![]() |
| Suasana acara penandanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Bawaslu Kota Serang dengan 19 Organisasi di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (13/3/2019). |
SERANG – Bawaslu Kota
Serang menggandeng sebanyak 19 organisasi untuk membantu pengawasan pada
Pemilu 2019. Selain mengawasi, Bawaslu berharap lembaga yang terdiri
dari lembaga keagamaan, mahasiswa dan juga para pemantau itu mampu
mengantisipasi terjadi kecurangan seperti money politic atau politik
uang pada Pemilu 2019.
Kerja sama tersebut dikukuhkan dengan
penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU)
di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (13/3/2019).
“Kita gandeng 19 lembaga ini tujuannya agar
mereka turut serta mengawasi proses Pemilu 2019,” kata Koordinator
Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kota Serang, Liah Culiah.
Dikatakan Liah, belajar dari Pilkada lalu,
politik uang masih menjadi potensi pelanggaran pada Pemilu 2019.
Padahal, pelanggaran tersebut masuk sebagai pelanggaran berat dengan
hukuman penjara.
“Untuk pemilu tidak jauh dari money politic karena itu kita perkuat pengawasannya,” ucapnya.
Kemudian, masih banyak peserta pemilu yang
belum mengindahkan peraturan. Dicontohkan Liah, masih belum tertibnya
peserta pemilu memberitahukan agenda kampanye kepada Bawaslu atau KPU.
“Banyak sekali caleg kurang aware terhadap
aturan yang dibuat. Misalnya mereka tahu kalau mau kampanye harus
bersurat itu tidak dilakukan. Itu hal sederhana yang mestinya dilakukan
tapi tidak dilakukan,” ujarnya.
Liah berharap MoU tersebut menjadi langkah
melakukan pencegahan pelanggaran. Organisasi masyarakat dapat ikut
berpartisipasi aktif dalam mengawal proses demokrasi lima tahunan itu.
Pada kesempatan yang sama, Bawaslu Banten,
Ali Faisal mengatakan seluruh tahapan punya potensi kerawanan, namun
yang dijadikan fokus penting terkait pendistribusian logistik seperti
mulai dari pola distribusi dari KPU ke PPK hingga ke TPS. “Baik arus
datang atau arus balik setelah pelaksanaan,” ucapnya.
Potensi rawan yang perlu diantisipasi juga
terkait proses perhitungan suara. Kata Ali, Bawaslu secara resmi punya
perangkat berjenjang hingga pemantau TPS. Akan tetapi, keterlibatan
masyarakat juga menjadi bagian penting suksesnya pengawasan.
“Kami harus dapat memastikan masyarakat
turut serta, dan itu yang kami sebut pengawasan partisipatif sehingga
semua proses dapat kita awasi,” ucapnya.







0 comments:
Post a Comment