< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Siaga Level III

Minggu, 18 Oktober 2026 | Minggu, Oktober 18, 2026 WIB | Last Updated 2026-10-18T10:27:21Z

 


 

LAMPUNG SELATAN, KONTAK BANTEN — Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami tiga kali erupsi pada Minggu (18/10/2026). Kolom abu tertinggi mencapai 500 meter di atas puncak atau 657 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan erupsi tersebut tercatat oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tiga Kali Erupsi dalam Rentang Waktu Berdekatan

Berdasarkan hasil pengamatan pada Minggu, erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada tiga waktu berbeda, yakni:

  • Pukul 11.44 WIB: Erupsi pertama menghasilkan kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal yang condong ke arah utara.

  • Pukul 12.01 WIB: Erupsi kedua menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak. Abu berwarna hitam, berintensitas tebal, dan condong ke arah utara. Aktivitas ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 51 milimeter dan durasi 41 detik.

  • Pukul 12.59 WIB: Erupsi ketiga menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 100 meter di atas puncak atau 257 mdpl. Abu berwarna kelabu hingga hitam, berintensitas tebal, dan condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 56 milimeter dan durasi 36 detik.

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Suwarno menegaskan, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat dan pengunjung diminta tidak mendekati gunung api serta tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.

Rekomendasi tersebut perlu dipatuhi untuk mengurangi risiko bahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Pemantauan Dilakukan Selama 24 Jam

Menurut Suwarno, petugas terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau selama 24 jam melalui pengamatan visual dan instrumental.

Hasil pemantauan digunakan untuk menilai perkembangan aktivitas vulkanik, menentukan langkah mitigasi, serta mengantisipasi potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Nelayan Selat Sunda Diminta Waspada

Suwarno juga mengimbau nelayan yang beraktivitas di Perairan Selat Sunda agar memperhatikan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca sebelum melaut.

Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api sebaiknya merujuk pada lembaga berwenang.

Ia berharap masyarakat tetap mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dan mengikuti perkembangan informasi secara berkala guna mengurangi risiko bencana di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Kata kunci SEO: Gunung Anak Krakatau erupsi, erupsi Anak Krakatau 18 Oktober 2026, status Gunung Anak Krakatau, Level III Siaga, kolom abu Anak Krakatau, Selat Sunda.(TIM)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update