< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Gunung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III, Polisi Imbau Warga Jauhi Radius 5 Kilometer

Sabtu, 10 Oktober 2026 | Sabtu, Oktober 10, 2026 WIB | Last Updated 2026-10-10T07:39:15Z

 

Kapolsek Cinangka AKP Romizal bersama Bhabinkamtibmas AIPDA A Rifai, Briptu Alan Setiyawiguna dan ⁠Briptu M Nasir sedang melakukan koordinasi dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka pasca Gunungapi Anak Krakatau mengalami 26 kali erupsi, sejak Jumat (9/10/2026) sore, pukul 16:17 WIB hingga pukul 21:20 WIB.

 SERANG, KONTAK BANTEN — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat pada Jumat (9/10/2026). Berdasarkan informasi yang diterima dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, aktivitas erupsi pada sore hingga malam hari mendorong peningkatan status gunung api tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), terhitung mulai pukul 21.00 WIB.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kapolsek Cinangka Polres Cilegon, AKP Romizal, bersama sejumlah personel melakukan pemantauan langsung di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Jumat malam.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas vulkanik sekaligus memastikan informasi keselamatan dapat disampaikan kepada masyarakat secara tepat.

Dalam kegiatan itu, AKP Romizal didampingi AIPDA A. Rifai selaku Bhabinkamtibmas Desa Kubang Baros, Briptu Alan Setiyawiguna selaku Bhabinkamtibmas Desa Pasauran, serta Briptu M. Nasir selaku Bhabinkamtibmas Desa Cikolelet. Mereka berkoordinasi dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, M. Dika Nurzaman.

Gunung Anak Krakatau Erupsi Berulang, Status Naik Menjadi Siaga

Berdasarkan hasil koordinasi dengan petugas pos pengamatan, erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (9/10/2026) tercatat terjadi sebanyak 26 kali berdasarkan rekaman seismograf sejak pukul 16.17 WIB hingga 21.20 WIB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 kejadian tercantum dalam Volcanic Eruption Notice (VEN). Perbedaan jumlah tersebut dijelaskan berkaitan dengan durasi kejadian yang terekam, termasuk erupsi dengan durasi kurang dari 60 detik.

Informasi tersebut merujuk pada data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta hasil koordinasi dengan petugas pos pengamatan.

Peningkatan status aktivitas gunung api itu tercantum dalam surat KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG Nomor 1729.Lap/GL.03/BGL/2026 mengenai penyampaian usulan peningkatan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), terhitung sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB.

Masyarakat Diminta Tidak Mendekati Kawah dalam Radius 5 Kilometer

Seiring peningkatan status menjadi Level III (Siaga), masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki direkomendasikan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat kawah aktif.

Selain itu, masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan kegiatan dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

PVMBG juga mengingatkan adanya potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder yang dapat terjadi akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan.

Potensi bahaya tersebut perlu diwaspadai dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Karena itu, masyarakat pesisir, nelayan, pemilik kapal, serta pengelola dermaga dan pelabuhan diminta memperhatikan informasi resmi dan mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.

Kapolsek Cinangka juga mengimbau jajaran kepolisian di wilayah pesisir Selat Sunda untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Koordinasi dengan pemilik kapal dan pengelola pelabuhan dilakukan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan atau aktivitas yang memasuki zona berbahaya.

Kapolsek Cinangka Imbau Warga Tidak Sebarkan Hoaks

AKP Romizal mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau diperoleh dari instansi resmi yang berwenang,” ujar Romizal, Jumat malam.

Ia menambahkan, personel Polsek Cinangka akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau dan Badan Geologi untuk mengikuti setiap perkembangan aktivitas vulkanik.

“Personel kami di lapangan terus melakukan monitoring dan koordinasi secara intensif, sehingga setiap perkembangan dapat segera diketahui dan disampaikan kepada masyarakat secara cepat dan tepat,” katanya.

Romizal menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, warga, nelayan, wisatawan, dan pendaki diminta mematuhi rekomendasi resmi PVMBG, terutama larangan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban dengan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Apabila masyarakat membutuhkan informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, silakan mengakses sumber resmi pemerintah atau berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Mari bersama-sama kita cegah penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan,” terangnya.

Berikut Data Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 9 Oktober 2026

Berdasarkan data Volcanic Eruption Notice (VEN) yang dihimpun dalam laporan pemantauan, terdapat 13 kejadian erupsi yang tercatat antara pukul 16.17 WIB hingga 21.20 WIB.

Berikut sejumlah rincian kejadian yang tercantum dalam laporan tersebut:

  • Pukul 16.17 WIB: Tinggi kolom erupsi sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu, cokelat hingga hitam, dengan intensitas tebal yang condong ke utara dan barat laut. Amplitudo maksimum tercatat 39 mm dengan durasi 3 menit 46 detik.

  • Pukul 16.30 WIB: Tinggi kolom abu sekitar 150 meter di atas puncak atau sekitar 307 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu, cokelat hingga hitam, dan condong ke utara, timur laut, serta barat. Amplitudo maksimum tercatat 56 mm dengan durasi 36 detik.

  • Pukul 18.28 WIB: Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Amplitudo maksimum tercatat 66 mm dengan durasi 2 menit 29 detik.

  • Pukul 18.34 WIB: Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Amplitudo maksimum tercatat 49 mm dengan durasi 36 detik.

  • Pukul 18.35 WIB: Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Amplitudo maksimum tercatat 57 mm dengan durasi 51 detik.

  • Pukul 18.44 WIB: Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Amplitudo maksimum tercatat 57 mm dengan durasi 19 detik.

  • Pukul 18.45 WIB: Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Amplitudo maksimum tercatat 54 mm dengan durasi 22 detik.

  • Pukul 19.07 WIB: Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Amplitudo maksimum tercatat 34 mm dengan durasi 21 detik.

  • Pukul 19.10 WIB: Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Amplitudo maksimum tercatat 55 mm dengan durasi 32 detik.

  • Pukul 19.57 WIB: Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Amplitudo maksimum tercatat 53 mm dengan durasi 12 detik.

  • Pukul 21.15 WIB: Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Amplitudo maksimum tercatat 54 mm dengan durasi 1 menit 38 detik.

  • Pukul 21.17 WIB: Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Amplitudo maksimum tercatat 57 mm dengan durasi 1 menit 29 detik.

  • Pukul 21.20 WIB: Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Amplitudo maksimum tercatat 43 mm dengan durasi 31 detik.

Masyarakat dapat memantau informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui laman resmi MAGMA Indonesia di https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/informasi-letusan dan kanal informasi PVMBG di https://linktr.ee/PVMBG.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rekomendasi keselamatan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.(tim

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update