Thursday, 6 March 2025

PPDB Resmi Ganti Nama Jadi SPMB, Ini Alasannya

 


 JAKARTA KONTAK BANTEN - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tertuang dalam Peraturan Mendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan, penerapan kebijakan ini sebagai wujud evaluasi dan penyempurnaan dari kebijakan yang telah diterapkan sebelumnya, yakni Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

 “Sistem yang kami kembangkan ini, selain berdasarkan pada landasan konstitusional, juga melihat pelaksanaan PPDB 2017-2024 yang di dalamnya kami menemukan beberapa permasalahan untuk kita perbaiki,” kata Abdul Mu'ti di Jakarta Pusat pada Senin (3/3/2025).

 Mu'ti menyampaikan, ada tiga aspek mendasar pada permasalahan dan dampak PPDB yang berjalan sejak 2017 hingga 2024. Dia menuturkan, permasalahannya ada pada akademik, administrasi dan potensi penyimpangan.

 "Potensi penyimpangan proses seleksi kurang atau tidak akuntabel, transparansi proses PPDB yang lemah, kemudian tidak patuh pada petunjuk teknis pusat dan daerah," kata Mu'ti.

 Kemudian, penggantian istilah “peserta didik” menjadi “murid” merupakan upaya agar program Pemerintah ini lebih inklusif, mencakup peserta didik dari berbagai jalur dan latar belakang pendidikan.

 

SPMB bukan hanya mencakup sistem penerimaan murid, namun terdapat pembinaan, evaluasi, kurasi prestasi, fleksibilitas daerah, pelibatan sekolah swasta, dan integrasi teknologi,” kata Mu'ti.

 

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengapresiasi diterbitkannya aturan mengenai SPMB ini. Politisi Partai Golkar ini yakin, SPMB mampu mengatasi permasalahan pada era PPDB.

 

"Komisi X DPR akan  memastikan kebijakan SPMB, benar-benar memberikan akses pendidikan yang adil bagi semua anak Indonesia, tanpa diskriminasi," ujar Hetifah.

 

Namun, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengaku tidak yakin SPMB akan menuntaskan persoalan pokok dan klasik yang terjadi dalam PPDB.

 

"Setelah menyimak dan membaca paparan, termasuk Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB, P2G meragukan sistem yang diklaim baru ini," ujar Satriwan, Rabu (5/3/2025).

 

Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara selengkapnya dengan Satriwan Salim

 Kenapa Anda ragu SPMB dapat menyelesaikan permasalahan era PPDB?

 Kami ada lima catatan terkait topik ini. Antara lain, pertama, P2G dari awal meminta Pemerintah Pusat agar tetap mempertahankan secara substansi empat jalur PPDB (Zonasi, Prestasi, Afirmasi dan Perpindahan Orang Tua). Sebab, Wakil Presiden Gibran Rakabuming pernah mengatakan akan menghapus Jalur Zonasi dalam PPDB.

 Untuk itu, kami mengapresiasi, karena Pemerintah mempertahankan Jalur Zonasi, meskipun berganti nama menjadi Domisili. Bahkan, jalur afirmasi mendapat penambahan kuota menjadi 20 persen di SMP, dan 30 persen di SMA. Ini membuka peluang makin luas bagi anak keluarga miskin bersekolah di sekolah negeri.

 

Apa lagi catatan Anda?

 Kedua, meskipun ada penambahan Jalur Afirmasi, tapi Kemendikdasmen mengurangi Jalur Zonasi/Domisili menjadi 30 persen untuk SMA, yang sebelumnya 50 persen.

 Yang lebih mengejutkan, Jalur Prestasi justru bertambah menjadi 30 persen di SMA, dan 25 persen di SMP.  Penambahan Jalur Prestasi ini akan menciptakan kembali label "Sekolah Unggulan" atau "Sekolah Favorit" yang melahirkan ketimpangan pelayanan pendidikan bagi anak.

 Bagaimana dengan akses pendidikannya?

 Mengenai hal tersebut, SPMB belum sepenuhnya menjawab persoalan pokok dalam pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak tanpa kecuali, sebagaimana tujuan awal PPDB/SPMB. Ada tiga persoalan khas dalam PPDB/SPMB ini.

 Apa saja?

 Pertama, keterbatasan dan ketidakmerataan jumlah sebaran sekolah negeri, serta ketidakmerataan mutu sekolah di wilayah Indonesia. Ada wilayah yang sekolah negerinya tak mampu menampung calon siswa, karena ruang kelas terbatas. Namun sebaliknya, ada wilayah yang sekolahnya justru kekurangan murid. Bahkan, tidak ada murid yang mendaftar.

 Kenapa bisa seperti itu?

 Salah satunya, karena jarak antara sekolah negeri dan rumah siswa terlalu jauh, transportasi tidak memadai, akses jalan rusak, sehingga orangtua memilih sekolah/madrasah swasta dekat rumah.

 Kedua, kami menilai, selama ini persoalan sistem penerimaan murid baru di sekolah hanya menjadi isu satu kementerian saja, yakni Kemendikdasmen. Padahal, persoalan SPMB/PPDB menyangkut soal sebaran gedung sekolah, fasilitas sekolah, sebaran anak usia sekolah, dokumen Kartu Keluarga (kependudukan), akses infrastruktur jalan, moda transportasi, internet, pelibatan madrasah, dan lain-lain.

 Semua adalah isu yang seharusnya melibatkan lintas kementerian dan Pemda. Harusnya ada solusi komprehensif yang menjadi tanggung jawab lintas kementerian.

 Poin berikutnya?

 Poin ketiga, yakni masalah kecurangan dan pelanggaran hukum. Seperti pungli, jual beli kursi oleh oknum sekolah kepada calon orangtua murid, manipulasi data Kartu Keluarga, dokumen kependudukan, intervensi kepada panitia sekolah, bahkan kolusi antara oknum pihak sekolah dengan oknum pejabat daerah dan calon orangtua murid.

Share:

0 comments:

Post a Comment

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

SEGENAP CREW WWW.KONTAKBANTEN.CO.ID IDUL FITRI

SEGENAP CREW WWW.KONTAKBANTEN.CO.ID IDUL FITRI

SELAMAT IDUL FITRI 1446 H

SELAMAT IDUL FITRI 1446 H

MOHON MAAF LAHIR BATIN IDUL FITRI 1446 H

MOHON MAAF LAHIR BATIN IDUL FITRI 1446 H

Silakan Klik Kerja sama Publikasi

MOTO KAMI


Cermat Cerdas Tepat Dalam Informasi Menjadi Media Inpendent Berita Tanpa Intervensi

Unsur Pimpinan DPR RI 2024 2029

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 2025

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 2025

SELAMAT IDUL FITRI 1446 H

SELAMAT IDUL FITRI 1446 H

PT KONTAK MEDIA PERSADA GROUP KLIK

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA

IDUL FITRI 1446 H

IDUL FITRI 1446 H

SELAMAT IDUL FITRI 1446 H

SELAMAT IDUL FITRI 1446 H

SELAMAT IDUL FITRI 1445 H

SELAMAT IDUL FITRI 1445 H

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

BUMN PEDULI BANGSA

BUMN PEDULI BANGSA

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

IBU KOTA NUSANTARA

IBU KOTA NUSANTARA

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

BANGSA HEBAT PERS KUAT HPN 2025

BANGSA HEBAT PERS KUAT HPN 2025

INFO CPNS DAN PPPK 2025 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

PERKIM BANTEN SELAMAT GUBERNUR BANTEN 2025

PERKIM BANTEN SELAMAT GUBERNUR BANTEN 2025

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

HPN 2025 RESOLUSI TAHUN 2025 PERS LEBIH BAIK

HPN 2025 RESOLUSI TAHUN 2025 PERS LEBIH BAIK

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

HARI PERS NASIONAL 2025 AKU BANGGA JADI INSAN PERS

HARI PERS NASIONAL 2025 AKU BANGGA JADI INSAN PERS

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PEMERINTAH TANGERANG

PEMERINTAH TANGERANG

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support