< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Haru! Pengayuh Becak Usia 75 Tahun Terima Becak Listrik, 130 Unit Disalurkan di Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | Sabtu, Oktober 17, 2026 WIB | Last Updated 2026-10-17T10:42:37Z

 

ebanyak 130 unit becak listrik disalurkan kepada pengayuh becak di Kabupaten Bogor melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Sabtu 17 Oktober 2026.

 

BOGOR, KONTAK BANTEN — Di usia yang tak lagi muda, sebagian pengayuh becak masih harus mengandalkan kekuatan fisik untuk menghidupi keluarga. Setiap kayuhan menjadi bagian dari perjuangan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari membeli beras, membiayai pendidikan anak, hingga membayar pengobatan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penyaluran 130 unit becak listrik kepada pengayuh becak di Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10/2026). Bantuan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto itu diprioritaskan bagi pengayuh becak berusia di atas 55 tahun, terutama mereka yang masih bekerja keras di usia senja.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyaluran bantuan tersebut adalah masih adanya pengayuh becak berusia 75 tahun yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, kehadiran becak listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik para pengayuh sekaligus membantu mereka mempertahankan penghasilan.

“Tadi ada pengayuh becak usia 75 tahun yang masih mengayuh becak. Mudah-mudahan becak listrik produksi PT Pindad ini memberikan manfaat bagi mereka,” ujarnya.

Bagi para pengayuh becak, kendaraan tersebut bukan sekadar alat transportasi. Becak menjadi sumber penghidupan yang menopang kebutuhan keluarga dari hari ke hari.

Rudy menuturkan, penghasilan dari mengayuh becak digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendasar. Di balik pekerjaan yang terlihat sederhana, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan keluarga tetap dapat menjalani kehidupan dengan layak.

“Dari becak ini, anak-anak bisa sekolah, bisa berobat ke rumah sakit, bisa membeli beras untuk keluarganya. Dari sinilah kehidupan dimulai,” kata Rudy.

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa pentingnya pekerjaan para pengayuh becak bagi keberlangsungan hidup keluarga mereka. Karena itu, bantuan becak listrik diharapkan tidak hanya meringankan pekerjaan, tetapi juga membantu menjaga sumber pendapatan para penerima.

130 Becak Listrik Disalurkan, Jumlahnya Berpeluang Bertambah

Ketua Umum GSN, Nanik S Deyang, mengatakan Kabupaten Bogor untuk sementara menerima 130 unit becak listrik. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah apabila ditemukan pengayuh becak yang memenuhi kriteria, tetapi belum terdata sebagai penerima.

“Ada 130, tapi katanya tadi ada kekurangan, nanti kita tambah lagi. Kita akan berikan semua karena jumlahnya tidak banyak,” katanya.

Nanik menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui proses pendataan dan verifikasi agar tepat sasaran. Program ini ditujukan kepada masyarakat yang memang telah lama bekerja sebagai pengayuh becak, bukan kepada penerima yang tidak memenuhi kriteria.

Petugas GSN bahkan mendatangi langsung rumah calon penerima sekitar satu bulan sebelum penyaluran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan dan kondisi calon penerima sesuai dengan persyaratan program.

“Pendataan kami lakukan langsung ke rumah calon penerima sebulan sebelum penyaluran agar tepat sasaran. Program ini sudah berjalan sejak 2023, berawal dari kepedulian Pak Prabowo terhadap pengayuh becak yang hidup dalam keterbatasan,” jelasnya.

Menurut Nanik, proses verifikasi menjadi bagian penting agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan dan selama ini menggantungkan penghasilan dari pekerjaan mengayuh becak.

Harapan Baru bagi Pengayuh di Usia Senja

Program bantuan becak listrik yang dijalankan GSN telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Secara keseluruhan, yayasan tersebut menyebut telah menyalurkan sekitar 14 ribu unit becak listrik kepada para pengayuh becak.

Penyaluran di Kabupaten Bogor diharapkan menjadi dukungan nyata bagi para pengayuh lanjut usia agar dapat menjalankan aktivitas dengan beban fisik yang lebih ringan. Penggunaan becak listrik juga diharapkan membantu mereka tetap bekerja tanpa harus sepenuhnya mengandalkan tenaga untuk mengayuh kendaraan.

Namun, manfaat bantuan ini tidak hanya dapat dilihat dari jumlah unit yang disalurkan. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kendaraan tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung penghasilan penerima dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Bagi seorang pengayuh yang telah memasuki usia 75 tahun, kesempatan bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan tentu menjadi harapan tersendiri. Sebab, usia boleh bertambah, tenaga boleh berkurang, tetapi kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.

Bantuan ini sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap pengayuh becak, ada perjuangan panjang yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain. Ada orang tua yang tetap bekerja demi anak-anaknya, ada keluarga yang bergantung pada penghasilan harian, dan ada harapan sederhana agar hari esok dapat dijalani dengan lebih baik.

Pada akhirnya, kepedulian terhadap pengayuh becak bukan hanya tentang memberikan kendaraan baru. Lebih dari itu, bantuan tersebut diharapkan dapat menjaga martabat mereka yang tetap berjuang mencari nafkah, sekaligus memberikan kesempatan untuk menjalani pekerjaan dengan lebih ringan di usia senja.(tim)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update