Tak Biasa, 5 Wisata Ramadhan di Indonesia ini Banjir Pengunjung – Bulan
Ramadhan disambut oleh antusiasme umat muslim yang luar biasa. Bulan
yang hanya datang satu bulan dalam setahun ini memang penuh kemuliaan,
sehingga tidak mengherankan jika persiapan Ramadhan dilakukan secara
maksimal. Salah satu cara untuk menghidupkan bulan Ramadhan selain
berpuasa adalah dengan melakukan wisata Ramadhan. Tenang saja, kamu
tidak perlu khawatir dengan lokasi tempat wisata karena Mamikos akan
memberikan referensi mengenai 5 Wisata Ramadhan di Indonesia yang banjir
pengunjung. Selamat membaca.
Tempat Wisata Ramadhan
1. Wisata Ramadhan di Masjid Jogokariyan
Sudah bukan hal yang aneh lagi jika
Masjid Jogokariyan selalu kebanjiran jamaah ketika bulan Ramadhan tiba.
Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) adalah event tahunan yang selalu
dilaksanakan di masjid ini. Bahkan, sejak tahun 2004 acara KRJ tidak
pernah sepi pengunjung. Jika kamu tinggal di Yogyakarta atau sekitarnya,
cobalah menikmati suasana Ramadhan di Masjid Jogokariyan agar
Ramadhan-mu lebih berkesan dan bermanfaat.
Pada malam hari, dari jalan raya akan
terlihat kerlap-kerlip lampu yang menandakan lokasi masjid sudah dekat.
Selain itu, panitia Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga akan memasang
baliho serta spanduk di sepanjang jalan agar masyarakat mengetahui
berbagai macam agenda masjid.
Persiapan panitia yang matang, bahkan
memakan waktu hingga 4 bulan sebelum Ramadhan tiba ini memberikan hasil
yang maksimal pula. Sebagai pembuka Kampoeng Ramadhan Jogokariyan,
biasanya diselenggarakan Parade Bedug mengelilingi Yogyakarta.
Lalu, apa saja hal yang bisa kamu dapatkan setelah memilih wisata Ramadhan di Masjid Jogokariyan?
Agenda yang meriah dan menarik minat masyarakat adalah Pasar Sore di
sepanjang Jalan Jogokariyan. Karena peminatnya sangat tinggi, kegiatan
pasar sore seringkali membuat jalanan menjadi penuh dan macet. Tujuan
diadakannya pasar sore adalah untuk meningkatkan perekonomian warga
sekitar. Tanpa pungutan biaya apapun, minat ratusan pedagang untuk
berpartisipasi semakin tinggi.
Jangan lewatkan kegiatan iktikaf di
Masjid Jogokariyan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Kamu bisa
memilih untuk menginap secara full dan membayar biaya pendaftaran yang
sudah ditentukan pihak panitia. Fasilitas yang kamu dapatkan sangat
beragam, seperti makan untuk sahur, sajian berbuka puasa, ilmu baru dari
ustad yang kiprahnya di dunia dakwah sudah terkenal, makalah, tempat
menginap, serta teman baru. Jika tertarik, segeralah mendaftar karena
peminat kegiatan iktikaf selalu membludak, bahkan masyarakat dari luar
kota banyak yang tertarik dengan kegiatan ini.
Setiap sore di bulan Ramadhan, Masjid
Jogokariyan sudah menyiapkan lebih dari 1000 porsi menu makan berbuka
yang siap dinikmati para jamaah. Makanan berbuka tersebut disiapkan oleh
ibu-ibu dasawisma sekitar Masjid Jogokariyan secara bergiliran. Tenang,
lauk pauk yang disediakan akan bervariasi bergantung ibu-ibu yang
memasak, kok.
Bulan Ramadhan tidak akan lengkap tanpa
adanya shalat tarawih ala Madinah di Masjid Jogokariyan. Jangan mundur
dulu karena takut karena yang dimaksuda tarawih ala Madinah adalah
shalat tarawih dengan menyelesaikan 1 juz ketika shalat 11 atau 23
rakaat (bergantung kesepakatan jamaah).
Mulanya tarawih ala Madinah ini
mendapatkan protes, namun lama kelamaan para jamaah merindukan suasana
tarawih yang khusyu karena bacaan merdu imam membuat shalat tarawih
tidak terasa berat dan melelahkan.
Selain menyediakan fasilitas tarawih ala
Madinah, Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga menyediakan fasilitas
tarawih ala Gaza. Apa bedanya? Tentu suasana shalat tarawih akan jauh
berbeda dengan adanya imam syeikh yang berasal dari Palestina. Jadi,
kamu bisa menjalin silaturahmi dengan muslimdari tanah jihad Palestina.
Kamu tidak perlu takut konsentrasimu rusak karena shalat tarawih untuk
anak-anak akan dibedakan dengan lokasi tarawih orang dewasa.
Terdapat 8 lokasi tarawih yang sudah
dibagi oleh koordinator tarawih. Anak-anak pun akan dilatih untuk rajin
menabung serta dilatih berbagai macam kesenian, seperti musik religi,
drama Islami, pertunjukan teater, dan latihan untuk takbir keliling.
Jika kamu tinggal di sekitar Masjid
Jogokariyan, kamu tidak perlu khawatir dengan menu makan sahur sekalipun
kamu adalah anak kost yang sedang krisis uang. Kampoeng Ramadhan
Jogokariyan memberikan subsidi sahur berupa sembako yang akan dibagikan
pada masyarakay sekitar. Menjelang bulan Ramadhan, pihak panitia akan
membagikan subsidi sahur ini berdasarkan data sensus masjid yang sudah
dimiliki.
Sambil menunggu waktu berbuka puasa,
lesehan sore yang memberikan agenda seperti nasyid, dongeng anak, serta
ustad penceramah yang lucu. Jika datang ke Masjid Jogokariyan, kamu
tidak perlu was-was dengan sandal bermerk yang dipakai. Panitia masjid
memberikan garansi kehilangan sandal atau sepatu dengan merk yang sama
jika kamu datang melapor.
Ada pula acara angkringan Ramadhan yang
dilaksanakan pada malam hari. Jangan bayangkan angkringan di Masjid
Jogokariyan seperti angkringan pada umumnya karena saat Ramadhan tiba,
akan ada tokoh-tokoh besar yang datang untuk bercengkerama. Suasana
angkringan akan muncul pada sajian wedang anget dan cemilan lainnya.
2. Wisata Ramadhan Masjid Kubah Emas
Jika kamu seadang berada di Depok,
cobalah untuk menikmati suasana Ramadhan di salah satu masjid yang cukup
terkenal. Masyarakat sekitar Depok lebih mengenal Masjid Dian Al Mahri
dengan sebutan Masjid Kubah Emas karena kubahnya memang berwarna emas.
Selain menjadi lokasi ibadah umat muslim
di wilayah Depok, Masjid Kubah Emas menjadi tujuan wisata dari berbagai
wilayah di Indonesia. Area masjid yang cukup luas ditambah dengan
fasilitas memadahi pun turut menjadikan Masjid Kubah Emas sebagai
destinasi wisata Ramadhan yang patut dipertimbangkan
Masjid yang mendapat predikat sebagai
masjid paling megah se-Asia Tenggara ini bisa kamu jadikan lokasi wisata
Ramadhan. Dengan luas bangunan mencapai 8000 meter persegi, kamu tidak
akan bosan menjelajahi setiap sudutnya.
Gaya arsitektur bangunan masjid pun
sangat Islami dengan adanya hiasan dekoratif serta bagian halaman dalam,
gapura, dan minaret. Kamu juga tidak perlu khawatir akan
berdesak-desakan dengan jamaah lain ketika waktu buka puasa tiba karena
masjid ini mampu menampung hingga 20 ribu orang jamaah.
Bangunan masjid yang megah dan sangat
bagus didukung dengan kondisi di dalamnya. Kamu akan dibuat lebih nyaman
karena tidak ada penjual makanan, pengamen, serta pengemis. Meskipun di
sekitar masjid terdapat taman, namun jamaah tidak diperkenankan untuk
memasuki area tersebut demi menjaga keindahan taman.
Ingin menciptakan kenangan yang tidak
terlupakan? Manfaatkan jasa tukang foto di depan masjid yang hasil
pekerjaannya bisa langsung ditunggu.
3. Wisata Ramadhan Masjid Kakbah Subang
Tempat tinggalmu masih terletak di
sekitar Jawa Barat? Jika kamu tertarik, cobalah untuk melakukan wisata
Ramadhan ke Masjid At-Toyibah yang dikenal dengan Masjid Kabah Subang.
Arsitektur bangunan cukup unik karena dibuat menyerupai kakbah di Mekah.
Jadi, ketika datang ke sana kamu akan disambut dengan suasana seperti
sedang berada di tanah suci ketika melaksanakan haji atau umroh. Apa
keunikan Masjid Kakbah sehingga kamu perlu datang kesana?
Bangunan Masjid Kakbah seluas 2800 meter
persegi tidak memiliki kubah karena desainnya memang dibuat semirip
mungkin dengan kakbah yang terdapat di Mekah. Meskipun warna masjid
sangat mirip seperti kakbah, namun tidak ada kain penutup kiswah di
atasnya karena sudah diganti dengan cat tempok dan hiasan kaligrafi. Ada
pula replika Hijr Ismail pada sudut bangunan masjid.
Tidak mengherankan jika Masjid Kakbah
Subang dikunjungi banyak orang. Suasana di dalamnya yang sangat tenang
dengan dinding keramik serta lantai yang terbuat dari granit membuat
orang-orang semakin betah.
Masjid Kakbah Subang memang sengaja
dibangun karena pemiliknya sangat rindu dengan Mekah. Tidak mengherankan
jika untuk mengobati kerinduan tersebut bagian sekitar masjid juga
dibuat semirip mungkin seperti suasana kakbah di Mekah.
Terdapat miniature Bukit Shafa dan
Marwah di kompleks masjid. Ada pula maqam Ibrahin serta pemandangan
berbagai macam pohon palem. Rencananya, di sekitar kompleks masjid akan
dibangun bimbingan manasik haji. Jadi, kamu bisa mengunjungi masjid ini
sebagai destinasi wisata religi ketika Ramadhan nanti.
4. Wisata Ramadhan Masjid Raya Sumatera Barat
Masjid Raya Sumatera Barat sekilas
memiliki bangunan yang sangat mirip dengan rumah adat khas Minangkabau.
Namun, siapa sangka masjid yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman, Alai
Parak Kopi, Padang ini menjadi pusat ibadah bagi masyarakat sekitarnya?
Kegiatan Ramadhan berlangsung dengan baik di masjid, baik untuk
pelaksanaan ibadah shalat wajib, shalat sunnah, buka bersama, kegiatan
kajian, dan kegiatan lainnya. Jika kamu sedang berada di Padang,
sempatkanlah untuk mampir ke Masjid Raya Sumatera Barat untuk merasakan
beribadah di tempat yang bangunannya mirip rumah adat ini.
Sebagai masjid yang paling besar di
Sumatera Barat, masjid ini bisa menampung hingga 20.000 orang jamaah.
Lokasinya pun sangat strategis karena berada di pusat kota, sehingga
kamu bisa menggunakan angkutan kota untuk bisa mencapai Masjid Raya
Sumatera Barat.
Jangan khawatir dengan gempa ketika
sedang khusyu melakukan ibadah karena masjid ini mampu bertahan dari
goncangan gempa hingga 10 SR. Bahkan, masjid yang tidak jauh dari Pantai
Padang turut menjadi lokasi evakuasi tsunami dengan memanfaatkan lantai
2 dan 3 masjid.
5. Wisata Ramadhan Masjid Ampel Surabaya
Kamu ingin mencoba untuk melakukan
wisata Ramadhan di Surabaya? Jangan lupa menyempatkan diri untuk mampir
ke salah satu masjid yang cukup unik. Masjid yang dikenal dengan nama
Masjid Ampel Surabaya ini berlokasi di kawasan Embong Arab.
Di tepat ini, terdapat pusat penjualan
berbagai macam kurma, perlengkapan ibadah puasa, hingga perlengkapan
umat muslim untuk menunjang peribadatan. Masjid Ampel Surabaya akan
dibanjiri jamaah pada saat Ramadhan tiba. Bahkan, jamaahnya hampir
mencapai 7000 orang dari berbagai daerah dalam sehari.
Masih terdapat berbagai macam bukti
peninggalan bersejarah yang terjaga. Kamu bisa menyaksikan 16 tiang
utama masjid sepanjang 17 meter dan diameter 60 sentimeter yang terbuat
dari kayu jati. Meskipun kegiatan renovasi terus dilakukan, namun ciri
khas masjid tetap dipertahankan hingga saat ini.
Melalui desain bangunan masjid tersebut
pun kamu bisa mengetahui bentuk akulturasi budaya lokal dengan agama
Hindu dan Budha. Jika ingin melanjutkan ziarah makam wali, kamu bisa
langsung mengunjungi makam Sunan Ampel beserta kerabatnya di sebelah
masjid.









0 comments:
Post a Comment