< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Realisasi Investasi Masih Didominasi Sektor Jasa

Kamis, 30 Januari 2020 | Kamis, Januari 30, 2020 WIB | Last Updated 2020-01-30T08:33:01Z

JAKARTA – Sejumlah kalangan meng­apresiasi realisasi investasi langsung periode Januari–Desember 2019 yang mencapai 809,6 triliun rupiah atau le­bih tinggi dibanding target yang ditetap­kan 792 triliun rupiah. Namun, investasi yang meningkat 12 persen dibanding­kan periode sama pada 2018 itu masih didominasi sektor jasa (tersier) sehingga menunjukkan kualitas yang rendah.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, mengatakan kontribusi sek­tor jasa sebesar 57,5 persen dari total investasi (lihat infografis) menunjukkan kualitas yang rendah. Harapannya ada­lah investasi masuk ke Indonesia itu se­harusnya lebih banyak ke sektor industri pengolahan dan pertanian, seperti di­ketahui dua sektor tersebut merupakan padat karya dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.
“Kalau masuk lebih banyak ke jasa ini artinya kualitas investasi yang dicip­takan tak sebanding dengan serapan te­naga kerja,” ujar Bhima saat dihubungi di Jakarta, Rabu (29/1).
Menurut Bhima, dengan banyaknya investasi yang masuk ke sektor jasa da­pat diartikan sifatnya lebih banyak ke sektor nonproduktif. “Kalau banyak ke jasa sayang sekali, karena jasa hanya pendukung bukan sektor utama motor ekonomi Indonesia,” jelasnya.
Peneliti Centre of Reform on Eco­nomics (Core) Indonesia, Piter Abdul­lah, mengatakan kenaikan investasi ti­dak selalu sejalan dengan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang lang­sung berpengaruh terhadap pertum­buhan ekonomi. “Catatannya adalah, selama ini investasi kita cenderung ma­hal, tetapi tidak efektif menciptakan ke­giatan ekonomi. Hal ini karena rasio In­cremental Capital Output Ratio (ICOR) terlalu tinggi,” ujar Piter.
Seperti diketahui, Kepala Badan Koor­dinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyatakan realisasi investasi periode Januari–Desember 2019 menca­pai 809,6 triliun rupiah atau lebih tinggi dibanding target yang ditetapkan 792 tri­liun rupiah, meningkat 12 persen diban­dingkan periode yang sama pada 2018.
“Pencapaian realisasi investasi perio­de triwulan IV Oktober hingga Desember 2019 sebesar 208,3 triliun rupiah, me­ningkat 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018,” kata Bahlil saat konferensi pers Realisasi Penanaman Modal Triwulan IV di Jakarta, Rabu.
Bahlil mengatakan peningkatan re­alisasi investasi di 2019 memperteguh komitmen BKPM untuk terus mengawal dan mengeksekusi investasi yang ada. Hal tersebut sesuai dengan amanat Presiden Jokowi. “Ini janji saya, jumlah realisasi investasi di 2019 akan mencapai target. Kami terus fokus pada investasi berkua­litas dan investasi yang menggandeng UMKM agar menciptakan multiplier ef­fects bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Realisasi investasi periode triwulan IV 2019 juga berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 330.539 orang, sehingga total penyerapan tenaga kerja di Tanah Air sepanjang 2019 sebanyak 1.033.835 jiwa.
Selama periode triwulan IV 2019, re­alisasi investasi Penanaman Modal Da­lam Negeri (PMDN) mencapai 103 tri­liun rupiah atau meningkat 18,5 persen dan realisasi investasi Penanaman Mo­dal Asing (PMA) mencapai 105,3 triliun rupiah atau meningkat 6,4 persen di­bandingkan dengan periode yang sama pada 2018.
Kepercayaan Asing
Dihubungi terpisah, ekonom senior, Ferry Latuhihin, berpandangan ada yang menggembirakan yakni besarnya Foreign Direct Investment sebesar 52,3 persen dari total investasi sepanjang 2019. Artinya, ada kepercayaan besar dari investasi asing pada iklim investasi di Indonesia. Namun, melihat sektor in­vestasinya yang masih didominasi jasa sebesar 57,5 persen maka sebenarnya masih banyak pekerjaan rumah terkait investasi manufaktur di dalam negeri.
“Memang serapan lapangan kerja sudah satu juta lebih dari 800 triliun ru­piah yang masuk, sudah lumayan. Tapi kalau jasa kan rantai nilainya pendek. Baik, tapi belum mendasar untuk me­nyelesaikan masalah kita,” kata Ferry.
Ferry menyinggung rencana Amazon yang akan masuk harus menjadi ujian bagi BKPM untuk mengawal secara per­sonal. “Banyak kasus insentif kita terlalu umum, saya ingin melihat Bahlil memi­liki tim yang kuat untuk jadi guide, men­dampingi secara personal investor kakap dari luar negeri di bidang manufaktur,” kata Ferry
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update