< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Perkuat Penanganan Covid-19, BPKH Berikan Dana Bantuan Rp5 Miliar

Selasa, 24 Maret 2020 | Selasa, Maret 24, 2020 WIB | Last Updated 2020-03-24T05:56:46Z

JAKARTA-Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ikut memperkuat penanganan Covid-19 dengan memberikan dana bantuan sebesar Rp3 miliar untuk Rumah Sakit Haji Jakarta dan Rp 2 miliar untuk Rumah Sakit Syarif Hidayatullah.
"Dana itu diambil dari dana kemaslahatan hasil pengelolaan dana abadi umat," kata Kepala BPKH, Anggito Abimanyu di Jakarta.
Dana sebanyak Rp5 miliar tersebut nantinya akan dialokasikan untuk membeli masker, hazmat, dan sejumlah alat pelindung diri atau ADP sesuai kebutuhan kedua RS tersebut. Saat ini penanganan Covid-19 menjadi prioritas semua orang. Terutama tim kesehatan, harus didukung semua kalangan.
"Semakin melonjaknya tingkat penyebaran Covid-19 mengakibatkan penuhnya rumah sakit rujukan dan menipisnya peralatan medis, APD (Alat Pelindung Diri) dan fasilitas kesehatan yang tersedia. Untuk itu, rumah sakit dan tim kesehatan perlu kita bantu bersama-sama," katanya.
Saat ini Rumah Sakit Haji Jakarta dan Rumah Sakit Syarif Hidayatullah sudah diperintahkan oleh Menteri Agama, Fachrul Razi untuk bersiap menjadi tempat isolasi pasien positif Covid-19. Untuk itulah, segala persiapan terkait tim kesehatan menjadi penting.
"Sehingga ketika ada pasien di dua rumah sakit ini sudah siap menerima,” tutupnya.
Badan Pengelola Keuangan Haji bersama Badan Amil Zakat Nasional, dan Kementrian Agama Republik Indonesia juga sepakat akan membentuk posko Covid 19 dan mengoptimalisasikan anggaran guna pencegahan penyebaran virus corona di Indonesia.
Perusahaan di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada pemerintah, guna mencegah penyebaran virus corona. Peralatan uji cepat dan masker secara simbolik diterima Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
"Penyebaran virus yang cepat dan tak memilih korbannya mengingatkan kita akan pentingnya menggalang solidaritas dalam penanganan pandemi ini. Kami melihat Kementerian BUMN yang membawahi sejumlah entitas pelayanan publik mesti mendapatkan dukungan, kata Managing Director Sinar Mas, G.Sulistiyanto, Selasa (24/3).
Sulistiyanto yang mengkoordinasikan inisiatif ini menyatakan Pemerintah memfasilitasi mereka lewat relaksasi perizinan impor alat kesehatan guna penanganan pandemi yang lebih cepat, aman dan menyeluruh. Bantuan bertahap tersebut berbentuk peralatan uji cepat (rapid test kit), alat perlindungan diri (APD atau personal protective equipment), alat bantu pernapasan (ventilator), serta masker.
"Kami telah lama bersinergi dengan sektor usaha dalam aktivitas sosial dan filantropi, namun baru kali ini bekerja sama menghadapi pandemi. Penanganan bersama Covid-19 adalah ujian terbesar kebersamaan kami," jelasnya.
Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani berharap lebih banyak lagi sektor privat yang turut bergabung dalam donasi yang berlangsung secara bertahap. "Kami berharap, donasi berbagai perusahaan mampu menggalang pendanaan hingga sebesar Rp 500 miliar, akan sangat baik jika mencapai lebih dari itu," ujar Rosan.
Dia menyebut, perusahaan yang berkomitmen hari ini adalah Ciputra Group, First Resources Ltd., Mulia dan Wilmar International. Secara berkala pihaknya akan melaporkan perkembangan donasi kepada Presiden RI.
[idr]
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update