebut ditargetkan mencapai hampir Rp6 triliun.

Pemprov Banten berharap pertumbuhan investasi di KEK ETKI tidak hanya menghasilkan pembangunan kawasan, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.

"Harapan kita, keberadaan KEK ini mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat Banten," kata Andra.

Data Center Jadi Salah Satu Investasi Teknologi

Pemprov Banten juga memberikan dukungan terhadap rencana pengembangan dan perluasan KEK ETKI Banten.

Pengelola kawasan saat ini tengah mengajukan rencana perluasan area. Langkah tersebut dilakukan seiring dengan tingginya minat investor untuk masuk ke kawasan yang menggabungkan sektor pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif tersebut.

Andra mengatakan semakin banyak teknologi yang berpotensi masuk ke KEK ETKI Banten. Salah satu fasilitas yang diproyeksikan berkembang adalah data center.

"Nantinya akan banyak teknologi yang masuk, salah satunya data center. Kehadiran infrastruktur ini sangat diperlukan oleh pemerintah guna mendukung ekosistem digital di Indonesia," ujar Andra.

Menurutnya, keberadaan pusat data akan menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan ekonomi digital serta kebutuhan infrastruktur teknologi di masa mendatang.

Pengembangan KEK Harus Diikuti Peningkatan SDM Banten

Selain mengejar investasi, Pemprov Banten menilai pengembangan KEK ETKI harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

Pemprov Banten telah menjalin kerja sama dengan pengelola KEK ETKI untuk membuka akses pendidikan dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.

Langkah tersebut diharapkan membuat masyarakat Banten tidak hanya menjadi penonton dari masuknya investasi, tetapi juga dapat mengambil peran sebagai tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Salah satu bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui program beasiswa pendidikan vokasi di Fuji Academy bagi 20 anak asal Banten.

Program pendidikan tersebut diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja dan memiliki peluang untuk berkarier di Jepang.

"Kami telah membangun kerja sama dengan pihak pengelola. Mereka memfasilitasi anak-anak Banten agar memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas di sini," kata Andra.

KEK ETKI Banten Berdiri di Lahan 59,68 Hektare

Kepala Divisi Operasional Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty, menjelaskan kawasan tersebut resmi ditetapkan sebagai KEK pada Oktober 2024 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2024.

KEK ETKI Banten berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 59,68 hektare.

Lindawaty mengatakan progres pembangunan kawasan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen, terutama pada bagian timur. Sementara sisi barat kawasan masih berada dalam tahap pengembangan.

Dari sisi pelaku usaha, saat ini terdapat sekitar 29 tenant yang telah beroperasi maupun sedang membangun fasilitas di dalam kawasan.

Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga mencapai sedikitnya 50 pelaku usaha dalam lima tahun mendatang.

Sektor Kesehatan Jadi Magnet Investor

Selain teknologi, sektor kesehatan menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor di KEK ETKI Banten.

Sejumlah bidang usaha telah hadir di kawasan tersebut, antara lain layanan In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, klinik kecantikan dan estetika, klinik onkologi, serta laboratorium genetik.

Kehadiran berbagai fasilitas tersebut memperkuat konsep KEK ETKI sebagai kawasan yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, kesehatan, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem.

Pengelola juga terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Banten untuk meningkatkan promosi kawasan sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha lokal.

Dorong Business Matching dengan Pelaku Usaha Lokal

Lindawaty mengatakan pengelola bersama Pemprov Banten berupaya memperluas promosi KEK ETKI melalui sistem aplikasi investasi.

Selain promosi digital, pengelola juga membuka peluang business matching atau pertemuan bisnis antara pelaku usaha di sekitar kawasan dengan mitra usaha yang telah beroperasi di dalam KEK.

"Kami bersama Pemprov Banten berupaya mempromosikan KEK melalui sistem aplikasi investasi. Selain itu, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan mempertemukan business matching para pelaku usaha di sekitar kawasan dengan mitra bisnis yang sudah ada di dalam kawasan," ujar Lindawaty.

Pengembangan KEK ETKI Banten diharapkan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi Banten. Dengan masuknya investasi di sektor teknologi, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kreatif, kawasan tersebut ditargetkan mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal.

Kehadiran data center dan berbagai investasi berbasis teknologi juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Banten sebagai salah satu wilayah yang semakin kuat dalam ekosistem ekonomi digital nasional.TIM)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update