TANGERANG, KONTAK BANTEN — Sekitar 400 jamaah umrah asal Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami penundaan atau pembatalan penerbangan menuju Tanah Suci menyusul insiden serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Penundaan tersebut terjadi akibat penyesuaian rute penerbangan, khususnya bagi jamaah yang menggunakan penerbangan transit atau indirect flight.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, mengatakan jumlah jamaah yang terdampak masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi penerbangan.
“Data ini sifatnya dinamis. Total ada sekitar 400 jemaah yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan transit (indirect),” kata Abdullah kepada ANTARA di Tangerang, Rabu.
Menurutnya, penundaan keberangkatan tersebut merupakan dampak dari kebijakan penyesuaian rute penerbangan yang melibatkan wilayah terdampak konflik, termasuk Bandara King Khalid di Riyadh.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan jamaah umrah di tengah situasi keamanan yang berkembang di kawasan tersebut.
Penerbangan Langsung Tetap Berjalan
Abdullah menjelaskan, tidak semua keberangkatan jamaah umrah mengalami penundaan. Penerbangan langsung (direct flight) menuju Makkah maupun Madinah masih dapat berjalan dengan tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti ketentuan otoritas penerbangan.
Sementara itu, jamaah yang menggunakan penerbangan transit harus menyesuaikan jadwal dan rute perjalanan berdasarkan kebijakan maskapai serta kondisi keamanan di wilayah yang dilalui.
Kemenhaj Kabupaten Tangerang terus melakukan pemantauan terhadap biro perjalanan yang memberangkatkan jamaah dari wilayah tersebut guna memastikan perkembangan jadwal penerbangan dan kondisi jamaah.
“Begitu pun pemantauan terus kami lakukan terhadap travel-travel yang memberangkatkan jemaah asal Kabupaten Tangerang setelah adanya informasi serangan di Riyadh,” jelas Abdullah.
Travel Umrah Diminta Berikan Kepastian kepada Jamaah
Kemenhaj Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa jamaah yang terdampak penundaan atau pembatalan penerbangan harus mendapatkan penanganan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Abdullah meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro perjalanan umrah untuk aktif berkoordinasi dengan Kemenhaj pusat, Kantor Wilayah Kemenhaj Banten, serta Kemenhaj Kabupaten Tangerang.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan hak jamaah tetap terlindungi, termasuk dalam penanganan perubahan jadwal, pembatalan penerbangan, dan penyesuaian rute perjalanan.
Pihak travel juga diharapkan menyampaikan informasi secara terbuka kepada jamaah agar mereka memperoleh kepastian mengenai jadwal keberangkatan dan alternatif perjalanan yang tersedia.
Selain itu, jamaah diminta tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti pemberitahuan resmi dari biro perjalanan masing-masing.
“Kami mengimbau jemaah agar tetap berkomunikasi intensif dengan pihak PPIU, memantau situasi terkini, tetap tenang, serta senantiasa berdoa agar perjalanan ibadah berjalan aman hingga kembali ke Tanah Air,” ujarnya.
Tidak Ada Jamaah Tangerang yang Menjadi Korban
Di tengah penundaan penerbangan tersebut, Abdullah memastikan hingga informasi terakhir yang diterima pihaknya, tidak ada jamaah umrah asal Kabupaten Tangerang yang menjadi korban jiwa maupun mengalami luka-luka akibat insiden di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
“Dari sisi korban alhamdulillah tidak ada, baik korban jiwa maupun luka-luka. Namun dari sisi administratif, pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan warga negara melalui sejumlah kebijakan dan imbauan,” kata dia.
Kemenhaj Kabupaten Tangerang akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan jamaah.
Pemerintah juga mengingatkan jamaah agar tetap tenang, menjaga komunikasi dengan biro perjalanan, dan menunggu kepastian jadwal sebelum melakukan perjalanan menuju bandara.
Langkah antisipasi tersebut diharapkan dapat membantu melindungi jamaah umrah asal Kabupaten Tangerang sekaligus memastikan hak-hak mereka tetap terpenuhi selama terjadi penyesuaian penerbangan menuju Tanah Suci.(tim)

.gif)