Sabtu, 02 Juli 2022

Penyelesaian AKI/ AKB Membutuhkan Kolaborasi Pemerintah dan CSO

 


TANGERANG, ( Kontak Banten) - Kolaborasi dengan masyarakat sipil, terutama dalam penanganan kesehatan ibu dan anak dirasa strategis untuk dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Hal ini disebabkan, permasalahan kesehatan Ibu dan anak harus diselesaikan bersama semua pihak.

Demikian yang terungkap dalam lokakarya tata kelola pemerintahan kolaboratif yang dilaksanakan oleh USAID MADANI pada Jumat (1/6) di kantor BAPPEDA Kabupaten Tangerang.

Kegiatan turut dihadiri oleh Forum Sehat Gemilang dan dimoderatori oleh Direktur Perekat Demokrasi, Khoerun Huda.

“Kegiatan ini awalnya akan dilakukan pada tahun pertama, namun karena pandemi, maka baru dapat dilaksanakan saat ini,” terangnya.

Mengawali diskusi, Khoerun Huda menyampaikan, sebagai bagian instrumen demokrasi, keberadaan organisasi masyarakat sipil memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan di daerah.Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Taufik Emil menyampaikan bahawa Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat menaruh perhatian terhadap penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKB). Untuk itu, penurunan AKI dan AKB masuk dalam misi 2 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang tahun 2019-2023.

“Visi misi Kabupaten Tangerang yang menjadi concern selama tahun 2023 mendatang dalam bidang kesehatan, salah satunya adalah menurunkan AKI dan AKB,” kata Taufik.

Terkait upaya penurunan AKI-AKB, Pemkab Tangerang meluncurkan program Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pelayanan dasar dalam SPM terkait dengan penurunan AKI dan AKB, yaitu pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan bayi baru lahir.

Untuk mendukung itu, Pemkab membutuhkan sektor swasta, penduduk sipil, dan seluruh stakeholder yang berhubungan secara berkesinambungan dan kolaboratif.

Ketua Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FOPKIA) Kabupaten Tangerang, Atif menyampaikan bahwa pihaknya sebagai perwakilan dari salah satu masyarakat sipil telah berupaya untuk turut serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi dengan beberapa program kerja yang dilakukan olehnya.

Didukung oleh USAID MADANI, FOPKIA juga berusaha untuk meningkatkan kapasitas organisasi untuk memastikan bahwa kerja FOPKIA dapat lebih berdampak lagi kedepannya.

“Untuk penguatan legitimasi, kami membangun komunikasi dan hubungan dengan opd seperti dinkes, bappeda, dpmd, dp3a, kesbangpol, dan lain-lain. Selain itu juga membangun komunikasi dan hubungan dengan OMS di Kabupaten Tangerang. membangun komunikasi dan hubungan dengan swasta. konsolidasi.
penguatan berkelanjutan. kedepannya bisa merekrut yang muda-muda untuk membangun Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Sementara itu, Akademisi Tangerang, Endang Iryani menyampaikan bahwa antara pemerintah dengan akademisi dan masyarakat sipil sebenarnya memiliki keterkaitan indikator.

“Memiliki objek yang sama yaitu masyarakat, memiliki misi yang sama yaitu membangun masyarakat dan memiliki cita-cita yang sama yaitu masyarakat yang sejahtera,” papar Endang.

Terkait kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat sipil, Endang menyampaikan, beberapa pengalamannya dalam mendorong adanya peran serta masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan pembangunan.

“Yang kami gunakan dalam menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan teori ABCD (Asset Based Community Development), saat itu dalam permasalahan malaria, dan ternyata bisa untuk digunakan,” terangnya.

Didukung oleh USAID MADANI, FOPKIA juga berusaha untuk meningkatkan kapasitas organisasi untuk memastikan bahwa kerja FOPKIA dapat lebih berdampak lagi kedepannya.

“Untuk penguatan legitimasi, kami membangun komunikasi dan hubungan dengan opd seperti dinkes, bappeda, dpmd, dp3a, kesbangpol, dan lain-lain. Selain itu juga membangun komunikasi dan hubungan dengan OMS di Kabupaten Tangerang. membangun komunikasi dan hubungan dengan swasta. konsolidasi.
penguatan berkelanjutan. kedepannya bisa merekrut yang muda-muda untuk membangun Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Sementara itu, Akademisi Tangerang, Endang Iryani menyampaikan bahwa antara pemerintah dengan akademisi dan masyarakat sipil sebenarnya memiliki keterkaitan indikator.

“Memiliki objek yang sama yaitu masyarakat, memiliki misi yang sama yaitu membangun masyarakat dan memiliki cita-cita yang sama yaitu masyarakat yang sejahtera,” papar Endang.

Terkait kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat sipil, Endang menyampaikan, beberapa pengalamannya dalam mendorong adanya peran serta masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan pembangunan.

“Yang kami gunakan dalam menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan teori ABCD (Asset Based Community Development), saat itu dalam permasalahan malaria, dan ternyata bisa untuk digunakan,” terangnya.Sementara itu, Field Coordinator USAID MADANI, Diana Sonhaji, dalam arahannya menuturkan, USAID Madani telah melakukan program peningkatan kapasitas, legitimasi dan keberlanjutan OMS di 32 kabupaten/kota. Untuk di Kabupaten Tangerang, isu tematik yang diampu adalah terkait kesehatan ibu dan bayi baru lahir (KIBBL). Diana Sonhaji berharap, lokakarya ini bisa memunculkan inisiatif kolaborasi dengan berbagai pihak.

Perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Indri menyampaikan, telah ada kolaborasi antara Dinkes dengan FOPKIA.

“Dengan FOPKIA sendiri kami sudah bekerjasama, yang mana ini dibuktikan pada perbup nomor 128 tahun 2015, disana disebutkan ada fopkia,” terang Indri.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman kolaborasi tersebut, sangat terasa upaya untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada.“Merujuk pada peraturan tersebut, peran FOPKIA dan MKIA sudah bisa kami rasakan ketika ada kendala di lapangan,” ungkapnya.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

TV KONTAK BANTEN LIVE

DISHUB KOTA CILEGON

DISHUB KOTA CILEGON

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

PERKIM KOTA CILEGON HUT RI KE 77

PERKIM KOTA CILEGON HUT RI KE 77

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

TV KONTAK BANTEN STRIMING

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

TV KONTAK BANTEN

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

PANCASILA ADALAH NKRI

PANCASILA ADALAH NKRI

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support