Selasa, 15 November 2022

Cerewet di Media Sosial tetapi Miskin Ilmu dan Malas Baca

 


JAKARTA ( KONTAK BANTEN)   Sudah jadi rahasia umum bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. Bahkan secara global, UNESCO menempatkan Indonesia di urutan kedua dari bawah terkait  Literasi 

Data UNESCO menyebut, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya dari 1.000 orang Indonesia, cuma satu orang yang rajin membaca. Indonesia berada di urutan ke-60 dari 61 negara soal minat baca.

Menariknya, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara lain.

Apa karena "rak buku"?

Indonesia memiliki  perpustakaan  dengan jumlah terbesar kedua di dunia setelah India. Sayang, jumlah   perpustakaan   itu tidak sejalan dengan peningkatan minat baca masyarakatnya.

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando mengungkap bahwa jumlah infrastruktur perpustakaan  di Indonesia yaitu 164.610 unit. Sementara India yang berada di posisi pertama, memiliki infrastruktur  perpustakaan   323.605 unit.

Di balik ”pengakuan” itu, ternyata masyarakat Indonesia masih memiliki keterbatasan akses   perpustakaan   dan buku bacaan berkualitas.

Laporan Perpustakaan Nasional tahun 2020 menyebut, perpustakaan  yang ada di Indonesia saat ini baru mencapai 154.000 atau hanya 20 persen dari kebutuhan nasional.

Kekurangan perpustakaan itu di antaranya perpustakaan umum (baru 26 persen dari kebutuhan 91.000 pustakaan) dan  perpustakaan  sekolah (baru 42 persen dari kebutuhan 287.000 pustakaan).

Minimnya akses terhadap  perpustakaan  juga terasa hingga level kecamatan. Dari total kebutuhan 7.094   perpustakaan   kecamatan di seluruh Indonesia, baru terpenuhi 6 persen atau 600  perpustakaan  yang letaknya masih terpusat di Jawa.

Hal itu menyebabkan akses masyarakat terhadap  perpustakaan  dan buku di luar Jawa masih rendah. Belum lagi, tak semua  perpustakaan  punya kondisi yang bisa menarik minat masyarakat untuk datang dan berlama-lama membaca buku.

Ada  perpustakaan  dengan pelayanan dan kondisi sangat menarik serta membuat betah pengunjung. Namun, tentu tidak bisa dijumpai di pelosok.

Cerewet tanpa ilmu

Era digital juga jadi salah satu hambatan menaikkan minat baca masyarakat kita. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, tahun 2017, jumlah penduduk Indonesia yang terkoneksi internet mencapai 143 juta orang.

Terbukanya akses itu seharusnya membuka pintu bagi ratusan juta orang untuk mencari ilmu dan pengetahuan dengan membaca. Sayang, masyarakat kita kebanyakan tidak mengakses tulisan ilmu dan pengetahuan.

Masyarakat kita lebih suka mengakses media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube. Mereka hanya mencari konten-konten menghibur, bukan mendidik. Bahkan, konten hoaks pun mereka tonton. Padahal, mereka menghabiskan waktu hingga 8 jam lebih untuk berselancar di dunia maya.

Tidak heran jika masyarakat Indonesia berada di urutan ke-5 dunia sebagai netizen paling cerewet di media sosial. Laporan itu dibuat berdasarkan hasil riset Semiocast, lembaga independen di Paris.

Warga Jakarta tercatat paling cerewet menuangkan segala bentuk unek-unek di Twitter, lebih dari 10 juta tweet setiap hari. Bandung juga masuk dalam jajaran kota teraktif di Twitter di posisi enam.

Bisa dibayangkan, dengan ilmu yang minimalis, malas baca buku, tetapi sangat suka menatap layar gawai berjam-jam, ditambah paling cerewet di media sosial memgomentari ini-itu, tanpa melihat latar belakang masalahnya.

Tidak heran jika Indonesia jadi sasaran empuk provokasi, hoaks, dan fitnah. Kecepatan jari untuk langsung like dan share melebihi kecepatan otak menimbang dan mencerna. Padahal, informasinya belum tentu benar.

Hal-hal di atas tentu merupakan masalah serius bagi negara kita untuk berkembang menjadi negara maju karena semua negara maju memiliki minat baca tinggi.

Jepang, misalnya. Mereka tak mau melewatkan waktunya tanpa membaca. Kita bisa dengan mudah menemukan orang Jepang membaca buku, koran, majalah di kereta api atau di taman-taman kota.

Hal yang sama juga terlihat di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan sejumlah negara maju di Eropa. Bisa jadi, memang sejak awal lingkungan kita kurang mendukung kebiasaan membaca.

Seharusnya minat baca bisa ditumbuhkan sejak kecil di lingkungan keluarga. Hanya, sampai saat ini bisa dihitung, berapa banyak orangtua yang memperkenalkan buku pada anak-anaknya sejak kecil.

Bisa jadi, masalahnya karena harga buku yang relatif mahal atau memang masyarakat kita lebih suka menonton daripada membaca.***

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

STRIMING TV

PORTO FOLIO WEBSITE Silakan Isi Data

SELAMAT HUT GURU 2022

SELAMAT HUT GURU 2022

SUKSESKAN PORPOV JABAR

SUKSESKAN PORPOV JABAR

Sekretariat DPRD Kota Cilegon

Sekretariat DPRD Kota Cilegon

SELAMAT HUT KABUPATEN LEBAK BANTEN

SELAMAT HUT KABUPATEN LEBAK BANTEN

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

SELAMAT HARI JADI KABUPATEN BIMA

SELAMAT HARI JADI KABUPATEN BIMA

SELAMAT HUT KOTA TANGERANG SELATAN

SELAMAT HUT KOTA TANGERANG SELATAN

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

Pancasila Sakti 2022

Pancasila Sakti  2022

PANCASILA ADALAH NKRI

PANCASILA ADALAH NKRI

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support