TANGERANG, KONTAK BANTEN – Gerakan Pramuka Kota Tangerang melibatkan anggota Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) dalam kegiatan Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) 2026. Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter, mentalitas, serta meningkatkan kepercayaan diri anggota Pramuka tanpa membedakan kondisi fisik maupun kemampuan individu.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tangerang, Suli Rosadi, mengatakan kegiatan kepramukaan harus memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anggota, termasuk penyandang disabilitas, untuk berkembang dan berpartisipasi aktif.
“Kita tidak terbatas hanya orang-orang yang non-difabel. Yang difabel kita dorong juga, karena ini merupakan bagian daripada membangun eksistensi, membangun mentalitas, membangun karakter, sehingga mudah-mudahan difabel punya kepercayaan diri juga untuk mengikuti JOTA-JOTI,” ujar Suli di Tangerang, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan JOTA-JOTI Kota Tangerang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Karya, Kecamatan Cipondoh. Mengusung tema “A Peaceful and Inclusive World”, kegiatan ini melibatkan 130 peserta dari berbagai Kwartir Ranting se-Kota Tangerang.
Tema tersebut menekankan pentingnya membangun lingkungan yang damai, terbuka, dan inklusif melalui kegiatan kepramukaan yang memberikan ruang bagi seluruh anggota untuk belajar, berkomunikasi, serta menjalin persahabatan.
JOTA-JOTI Perkuat Komunikasi dan Pemanfaatan Teknologi
Ketua Harian Kwarcab Kota Tangerang sekaligus Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan JOTA-JOTI menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan global, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan mendorong penggunaan teknologi secara bijaksana.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang agar anggota Pramuka tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga memahami pentingnya komunikasi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.
JOTA-JOTI 2026 Kota Tangerang juga diselenggarakan tanpa biaya pendaftaran. Kebijakan ini bertujuan membuka akses yang lebih luas bagi anggota Pramuka untuk mengikuti kegiatan.
“Tidak ada yang lain kecuali tujuannya meningkatkan persaudaraan global di kalangan teman-teman Pramuka. Yang kedua adalah meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Yang ketiga, bagaimana menggunakan teknologi dengan bijaksana,” ujar Kaonang usai membuka acara.
Ia menambahkan, kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi secara efektif merupakan modal penting dalam membangun kerja sama. Melalui kegiatan ini, peserta berkesempatan mempelajari komunikasi menggunakan radio amatir dan internet sekaligus memperluas jaringan persahabatan lintas wilayah hingga negara.
ORARI Fasilitasi Komunikasi Radio Lintas Negara
Wakil Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Tangerang, Yan Rusdiyanto, menjelaskan pihaknya mendukung pelaksanaan JOTA-JOTI dengan menyediakan fasilitas peralatan komunikasi radio amatir.
Fasilitas tersebut memungkinkan peserta mencoba berkomunikasi dengan stasiun radio dari berbagai wilayah, termasuk luar negeri.
“ORARI Lokal Kota Tangerang mendukung dengan memfasilitasi peralatan komunikasi yang kami miliki untuk dipergunakan dalam kegiatan JOTA-JOTI ini,” ujar Yan.
Ia mengungkapkan, uji coba komunikasi yang dilakukan sehari sebelum kegiatan berhasil menghubungkan peserta dengan stasiun radio dari Malaysia.
Selain memperluas wawasan dan persahabatan internasional, pengenalan radio amatir juga memberikan keterampilan praktis yang berpotensi bermanfaat dalam situasi darurat, terutama ketika sarana komunikasi lain mengalami kendala.
Dorong Pramuka yang Inklusif dan Percaya Diri
Pelibatan Pramuka Berkebutuhan Khusus dalam JOTA-JOTI 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat nilai kesetaraan dalam kegiatan kepramukaan. Setiap anggota diberikan kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun hubungan sosial dengan sesama peserta.
Melalui kegiatan tersebut, Gerakan Pramuka Kota Tangerang berharap tercipta lingkungan kepramukaan yang semakin inklusif, sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi, pemanfaatan teknologi, dan persaudaraan global di kalangan generasi muda.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa kepramukaan bukan sekadar aktivitas luar ruang, melainkan sarana pembentukan karakter yang memberikan ruang bagi setiap anggota untuk tumbuh, berkontribusi, dan meningkatkan kepercayaan diri.(tim)

.gif)