Ketika telah meraih kesuksesan, kadang
seseorang lupa daratan. Ketika bisnis di puncak kejayaan, manusia pun
lupa akan kewajiban dari harta yang mesti dikeluarkan dan lupa untuk
saling berbagi. Semoga sajian singkat ini bisa memotivasi kita untuk
gemar berinfak dan memanfaatkan nikmat harta yang kita miliki di jalan
yang benar.
Harta Kita Hanyalah Titipan Ilahi Saudaraku
Perlu engkau tahu bahwa kesuksesan,
begitu pula harta yang Allah anugerahkan itu semua hanyalah titipan
dari-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
”Berimanlah kamu kepada Allah dan
Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah
menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara
kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang
besar.” (QS. Al Hadiid: 7)
Ayat ini jelas menunjukkan bahwa harta hanyalah titipan Allah karena Allah Ta’ala firmankah (yang artinya),
“Hartamu yang Allah telah menjadikan
kamu menguasainya.” Hakikatnya, harta tersebut adalah milik Allah. Allah
Ta’ala yang beri kekuasaan pada makhluk untuk menguasai dan
memanfaatkannya.
Kita sering mendengar atau membaca Berbagi itu indah. let’s share and care marilah kita berbagi dan peduli, We Care We Share.
Jauh sebelum istilah itu muncul,
Islampun mengajarkan kita untuk selalu berbagi, memberi, menolong, serta
membantu orang lain. Allah SWT berfirman:
“Kebajikan itu bukanlah menghadapkan
wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah
(kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang
dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang
yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan
hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang
yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam
kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah
orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 177)
Islam manganjurkan kita untuk selalu
berbagi. Berbagi merupakan kebaikan, merupakan sikap yang terpuji.Maka,
dalam hidup hendaknya kita saling berbagi dan peduli terhadap orang
lain. Berbagi tidak dapat dilepaskan dari peduli. Ya, Berbagi merupakan
kebaikan dan orang yang berbuat kebaikan akan dicintai oleh Allah Swt.
“(yaitu) orang-orang yang berinfak,
baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan
amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai
orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 134)
Pada bulan suci Ramadhan ini, semanga
orang untuk berbagi meningkat berkali-kali lipat, ada banyak factor yang
melatarbelakanginya. mulai dari factor kultur dimana pada bulan
Ramadhan orang-orang Indonesia terbiasa untuk lebih banyak berbagi,
menjadi lebih dermawan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dan juga ada
factor ganjaran pahala yang meningkat berkali-kali lipat ya.
Oleh karenanya sudah sepatutnya kita
menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai fase kita untuk belajar peduli
kepada sesama, dan kemudian setelah peduli, kita kemudian membagikan
rezeki yang kita peroleh kepada mereka yang membutuhkan, karena setiap
apa yang kita berikan InsyaAllah akan bermanfaat bagi mereka.







0 comments:
Post a Comment