![]() |
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman
|
JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum tetap mengesahkan Daftar Pemilih Sementara
menjadi Daftar Pemilih Tetap untuk Pemilu 2019 dalam rapat pleno. Namun,
KPU tetap mengakomodasi rekomendasi Badan Pengawas Pemilu dan pendukung
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang sebelumnya meminta penundaan karena
menemukan data ganda.
"Kami menetapkan rekapitulasi DPT nasional supaya bisa diberikan
kepada bapak ibu sekalian, namun dengan diberi catatan," kata Ketua KPU,
Arief Budiman, di Gedung KPU, Jakarta, Rabu, 5 September 2018.
Arief
menambahkan, lembaganya segera melakukan verifikasi dan penyempurnaan
data DPT sesuai dengan masukan Bawaslu dan koalisi parpol pendukung
Prabowo-Sandiaga.
"Jika ada yang harus disempurnakan, KPU dan Bawaslu kota mengundang
partai politik untuk menetapkan lagi perbaikan DPT di kabupaten dan
kota," ujarnya.
Komisioner KPU, Viryan Azis, menambahkan,
penyempurnaan DPT akan dilakukan selama 10 hari hingga 15 September
2018. Selanjutnya, KPU akan menggelar penetapan rekapitulasi DPT tingkat
nasional hasil perbaikan.
Hari ini, KPU menetapkan DPT sebanyak 185.732.093 pemilih dan 805.075
TPS di seluruh Indonesia. Jumlah pemilih laki-laki 92.802.671 dan
pemilih perempuan 92.929.422.
Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu
merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum untuk menunda rekapitulasi Daftar
Pemilih Tetap Nasional Pemilu 2019. Bawaslu memastikan rekomendasi itu
diterbitkan demi menjaga hak pilih di seluruh wilayah Indonesia Rekomendasi tersebut dilakukan atas hasil pengawasan dan analisis
Bawaslu terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT) Provinsi Pemilu 2019 yaitu,
masih banyak data ganda dalam DPT," kata Ketua Bawaslu, Abhan, saat
pleno rekapitulasi dan pemutakhiran DPT tingkat nasional di kantor KPU,
Jakarta, Rabu, 5 September 2018.
Dalam forum yang sama, Bawaslu juga langsung menyampaikan data ganda DPT by name by address kepada KPU untuk segera ditindaklanjuti.
"Bawaslu melakukan pencermatan data terhadap by name by address
dengan NIK DPT. Hasilnya, dari 76 kabupaten/kota (15 persen) yang sudah
melaporkan, terdapat pemilih ganda sebanyak 131.363. Bawaslu menilai,
jumlah pemilih ganda tersebut menunjukkan ketidakakuratan data pemilih
dan tidak berfungsinya Sidalih secara optimal," katanya.
Data
ganda juga ditemukan oleh koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga. Dan
diserahkan kepada KPU oleh Sekjen Partai Gerindra, PAN, PKS, dan
Demokrat.
Atas dasar itu, keempat sekjen meminta KPU untuk
melakukan klarifikasi. Dan partai pendukung Prabowo-Sandiaga siap
membantu. "Kalau perlu kita turun bersama atau bentuk tim bersama untuk
melakukan klarifikasi," kata Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani.







0 comments:
Post a Comment