< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

405 Lansia di Kota Tangerang Resmi Diwisuda, Pemkot Dorong Lansia Tetap Sehat dan Mandiri

Kamis, 08 Oktober 2026 | Kamis, Oktober 08, 2026 WIB | Last Updated 2026-10-08T05:18:18Z

 


 

TANGERANG, KONTAK BANTEN — Sebanyak 405 lanjut usia (lansia) resmi diwisuda setelah menyelesaikan pendidikan dalam program Sekolah Lansia yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Provinsi Banten.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 390 peserta merupakan siswa program reguler, sedangkan 15 peserta lainnya mengikuti jalur mandiri.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, Sekolah Lansia merupakan bentuk komitmen Pemkot Tangerang dalam memberikan ruang kepada seluruh elemen masyarakat untuk berperan dalam pembangunan kota.

Menurutnya, lansia memiliki pengalaman dan pengetahuan yang sangat berharga. Melalui Sekolah Lansia, pengalaman tersebut diharapkan terus dikembangkan dan dapat ditularkan kepada generasi muda.

“Kota ini adalah rumah kita yang perlu kita jaga dan rawat. Lansia memiliki pengalaman yang sangat luar biasa. Melalui Sekolah Lansia, pengalaman tersebut terus dikembangkan agar dapat ditularkan kepada generasi muda, mulai dari membina diri sendiri, keluarga hingga lingkungan,” ujar Sachrudin di Tangerang, Rabu.

Angka Harapan Hidup Kota Tangerang Meningkat

Sachrudin menuturkan, meningkatnya usia harapan hidup masyarakat harus diiringi dengan kualitas hidup yang baik.

Ia menyebut Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Kota Tangerang terus mengalami peningkatan. Pada 2024, AHH tercatat 75,50 tahun, kemudian meningkat menjadi 75,83 tahun pada 2025.

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi kabar baik. Namun, bertambahnya usia harus diikuti dengan kondisi kesehatan, aktivitas, kemandirian, serta kehidupan sosial yang tetap terjaga.

“Angka harapan hidup yang terus meningkat tentu menjadi kabar baik. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana tambahan usia tersebut diisi dengan kesehatan, aktivitas, kemandirian, dan kualitas hidup yang baik. Di sinilah perhatian kita kepada para lansia menjadi penting,” jelasnya.

Sekolah Lansia Dorong Peserta Tetap Produktif

Sachrudin mengatakan, Sekolah Lansia tidak sekadar menjadi tempat untuk mendapatkan pengetahuan baru. Program tersebut juga menjadi ruang bagi para lansia agar tetap aktif, produktif, mandiri, dan memiliki peran di tengah masyarakat.

“Sekolah Lansia bukan hanya tempat untuk menambah pengetahuan. Ini adalah ruang untuk mempersiapkan masa lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat,” katanya.

Ia menilai lansia tangguh merupakan mereka yang tetap aktif menjalani kehidupan sehari-hari, mampu mandiri, serta produktif sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Sekolah Lansia Tersebar di 13 Kecamatan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Tihar Sopian menjelaskan, Sekolah Lansia merupakan bagian dari pembinaan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Program tersebut tersebar di 13 kecamatan di Kota Tangerang. Setiap kecamatan memiliki satu sekolah dengan kuota sebanyak 30 siswa.

Para peserta mendapatkan pembelajaran dengan kurikulum yang mencakup tujuh dimensi kehidupan, mulai dari aspek intelektual, emosional, fisik hingga spiritual.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tangerang juga bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan, termasuk dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Para siswa menerima kurikulum berbasis tujuh dimensi kehidupan, meliputi dimensi intelektual, emosional, fisik hingga spiritual. Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan yang rutin melakukan cek kesehatan,” jelas Tihar.

Lulusan Bisa Melanjutkan ke Jenjang S2 dan S3

Tihar menambahkan, peserta yang telah menyelesaikan jenjang Standar 1 (S1) dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 hingga S3.

Kurikulum pada setiap jenjang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta. Pada jenjang S3, para lulusan tidak lagi hanya diarahkan untuk mengikuti pembelajaran, tetapi juga didorong menjadi penggerak kegiatan positif di lingkungan masing-masing.

Para lulusan S3 juga akan memperoleh sertifikat resmi yang ditandatangani oleh Wali Kota Tangerang dan BKKBN.

“Harapan kita tentu menjadi lansia yang mandiri, sehat dan berguna. Bahkan untuk tingkat S3, bukan lagi sekadar bersekolah, tetapi mereka menggerakkan dan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk melakukan kegiatan positif sehingga seluruhnya menjadi lansia yang berprestasi,” tegas Tihar.

Wisudawati: Tambah Wawasan dan Percaya Diri

Kebahagiaan dirasakan para peserta yang mengikuti wisuda. Salah satunya Tuti Yulianti (63), wisudawati asal Kecamatan Periuk.

Tuti mengaku mendapatkan banyak manfaat selama mengikuti pembelajaran di Sekolah Lansia. Selain menambah wawasan, program tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepercayaan diri.

“Kami semua sangat bahagia, senang dan bersemangat. Melalui Sekolah Lansia, kami bisa bersilaturahmi dengan sesama lansia, bertambah wawasan, serta meningkatkan rasa percaya diri,” ungkap Tuti.

Ia mengajak para lansia lainnya untuk tetap aktif dan menjaga kesehatan agar dapat menjalani masa lanjut usia dengan bahagia.

“Pesan saya untuk lansia lainnya, tetap semangat, selalu aktif, sehat dan jalin masa depan dengan bahagia,” pungkasnya.(TIM)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update