JAKARTA, KONTAK BANTEN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyalurkan bantuan senilai Rp972,2 juta kepada 12 lembaga pendidikan di wilayah Jakarta dan Bogor. Bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut ditujukan untuk meningkatkan fasilitas belajar, mulai dari rehabilitasi ruang kelas hingga pengadaan perangkat komputer dan sarana pendukung pendidikan.
Penyaluran bantuan ini mencakup sembilan lembaga pendidikan di Jakarta dengan total Rp592,2 juta dan tiga lembaga pendidikan di Bogor senilai Rp380 juta. Program tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan dukungan terhadap dunia pendidikan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
“KAI tidak hanya berupaya menghadirkan layanan transportasi yang aman dan nyaman, tetapi juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Melalui bantuan ini, kami berharap anak-anak memiliki fasilitas belajar yang lebih memadai sehingga dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal,” ujar Franoto dalam keterangan resminya.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) di Ruang Batavia, Kantor KAI Daop 1 Jakarta.
Rehabilitasi Kelas dan Pengadaan Komputer
Di wilayah Bogor, bantuan disalurkan kepada tiga lembaga pendidikan dengan fokus pada peningkatan fasilitas pembelajaran.
MTs Mathla’ul Anwar Bolang menerima bantuan sebesar Rp80 juta untuk pengadaan komputer. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran berbasis teknologi sekaligus membantu peserta didik meningkatkan kemampuan digital.
Sementara itu, Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Amal dan MTs Raudlatul Mubtadiin masing-masing menerima bantuan sebesar Rp150 juta untuk rehabilitasi ruang kelas.
Perbaikan ruang kelas menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan mendukung aktivitas siswa maupun tenaga pendidik. Dengan fasilitas yang lebih layak, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.
Adapun di Jakarta, bantuan diberikan kepada sembilan lembaga pendidikan anak usia dini dan lembaga pendidikan keagamaan. Bantuan tersebut difokuskan pada pemenuhan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Berikut Daftar 12 Lembaga Penerima Bantuan
Wilayah Jakarta — Total Rp592.200.000
TK Islam Al Baidlo — Rp65.200.000 untuk sarana dan prasarana.
SPS PAUD Az Zahira — Rp70.000.000 untuk sarana dan prasarana.
TPQ Al-Ikhlas — Rp65.000.000 untuk sarana dan prasarana.
BKB PAUD Tunas Bangsa — Rp60.000.000 untuk sarana dan prasarana.
TPQ Annawawiyah Arrahmaniyah — Rp65.000.000 untuk sarana dan prasarana.
BKB PAUD Kaih Sayang — Rp65.000.000 untuk sarana dan prasarana.
BKB PAUD Harapan Bunda — Rp67.000.000 untuk sarana dan prasarana.
TPQ As-Salam — Rp70.000.000 untuk sarana dan prasarana.
TPQ Nurul Ulum — Rp65.000.000 untuk sarana dan prasarana.
Wilayah Bogor — Total Rp380.000.000
MTs Mathla’ul Anwar Bolang — Rp80.000.000 untuk pengadaan komputer.
Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Amal — Rp150.000.000 untuk rehabilitasi ruang kelas.
MTs Raudlatul Mubtadiin — Rp150.000.000 untuk rehabilitasi ruang kelas.
KAI Dorong Kesadaran Keselamatan Sejak Dini
Selain meningkatkan fasilitas pendidikan, KAI Daop 1 Jakarta berharap program TJSL dapat mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap keselamatan perjalanan kereta api.
Franoto mengatakan, edukasi keselamatan perlu dikenalkan sejak usia sekolah agar anak-anak memahami pentingnya menjaga keamanan di lingkungan perkeretaapian.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai kereta api dan memahami pentingnya keselamatan. Kepedulian itu bisa dimulai dari hal sederhana, seperti saling mengingatkan untuk tertib di perlintasan sebidang, tidak melempar benda ke arah kereta api, serta menjaga kebersihan dan fasilitas pelayanan di stasiun maupun di dalam kereta,” jelasnya.
Menurut Franoto, pelajar dapat berperan menyebarkan pesan keselamatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Kebiasaan mematuhi aturan di sekitar jalur kereta api diharapkan dapat membantu mencegah perilaku berbahaya dan menciptakan lingkungan perjalanan yang lebih aman.
Ia menambahkan, bantuan pendidikan merupakan investasi sosial jangka panjang yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lembaga penerima maupun masyarakat sekitar.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih baik, tetapi juga menumbuhkan generasi yang peduli terhadap keselamatan perjalanan kereta api. KAI ingin terus tumbuh bersama masyarakat, karena keselamatan dan keberlanjutan layanan transportasi membutuhkan kepedulian kita semua,” tutup Franoto.
Melalui program TJSL ini, KAI Daop 1 Jakarta berharap dukungan terhadap pendidikan dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun kesadaran keselamatan. Dengan fasilitas belajar yang lebih memadai dan pemahaman keselamatan sejak dini, generasi muda diharapkan memiliki kesempatan lebih baik untuk berkembang sekaligus menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.(tim)

.gif)