PANDEGLANG, KONTAK BANTEN — Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menghadiri kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan yang diselenggarakan organisasi profesi kesehatan bersama Mathla’ul Anwar (MA) di Gedung Perguruan Mathla’ul Anwar Pusat, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Minggu (11/10/2026).
Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Banten Sehat”, kegiatan ini menghadirkan berbagai layanan medis bagi masyarakat, mulai dari pengobatan umum, pemeriksaan dokter spesialis, skrining penyakit, hingga pemeriksaan penunjang kesehatan. Sebanyak 600 orang menjadi target penerima manfaat, terdiri atas 300 siswa dan 300 warga masyarakat.
Bakti sosial tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam menjangkau fasilitas medis.
Berbagai Layanan Kesehatan Disediakan Gratis
Sejumlah layanan kesehatan disediakan dalam kegiatan tersebut, meliputi:
Skrining talasemia.
Pengobatan umum.
Pelayanan dokter spesialis.
Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Skrining tuberkulosis (TB).
Pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Pemeriksaan rontgen.
Pelayanan diberikan oleh dokter umum dan dokter spesialis, termasuk spesialis mata, jantung, serta telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Banten, dr. Mohammad Rifki, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menargetkan 600 penerima manfaat dari kalangan pelajar dan masyarakat umum.
“Kami menghadirkan berbagai layanan kesehatan langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat dan para siswa diharapkan dapat memperoleh pemeriksaan serta pelayanan medis sesuai kebutuhan,” jelas Rifki.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara IDI Wilayah Banten dan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam bidang kesehatan.
Bupati Dewi Setiani Dorong Pemerataan Pelayanan Kesehatan
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IDI serta seluruh tenaga kesehatan yang telah memilih Kabupaten Pandeglang sebagai lokasi pelaksanaan bakti sosial.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses pemeriksaan dan pelayanan medis.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada IDI yang telah memilih Kabupaten Pandeglang untuk pelaksanaan kegiatan ini. Kami berharap bakti sosial kesehatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat,” ujar Dewi.
Menurutnya, luasnya wilayah Kabupaten Pandeglang, terutama kawasan selatan, menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak agar masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tetap mendapatkan pelayanan medis yang memadai.
Dewi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan tenaga medis perlu terus diperkuat.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak agar pelayanan kesehatan semakin merata dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kami juga berharap ada strategi dan inovasi untuk mendukung kesejahteraan para dokter serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Pandeglang,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh dokter dan tenaga kesehatan untuk terus menjaga semangat pengabdian dalam melayani masyarakat. Menurutnya, bakti sosial kesehatan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima layanan, tetapi juga mencerminkan kepedulian dan pengabdian kemanusiaan.
Mathla’ul Anwar Perluas Kontribusi di Bidang Kesehatan
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), Dr. K.H. Jazuli Juwaini, mengatakan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.
Ia menilai, luasnya wilayah Pandeglang serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis menjadi alasan penting untuk memperkuat kerja sama antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan tenaga kesehatan.
Jazuli menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan, tetapi juga ingin memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
“Mathla’ul Anwar bukan hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga ingin berkontribusi dalam bidang kesehatan. Kesehatan merupakan modal utama bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah dengan baik dan membangun generasi yang kuat. Generasi yang sehat akan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi generasi yang unggul,” ungkap Jazuli.
Ia berharap kegiatan kolaboratif tersebut dapat terus dikembangkan agar manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat. Ke depan, Mathla’ul Anwar juga berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui pengembangan rumah sakit.
Kolaborasi Diharapkan Berkelanjutan
Kegiatan bakti sosial kesehatan ini turut dihadiri Ketua Umum PBMA Dr. K.H. Jazuli Juwaini, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia (PP PDS PatKLIn) Dr. dr. Teguh Triyono, Ketua IDI Wilayah Banten dr. Mohammad Rifki, serta jajaran dokter dan tenaga kesehatan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Mathla’ul Anwar, IDI, dan organisasi profesi kesehatan diharapkan dapat terus memperkuat kerja sama dalam memperluas jangkauan pelayanan medis.
Kolaborasi berkelanjutan dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sekaligus mendukung pemerataan akses pelayanan medis di Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan, sehingga upaya mewujudkan masyarakat Banten yang sehat dapat terus berjalan.(tim)

.gif)