Setiap manusia pasti pernah merasakan adanya kegagalan dalam
hidupnya. Jika itu terjadi pada diri kita mari sejenak sama-sama
merenungkan bagaimana situasi tersebut membentuk mental dan psikologis
kita. Harus diakui mental dan psikologis kita saat itu mengalami
keterpurukan. Pada situasi itu kita perlu untuk bangkit kembali dengan
cepat dan membutuhkan keberanian untuk menghadapi permasalahan yang
baru. Jika kita gagal dalam melakukan hal ini dengan baik, maka bisa
dipastikan setiap kali kita gagal dan jatuh akan membutuhkan waktu yang
lebih lama untuk bangkit kembali.
Sampai
disini saya pikir sifat tangguh memiliki peran yang besar dalam
membantu kita untuk keluar dari permasalahan yang sedang kita hadapi.
Keuntungan memiliki sifat tangguh tentu
saja
sangat membantu dalam menyangga mental dan psikologis agar jauh lebih
siap dalam meghadapi segala resiko yang kita hadapi. Banyak orang yang
enggan menjalankan hal-hal baru dalam hidupnya disebabkan mereka tidak
berani mengambil resiko, apa sebab? bisa jadi mereka tidak memiliki
sifat tangguh yang dibutuhkan.
Saat
ini manusia dihadapkan pada situasi ketidakpastian, tekanan hidup pun
semakin meningkat. Tidak ada jaminan bagi kita untuk mendapatkan
pekerjaan yang layak dan sesuai dengan keinginan kecuali kita terus
meningkatkan kualitas. Disamping itu memiliki ketahanan individu
merupakan pendorong bagi kita sebagai penyangga dari perubahan dinamis
ditempat kerja dan masyarakat secara umum. Sampai disini pertanyaannya
adalah bagaimana sifat tangguh ini dapat melekat dan menjadi bagian dari
kepribadian kita ?
Menjadi tangguh
memang tidak mudah, nyatanya banyak orang yang mudah frustasi dan putus
asa. Kasus bunuh diri menjelaskan bagaimana ketahanan individu mengalami
grafik yang menurun amat drastis sehingga resiko untuk bunuh diri
diambilnya agar permasalahan yang dihadapinya bisa terselesaikan,
walaupun sebenarnya tidak demikian, karena resiko bunuh diri pun akan
diminta pertanggungjawabannya oleh Yang Maha Kuasa. Mengapa menjadi
sulit untuk menjadi tangguh, karena ketangguhan adalah bicara tentang
bagaimana kita terus berusaha untuk mempertahankan usaha dan minat dalam
hidup kita. Dewasa ini, kita amat mudah untuk kehilangan minat untuk
terus meningkatkan kualitas diri kita. Selain itu kita amat mudah
melepaskan usaha yang sudah dilakukan karena merasa tidak memiliki
kemampuan. Padahal jika sedikit lebih ulet saja bisa jadi usahanya akan
berhasil.
Mengembangkan sikap tangguh
tentu saja membutuhkan proses dan praktek yang perlu diterapkan dalam
hidup kita. Hal ini bisa jadi bukan sesuatu yang nyaman buat kita tapi
harus dilatih. Bayangkan bahwa dalam hidup kadang kita menemui orang
yang dianggap tangguh, luar biasa bukan? Bagaimana cara kita
mendapatkannya? Kuncinya adalah kita terus mengembangkan
pemikiran-pemikiran optimis. Bisa dibandingkan bagaimana sikap-sikap
dari orang-orang yang berpikir pesimis dengan yang optimis. Bagi orang
yang pesimis, seperti tidak ada solusi yang bisa dilakukan dalam
menghadapi tekanan hidup, tipikal orang seperti ini akan sulit kita
melihat kegembiraan diraut wajahnya karena yang terlihat hanya kelesuan
dan kemuraman. Akan berbeda bagi orang-orang yang mampu mengembangkan
sikap-sikap optimis dalam praktek hidupnya. Sekalipun kehidupannya sulit
akan terlihat gairah dalam setiap langkahnya karena orang-orang seperti
ini menyadari bahwa ada potensi pada dirinya untuk dapat berkembang dan
mereka terus meningkatkan kualitas diri untuk menghadapi masalah hidup.
Orang-orang
yang selalu mampu mengembangkan sikap-sikap optimis, baginya sifat
tangguh adalah sebuah kebiasaan dalam menafsirkan rintangan sebagai
suatu hal yang hanya bersifat sementara dan dapat diubah. Masih ingat
kan ada ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa “sesudah kesulitan
ada kemudahan.” hal inilah yang mendorong orang-orang yang optimis untuk
selalu menjadi tangguh. Karena mereka amat memahami bahwa situasi
sebuah rintangan sesungguhnya dapat dirubah menjadi kemudahan jika itu
dilakukan dengan ketahanan individu yang mumpuni dan selalu belajar
memperbaharui diri.
Hal lain yag perlu
dimiliki dalam sifat tangguh adalah mengembangkan ketabahan.
Pertanyaannya adalah berapa besar ketabahan yang kita miliki ? Untuk
menjadi tabah tidak ada cara lain bahwa kita harus memiliki pendidikan.
Dengan pendidikan maka akan membantu pola pikir yang lebih baik dan
rasional dalam bersikap. Banyak orang yang sulit untuk lepas dari
kesulitannya disebabkan mereka tidak memiliki alternatif dalam sudut
pandangnya karena memiliki keterbatasan dalam sumber pengetahuannya.
Keterbatasan pengetahuan ini menyebabkan mereka tidak memiliki cara
untuk mengatasi masalah. Yang pada akhirnya mendorong mereka untuk
melupakan ketabahan yang harus mereka miliki karena rasa frustasi dan
putus asa lebih besar menghantui pikirannya. Ketabahan harus disertai
dengan iman dan keyakinan bahwa tantangan yang kita hadapi ini adalah
ujian yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Jika hal ini disadari dan
menjadi penghayatan dalam langkah hidup maka kemungkinan besar diri kita
akan selalu bermohon pertolongan kepada Yang Maha Kuasa. Memohon
pertolongan ini bukanlah kelemahan melainkan sebuah kekuatan iman yang
menyadarkan diri bahwa untuk menjadi tangguh maka kita harus meminta
kekuatan itu kepada Yang Maha Perkasa.







0 comments:
Post a Comment