![]() |
| Pemain Brasil merayakan kemenangan atas Paraguay yang membawa mereka lolos ke semi final Copa America 2019. (reuters) |
BRASIL – Status favorit yang disandang Brasil tidak lantas membuat
mereka menganggap remeh kala menghadapi Peru pada partai final Copa
America atau Piala Amerika 2019 di Stadion Maracana, Senin (8/7/2019)
pukul 03:00 WIB. Pelatih Brasil, Tite bahkan mengingatan anak asuhnya
untuk mengantisipasi setiap kejutan yang bisa dibuat Peru pada laga
nanti.
Apalagi Tim Samba dipastikan tanpa Willian akibat mengalami cedera
usai melawan Argentina di babak semifinal. Tite bahkan mengatakan bahwa
kemenangan telak 5-0 yang diraih Tim Samba atas Peru pada fase grup, 22
Juni lalu, bukan jaminan bagi timnya untuk bisa mengalahkan pasukan
Ricardo Gareca pada laga nanti.
“Peru sudah memperlihatkan peningkatan performa sejak kami kalahkan
di fase grup. Tidak banyak orang mengira mereka bisa melangkah sejauh
ini (babak final),” kata Tite jelang laga, seperti dikutip Reuters.
Selain itu, Tite juga mengungkapkan jika Peru bakal tampil jauh
berbeda dari fase grup pada laga nanti. Hal itu diungkapkan Tite saat
melihat pasukan Gareca mampu mengalahkan juara bertahan, Chili dengan
skor cukup telak 3-0 di babak semifinal.
“Saya pikir apa yang diperlihatkan Peru saat melawan Chili, jauh
berbeda dengan apa yang mereka tampilkan saat melawan kami di fase grup.
Anda tidak akan bisa mengalahkan tim yang penuh kejutan seperti Peru,
jika Anda tidak mengantisipasi itu,” tegasnya.
Pun, Tite tetap optimis pasukannya bisa mengantisipasi setiap
kejuatan yang bakal dibuat Peru pada laga nanti. Oleh karena itu, ia
bakal mensiasati absennya Willian pada laga nanti dengan kembali
mengandalkan Everton untuk menopang pergerakan Roberto Firmino sebagai
ujung tombak.
Namun tentu saja bekas luka kekalahan 1-7 dari Jerman pada partai
final Piala Dunia 2014 lalu, masih tetap menghantui publik tuan rumah.
Hantu itulah yang bisa dimanfaatkan oleh Peru demi memperlemah kekuatan
tuan rumah.
Selain itu, ambisi meraih trofi untuk ketiga kalinya di turnamen,
bakal menambah motivasi Jose Paolo Guerrero dan kolega untuk kembali
melewati berbagai kesulitan sekali lagi.
“Kami adalah tim yang tahu caranya mengatasi kesulitan. Ini hal yang
sangat bagus untuk untuk tim kami. Kekalahan melawan Brasil (di fase
grup red) akan menyakitkan bagi tim manapun. Tapi, kami mampu bangkit
usai hasil itu. Kami layak mendapatkan banyak pujian atas itu dan
sekarang kami ingin mengakhiri penantian panjang kami di turnamen ini,”
ungkap Gareca.
Penantian panjang yang dimaksud Gareca adalah ambisi meraih trofi
untuk yang ketiga kalinya di turnamen ini. Sebelumnya, Peru pernah
menjadi kampiun sebanyak dua kali, yakni pada edisi 1939 dan 1975 silam.
Namun sejak saat itu, tim dari negeri yang didominasi dengan pegunungan
tersebut, belum pernah lagi mencicipi trofi juara di Piala Amerika.
“Saya pikir tidak ada yang kami takutkan di turnamen ini. Kami datang
untuk melakukan yang terbaik dan memenangi setiap pertandingan,” tuntas
Guerrero.







0 comments:
Post a Comment