PANDEGLANG, KONTAK BANTEN — Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama panitia pelaksana menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-12 tahun 2026. Berbagai rangkaian kegiatan dipusatkan di sejumlah lokasi di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Ketua Panitia HSN ke-12 tahun 2026, M. Muamar, mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan Istighosah Qubro di Masjid Agung Ar Rahman, Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut dipimpin ulama kharismatik Abuya Muhtadi Cidahu.
Peringatan HSN tahun ini mengusung motto “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”.
Setelah Istighosah Qubro, kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran rangkaian HSN yang ditandai pelepasan 12 ekor burung sebagai simbol peringatan HSN ke-12.
“Usai istighosah qubro, dilanjutkan dengan launching HSN yang ditandai dengan melepas burung sebanyak 12 ekor, sebagai simbol HSN ke-12,” kata Muamar, Kamis (15/10/2026).
Pria yang akrab disapa Mumu itu menjelaskan, sejumlah kegiatan lainnya juga disiapkan untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional. Agenda tersebut meliputi karnaval atau pawai ta’aruf, murak liwet, apel Hari Santri Nasional di Alun-alun Pandeglang, serta berbagai kegiatan lainnya.
Menurut Muamar, peringatan HSN tahun ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), santri, ulama, asatidz, hingga komponen masyarakat lainnya.
Ia menilai peran santri dalam mendukung pembangunan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan sangat strategis. Karena itu, momentum Hari Santri diharapkan dapat memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan sekaligus mendorong kebangkitan daerah.
“Peran santri dalam keberlangsungan pembangunan daerah dan pemerintahan sangat strategis. Dengan demikian, kami berupaya mendorong Hari Santri ini menjadi momentum untuk kebangkitan bangsa dan daerah,” tambahnya.
Bupati Pandeglang Dukung Peringatan Hari Santri 2026
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyatakan Pemerintah Kabupaten Pandeglang mendukung pelaksanaan peringatan HSN ke-12 tahun 2026.
Menurutnya, identitas Pandeglang sebagai “Kota Sejuta Santri, Seribu Ulama” perlu terus dijaga. Keberadaan pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlakul karimah sekaligus membekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.
“Kita harus bergandengan tangan dan berkolaborasi, menjadikan HSN sebagai momentum bangkitnya Kabupaten Pandeglang ke arah yang lebih baik,” ungkap Dewi.
Terkait pelaksanaan teknis berbagai kegiatan, Dewi menyerahkannya kepada panitia penyelenggara. Ia berharap keterlibatan ulama, asatidz, jajaran Kementerian Agama, serta berbagai unsur masyarakat dapat memperkuat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Pandeglang.
Selain penguatan nilai keagamaan, Bupati juga mendorong agar santri terus mengembangkan keterampilan dan kreativitas sehingga mampu berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat.
“Santri juga diharapkan memiliki keterampilan dan kreativitas, agar dapat diaplikasikan di tengah masyarakat sebagai bekal masa depan,” tambahnya.
Dewi menilai potensi santri di Kabupaten Pandeglang tidak perlu diragukan. Mereka merupakan generasi muda yang memperoleh bekal beragam ilmu pengetahuan, termasuk pendalaman ilmu agama selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.(TIM)

.gif)