Wednesday, 25 January 2023

Jokowi: Angka Stunting 14 Persen Di Tahun 2024 Harus Tercapai

 

Presiden Jokowi. (Ist)

JAKARTA ( KONTAK BANTEN) - menegaskan, saat ini semua negara sedang berkompetisi. Bersaing satu sama lain. 

Dia pun mencontohkan momen keakraban saat KTT G20. Meski berada dalam situasi penuh keakraban dan bersalam-salaman, seluruh negara G20 sebetulnya sedang berkompetisi.

Begitu juga di level ASEAN. Sekalipun rangkul-rangkulan, salam-salaman, hakekatnya tetap sama. Berkompetisi.

"Negara-negara saling berebut investasi, berebut teknologi. Kuncinya adalah sumber daya manusia yang berkualitas. SDM unggul. SDM yang berkualitas," kata Jokowi saat membuka Rakernas Program Banggakencana dan Penurunan Stunting di Auditorium BKKBN Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (25/1).

Presiden ke-7 RI itu pun menyinggung pernyataan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, yang menyebut lembaganya bertugas menjaga kualitas keluarga dan keseimbangan pertumbuhan. 

"Tugas BKKBN tidak mudah. Membangun sebuah keluarga yang berkualitas, itu tidak mudah. Tapi saya meyakini 1,2 juta penyuluh yang ada di BKKBN mampu melakukan itu," ucapnya.

Jokowi kembali menekankan, SDM unggul adalah kunci daya saing bangsa. Stunting di Indonesia, adalah PR besar yang harus diselesaikan. Ketika pertama kali Jokowi menjabat Presiden pada tahun 2014, angka stunting mencapai 37 persen. 

"Saya kaget. Tadi disampaikan oleh Dokter Budi Sadikin, saya kalau manggil Pak Menteri Kesehatan itu Dokter Budi. Karena, walaupun bukan dokter, tapi jadi Menteri Kesehatan. Sudah disampaikan Pak Menkes, tahun 2022, angka stunting saat ini turun menjadi 21,6 persen. Ini hasil kerja keras kita semua," papar Jokowi, disambut tepuk tangan para hadirin.

Jokowi menjelaskan, dampak negatif stunting tak hanya terbatas pada persoalan tinggi badan. Yang paling berbahaya adalah rendahnya kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental, dan memicu kemunculan penyakit kronis.

Karena itu, target menekan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024, harus tercapai.

"Saya yakin, dengan kekuatan kita bersama, semuanya bergerak, angka itu tidak sulit dicapai. Asalkan kita bekerja bersama-sama," tuturnya.

Jokowi menambahkan, di level ASEAN - dengan angka stunting 21,6 persen - Indonesia masuk papan tengah. Tetapi jika bisa mencapai 14 persen, posisi Indonesia berada sedikit di bawah Singapura.

Saat ini, lima provinsi dengan persentase stunting tertinggi adalah NTT, Sulbar, Aceh, NTB, dan Sultra.

Namun bila dihitung secara jumlah, lain lagi ceritanya. Lima provinsi yang mencatatkan jumlah kasus stunting terbanyak adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Banten. 

"Kalau kita punya data by name by address, kasus stunting ini akan lebih mudah selesai. Karena sasarannya jelas. Monitornya juga jelas. Yang bersangkutan harus diberi apa," jelas Jokowi.

Dia pun mencontohkan apa yang lihatnya di Sumedang, Jawa Barat. Aplikasi platform, terbukti bisa memonitor kebutuhan individu. Karena itu, Jokowi mendesak pengadaan aplikasi tersebut secara nasional.

Terlebih, jumlah balita kita saat ini terhitung banyak. Mencapai 21,8 juta. Sementara total Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berjumlah 10.200 dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 300 ribu. 

Kalau infrastruktur lembaga ini digerakkan dengan betul, kasus stunting menjadi lebih mudah untuk diselesaikan.

Hanya memang problemnya, Puskesmas tidak tersebar merata di seluruh Tanah Air. Ada yang 7 per kecamatan, ada yang 2, ada juga yang cuma 1.

Jokowi bilang, aspek pemerataan inilah yang perlu kita lihat. Termasuk, yang berkaitan dengan alat USG, timbang badan, dan pengukur tinggi badan.

"USG tuh harganya berapa? Anggaran Kemenkes berapa? Kan gede banget. Tahun ini, belikan semuanya, Kalau sudah 5.000, tinggal nambah 5.200, rampung semua. Timbangan digital, harganya berapa sih? Kan murah banget. Masak negara sebesar kita nggak bisa beli. Begitu juga alat pengukur tinggi atau panjang badan," papar Jokowi.

"Pak Menkes ini dulunya kan bankir. Soal hitung-hitungan uang, mestinya lebih pandai dari saya. Yang paling penting, tahun ini bisa diselesaikan semua," tegasnya.
Share:

0 comments:

Post a Comment

KONTAK MEDIA GROUP

KONTAK MEDIA GROUP

STRIMING TV

PORTO FOLIO WEBSITE Silakan Isi Data

SELAMAT HARI PERS 2023

SELAMAT HARI PERS 2023

SELAMAT HARI PERS 2023 PERS BEBAS

SELAMAT HARI PERS 2023 PERS BEBAS

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

BUKAN MAIN MAIN

BUKAN MAIN MAIN

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

KEMENTRIAN LUAR NEGERI

KEMENTRIAN LUAR NEGERI

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

RESOLUSI TAHUN 2023

RESOLUSI TAHUN 2023

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

Pancasila Sakti 2022

Pancasila Sakti  2022

PANCASILA ADALAH NKRI

PANCASILA ADALAH NKRI

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support