SERANG, KONTAK BANTEN — Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Fauzi mendorong agar edukasi kebencanaan, khususnya terkait mitigasi gempa bumi dan informasi meteorologi, klimatologi, serta geofisika, dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah di Provinsi Banten.
Usulan tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi bencana. Pasalnya, Banten memiliki potensi berbagai ancaman bencana sehingga masyarakat perlu memahami langkah mitigasi dan penyelamatan diri sejak dini.
Dorongan itu disampaikan Ahmad Fauzi saat menghadiri kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Serang di Kampus UPI Serang, Minggu (11/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti nelayan dan masyarakat Kota Serang.
Ahmad Fauzi Minta Edukasi Bencana Diperluas ke Sekolah
Ahmad Fauzi mengatakan, edukasi kebencanaan perlu menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat, terutama di daerah yang memiliki risiko bencana.
Menurutnya, pengetahuan mengenai ancaman gempa bumi dan langkah menghadapi situasi darurat tidak seharusnya hanya diberikan ketika terjadi bencana. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman secara berkelanjutan agar mampu mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi kondisi darurat.
“Ya, tentu saya sebagai anggota DPR RI dari Provinsi Banten, di mana Banten sangat rentan bencana, sangat mendukung betul kegiatan Sekolah Lapang ini,” katanya.
Ia menilai, Sekolah Lapang Gempa Bumi menjadi salah satu sarana untuk memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat mengenai potensi ancaman bencana di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami risiko bencana, meningkatkan kewaspadaan, serta mengetahui langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi diri dan orang lain.
“Dengan adanya Sekolah Lapang ini, masyarakat diberi bekal, diberi pengetahuan, diedukasi agar masyarakat siap siaga ketika nanti bencana itu terjadi,” ujarnya.
Materi Kebencanaan Diusulkan Masuk Kurikulum Pendidikan
Ahmad Fauzi menegaskan, pendidikan kebencanaan tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi atau pelatihan lapangan yang menyasar masyarakat dewasa.
Menurutnya, pelajar juga perlu mendapatkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana sejak dini agar memiliki pemahaman dasar tentang cara menghadapi gempa bumi maupun keadaan darurat lainnya.
Ia berharap BMKG dapat memperluas kegiatan edukasi kebencanaan ke berbagai sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK).
Selain melalui kegiatan sosialisasi, Ahmad Fauzi mengungkapkan bahwa Komisi V DPR RI telah mengusulkan kepada pimpinan BMKG agar materi terkait kebencanaan dapat dipertimbangkan untuk masuk dalam kurikulum pendidikan, terutama di daerah rawan bencana seperti Banten.
“Harapan Komisi V, kemarin sudah kita usulkan juga kepada Dir BMKG agar masalah BMKG bisa masuk ke dalam kurikulum sekolah. Terutama di daerah Banten ya,” tuturnya.
Ia berharap usulan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait agar pendidikan kebencanaan dapat diberikan secara terarah dan berkelanjutan.
Pelajar Diharapkan Memahami Mitigasi dan Penyelamatan Diri
Menurut Ahmad Fauzi, pembelajaran kebencanaan sejak dini dapat membantu siswa memahami tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Pengetahuan tersebut antara lain berkaitan dengan mengenali potensi ancaman di lingkungan sekitar, memahami prosedur evakuasi, mengetahui tempat yang lebih aman, serta mengikuti arahan petugas ketika terjadi keadaan darurat.
Dengan pemahaman yang baik, pelajar diharapkan tidak mudah panik dan mampu mengambil langkah penyelamatan sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Edukasi tersebut juga berpotensi memberikan manfaat lebih luas karena siswa dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada orang tua, anggota keluarga, dan lingkungan tempat tinggalnya.
Dengan demikian, pendidikan kebencanaan tidak hanya membentuk kesiapsiagaan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat secara lebih luas.
Sekolah Lapang Gempa Bumi Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat
Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi yang diselenggarakan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Serang menjadi salah satu upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ancaman gempa bumi dan pentingnya kesiapsiagaan.
Keterlibatan nelayan dan masyarakat Kota Serang dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan mengenai risiko bencana, khususnya bagi warga yang beraktivitas di wilayah pesisir.
Ahmad Fauzi berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk pelajar.
Ia menilai, peningkatan pengetahuan kebencanaan perlu dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak agar upaya mitigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kesadaran bersama.
Melalui penguatan edukasi kebencanaan di sekolah dan masyarakat, kesiapsiagaan menghadapi bencana di Provinsi Banten diharapkan semakin meningkat. Upaya ini sekaligus menjadi langkah untuk membangun generasi muda yang lebih memahami risiko bencana dan mampu menerapkan langkah penyelamatan secara tepat.

.gif)