Thursday 12 March 2020

Upaya Komunitas Pers Indonesia Bertahan pada Era Digital


ari kanan ke kiri: Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan dan Ketua Forum Pemred Kemal E Gani saat menggelar konferensi pers di gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020
Dewan Pers bersama pemangku kepentingan lainnya membentuk Kelompok Kerja Keberlanjutan Media (Taskforce Media Sustainability) untuk menghadapi gelombang disrupsi (perubahan mendasar) digital.
Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh mengatakan perubahan bisnis media pada era digital merupakan hal yang wajar. Asalkan, kata dia, perusahaan media tetap mendapat keuntungan agar dapat menyajikan karya jurnalistik yang bagus.
Atas dasar itulah, Nuh mengatakan lembaganya menginisiasi pembentukan Kelompok Kerja Keberlanjutan Media yang terdiri dari berbagai organisasi jurnalis dan perusahaan media. Antara lain Forum Pemred, Aliansi Jurnalis Independen, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia dan Asosiasi Media Siber Indonesia.
"Di dalam dunia media, kata kuncinya itu meskipun berubah-ubah begitu, di mana kita bisa menghadirkan informasi yang mencerdaskan, menyehatkan, akurat, dan ada basis datanya atau dalam bahasa lain good journalism. Itu ruhnya ada di situ," jelas Muhammad Nuh di kantor Dewan Pers, Jakarta, Selasa (22/1/2020).
Adapun tugas dari Kelompok Kerja Keberlanjutan Media yaitu mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi media dan mengkaji keberlanjutan media-media di negara demokrasi seperti Inggris, Jerman dan Amerika. Kelompok ini juga diminta merumuskan prinsip-prinsip keberlanjutan media sesuai dengan Undang-undang Pers, termasuk mengusulkan inisiatif regulasi kepada pemerintah dan DPR.
Mereka juga rencananya akan mengundang raksasa digital yakni Google dan Facebook untuk berdiskusi soal keberlanjutan media di Indonesia.
Ketua Forum Pemred, Kemal E Gani mengatakan, hubungan bisnis antara media dengan raksasa-raksasa digital seperti Google dan Facebook, serta perusahaan agregator (pengumpul berita) selama ini terasa belum adil. Karena itu, ia berharap Kelompok Kerja Keberlanjutan Media dapat menjembatani hubungan yang adil antara media dengan raksasa digital dan agregator berita.
"Dan kalau ada hubungan bisnis, bagaimana itu bisa dilakukan dengan kalkulasi-kalkulasi yang fair juga. Selama ini kan tidak jelas, tahu-tahu kita setiap berapa bulan sekali dikirimi hasil iklan dari Google. Jumlahnya sekian, tapi kita tidak tahu bagaimana kalkulasi itu dilakukan," jelas Kemal Gani.
Kemal juga menyoroti maraknya berita yang bombastis dan kurang dapat dipertanggungjawabkan karena hanya ingin banyak dibaca publik dan mendapat keuntungan yang besar dari Google. Ia menyarankan kelompok kerja ini juga dapat menata berita-berita seperti itu agar jurnalisme Indonesia kembali bermutu dan tetap bertahan pada era digital.
Sementara itu Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pemerintah berencana membuat penanda terhadap media yang terdaftar di Dewan Pers. Harapannya, penanda ini dapat menjadi rujukan bagi pengiklan dalam memilih media yang berkualitas. Ia juga meminta kementerian, lembaga, BUMN dan pemerintah daerah agar beriklan di media-media yang sudah terdaftar di Dewan Pers untuk menjaga keberlanjutan media.
"Kami bisa menerbitkan semacam trust mark yang kita buat desain khusus algoritma yang bisa ditempelkan. Bisa berjenjang yang terdaftar, terverifikasi, kredibitas. Itu bisa kita buat," jelas Semuel.
Semuel juga siap memfasilitasi komunitas media untuk berkomunikasi dengan Google soal iklan jika natinya persoalan pendaftaran perusahaan media sudah selesai dilakukan Dewan Pers. Semisal dengan meminta Google hanya memberikan iklan kepada perusahaan media yang sudah terdaftar.
Namun, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan mengingatkan usulan regulasi yang akan disampaikan ke pemerintah dan DPR agar tidak bertentangan dengan Undang-undang Pers. Terlebih, kata dia, regulasi yang ada terkadang digunakan sejumlah pihak untuk mengkriminalisasi jurnalis seperti Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
"Regulasi baru yang dihasilkan jangan sampai berseberangan jalan dengan pers yang semangatnya membebaskan. Karena terus terang kita kurang percaya dengan pemerintah dan DPR soal regulasi. Misalnya bikin UU ITE, tapi dimasukkan pasal pencemaran nama baik. Itu kan pasal penyelundupan menurut kami," kata Manan.
Di samping soal keberlanjutan usaha, Manan juga berharap Kelompok Kerja Keberlanjutan Media dapat memunculkan sejumlah inisiatif dalam memajukan jurnalisme di Indonesia. Semisal kolaborasi bersama seperti platform Indonesialeaks yang digagas sejumlah media untuk meliput investigasi secara bersama.
Dampak Disrupsi Digital
Catatan AJI pada akhir 2019, menyebutkan dampak nyata dari disrupsi digital adalah makin sulitnya ekonomi media yang pada akhirnya mendorong efisiensi dan pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan media. Selain itu, migrasi secara penuh ke digital juga terus terjadi karena menyusutnya pembaca dan berkurangnya iklan media cetak.
Harian Kompas, media terbesar nasional dilaporkan membuka tawaran pensiun dini besar-besaran bagi karyawannya. Ini sesuatu yang jarang dilakukan sebelumnya. Meskipun diistilahkan sebagai pensiun dini, namun praktik pemberian pesangon kepada karyawan yang menerima tawaran tersebut sama seperti aturan Menteri Tenaga Kerja yaitu 2 kali Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK) plus ditambah 4 kali upah yang merupakan kebijakan internal dari Kompas.
Artinya, para karyawan yang menerima tawaran pensiun dini total mendapatkan pesangon 36,2 kali upah. Program pensiun dini Kompas juga dilakukan November 2019 lalu.
Pemangkasan karyawan juga dilakukan oleh televisi. Salah satunya Net TV. Meski pihak Net TV mengklaim bahwa perusahaan mereka semata-mata melakukan efisiensi dengan menawarkan karyawan untuk mengundurkan diri, tetapi fakta yang terjadi banyak pekerja media mereka yang akhirnya berhenti bekerja di Net TV.
Tawaran pengunduran diri banyak disampaikan perusahaan karena opsi ini lebih menguntungkan sebab perusahaan tidak memiliki kewajiban pembayaran pesangon kepada karyawan sesuai aturan Menteri Tenaga Kerja.
Tawaran pengunduran diri bagi karyawan, dan juga PHK, juga dilakukan beberapa perusahaan media lainnya, termasuk Beritagar.id. Mediaonline ini mem-PHK 17 karyawan awak redaksinya Oktober 2019 lalu. Beritagar.id juga beralih menjadi Lokadata.id. Media cetak yang akhirnya tutup dan beralih ke online adalah Tabloid Cek & Ricek. Media cetak media hiburan ini berakhir April 2019 lalu, setelah eksis selama 21 tahun.
Salah satu masalah lain yang juga dicatat AJI pada 2019 adalah soal pembayaran gaji pekerja media yang tertunda atau dicicildi sejumlah media. Beberapa media yang melakukan ini adalah Viva.co.id dan Harian Suara Merdeka.
Di Viva.co.id kasus pembayaran gaji yang tertunda atau dicicil akhirnya menginspirasi sebagian pekerja media setempat untuk berkumpul dan membentuk serikat pekerja. Efek positif dari terbentuknya serikat pekerja ini, pembayaran gaji karyawan yang sempat tertunda akhirnya menjadi lancar kembali. Sementara itu, situasi berbeda dialami pekerja media Suara Merdeka yang hingga saat ini masih terkendala pembayaran gaji yang masih dicicil atau diangsur oleh perusahaan.
Share:

0 comments:

Post a Comment

DISPORA PROVINSI BANTEN HARI PERS 2024

DISPORA PROVINSI BANTEN HARI PERS 2024

DINAS PEMDIDIKAN KOTA SERANG

DINAS PEMDIDIKAN KOTA SERANG

www.kontakbanten.co.id

www.kontakbanten.co.id

Segenap Crew PT Kontak Media Persada

Segenap Crew PT  Kontak Media Persada

SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN

SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN

Selamat Hari Pers 2024

Selamat Hari Pers 2024

Dinas Pendidikan Kota Serang ISRA MIRAJ 1445 h

Dinas Pendidikan Kota Serang ISRA MIRAJ 1445 h

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

PERTAMINA 2024

PERTAMINA 2024

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

SELAMAT HUT KORPRI 2023

SELAMAT HUT KORPRI 2023

KONTAK MEDIA GROUP

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

BAPENDA PROVINSI BANTEN HARI PERS 2024

PEMERINTAH BANYUWANGI

PEMERINTAH BANYUWANGI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

INFO CPNS DAN PPPK 2023 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

HARI KETERBUKAAN INFORMASI 2023

HARI KETERBUKAAN INFORMASI 2023

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

RESOLUSI TAHUN 2024

RESOLUSI TAHUN 2024

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

PEMERINTAH SUBANG JABAR

PEMERINTAH SUBANG JABAR

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

PEMERINTAH BIRIEUN ACEH

PEMERINTAH BIRIEUN ACEH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

PEMERINTAH JAWA TIMUR

PEMERINTAH JAWA TIMUR

PEMERINTAH JAWA TENGAH

PEMERINTAH JAWA TENGAH

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 78 2023

HUT RI KE 78 2023

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PEMERINTAH TANGERANG

PEMERINTAH TANGERANG

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support