< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Tenaga Analis Data Masih Minim

Rabu, 19 Februari 2020 | Rabu, Februari 19, 2020 WIB | Last Updated 2020-02-19T09:32:16Z

JAKARTA - Era Revolusi In­dustri 4.0 yang ditandai den­gan perkembangan teknologi menghilangkan pekerjaan-pe­kerjaan. Di sisi lain, kebutu­han akan profesi baru sangat tinggi. Salah satunya profesi analis data. Hal ini dikatakan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/KaBRIN), Bambang Brodjonegoro, Selasa (18/2), di Jakarta.
Menurut Bambang, jum­lah analis data dalam negeri masih kurang. Di sisi lain, per­tumbuhan platform-platform digital sangat tinggi, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tenaga harus didatangkan dari luar negeri. Platform-platform digital berkembang cepat. Bahkan beberapa sudah men­jadi unicorn. Mereka berusaha keras mendapatkan SDM dari Indonesia. Namun, karena jumlahnya terbatas, akhirnya demi menjaga kelangsungan perusahaan, mereka terpaksa memakai tenaga dari luar.
Bambang yang berbicara dalam acara “National Data Science Challenge 2020” terse­but mengungkapkan, berali­hnya aktivitas masyarakat ke digital membuat kebutuhan tenaga analis data meningkat. “Maka, analis big data meru­pakan peluang yang harus segera disambut, meskipun pe­kerjaan tersebut masih relatif baru,” usul dia.
Ia menyatakan, tenaga ana­lis data sangat dibutuhkan swasta maupun pemerintah untuk membuat kebijakan. Menurutnya, hal tersebut bu­kan merupakan pekerjaan yang mudah karena menggu­nakan big data. Di antaranya, terkait preferensi dan perilaku masyarakat serta menelaah survei. “Big data ke depan akan sangat luar biasa gunanya. Ini akan jadi tambang emas masa depan. Kita berharap orang se­makin terbuka dengan profesi,” jelasnya.
Bambang menambahkan, para pelajar harus disiapkan untuk mengisi kekoson­gan tenaga analis. Tawaran institusi pendidikan saat ini, terutama ilmu-ilmu yang terkait profesi analis data harus ditingkatkan kualitasnya. Dengan begitu, data analis di Indonesia sema­kin canggih. Tidak hanya dalam menganalisis data, tapi juga bisa membuat penelaahan lebih tajam dan lebih tepat sasaran.
Gali Talenta
Sementara itu, Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja, menyebut kerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dalam penyelenggaran National Data Science Challenge 2020 dapat mem­bantu menggali dan mendu­kung talenta anak muda. Ia berharap peserta kompetisi lebih terlatih dalam memanfaatkan data untuk mendapat in­sight yang bisa memperkuat pengembangan ekonomi digi­tal dan penggunaan big data.
“Kami melihat industri teknologi digital berkembang sangat pesat, tetapi belum diim­bangi ketersedian tenaga yang mumpuni dan siap bekerja di industri,” tandasnya.  ruf/G-1
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update