KAB SERANG, KONTAK BANTEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mendapatkan alokasi 190 unit becak listrik dari program bantuan Presiden Republik Indonesia. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pengemudi becak berusia di atas 55 tahun, mantan pengemudi becak, serta penyandang disabilitas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN). Jumlah yang disetujui sebanyak 190 unit dari total 208 unit yang sebelumnya diajukan Pemkab Serang melalui kecamatan dan desa.
“Dari pengajuan 208, kita disetujui 190 yang sekarang didrop ini,” ujar Zaldi, Senin (19/10/2026).
Menurut Zaldi, bantuan becak listrik diharapkan dapat meringankan beban fisik pengemudi, khususnya mereka yang sudah lanjut usia dan masih mengandalkan becak manual untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Selain pengemudi berusia di atas 55 tahun, mantan pengemudi becak dan penyandang disabilitas juga menjadi kelompok prioritas penerima bantuan.
“Yang berumur di atas 55 tahun, walaupun nanti yang mengoperasikan bisa keluarganya, tergantung kondisinya. Terus mantan pengemudi becak, pelayanan angkutan kepada masyarakat, serta disabilitas juga diprioritaskan,” tuturnya.
Berpotensi Jadi Angkutan Wisata di Anyar dan Cinangka
Zaldi menjelaskan, pemanfaatan becak listrik tidak hanya ditujukan untuk membantu pengemudi becak di kawasan permukiman. Kendaraan tersebut juga berpotensi menjadi alternatif transportasi masyarakat di wilayah yang belum memiliki layanan angkutan memadai.
Salah satu kawasan yang dinilai berpeluang memanfaatkan becak listrik adalah Kecamatan Anyar dan Cinangka, yang memiliki sejumlah destinasi wisata pantai.
Menurut Zaldi, becak listrik dapat menjadi pilihan transportasi untuk mendukung mobilitas wisatawan, terutama di lokasi yang belum terjangkau layanan angkutan seperti ojek.
“Kebetulan di Cinangka dan Anyar itu tidak ada ojek di sana. Becak listrik ini bisa menjadi kendaraan angkutan untuk melayani daerah wisata,” katanya.
Selain kawasan wisata, sejumlah kecamatan lain juga mengusulkan bantuan serupa untuk mendukung transportasi masyarakat, terutama di sekitar pasar tradisional yang belum terjangkau layanan transportasi daring.
Dengan pemanfaatan tersebut, becak listrik diharapkan tidak hanya membantu penerima manfaat mencari nafkah, tetapi juga membuka peluang layanan transportasi lokal di sejumlah wilayah Kabupaten Serang.
Penyaluran Menunggu Jadwal Yayasan
Meski alokasi bantuan telah ditetapkan, Pemkab Serang masih menunggu jadwal resmi penyaluran dari YGSN pusat.
Zaldi mengatakan, calon penerima harus memenuhi persyaratan yang ditentukan yayasan. Persyaratan tersebut di antaranya kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP), batas usia, serta kriteria lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Setelah jadwal ditetapkan, penyerahan bantuan akan dilakukan melalui agenda peresmian secara simbolis dari pihak yayasan kepada pemerintah daerah. Selanjutnya, Pemkab Serang akan meneruskan becak listrik tersebut kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.
“Pendistribusiannya nanti menunggu jadwal dari Yayasan GSN Pusat. Nanti mereka berkeliling untuk peresmian simbolis menyerahkan ke Pemda, kemudian Pemda menyerahkan ke masyarakat,” pungkasnya.
Melalui bantuan 190 unit becak listrik ini, Pemkab Serang berharap pengemudi becak yang membutuhkan dapat memperoleh sarana kerja yang lebih ringan, sekaligus mendukung kebutuhan transportasi masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal.(TIM)

.gif)