Pandeglang KONTAK BANTEN – Ribuan warga di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini terisolasi setelah jembatan penghubung antardesa ambruk pada Sabtu (31/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa ini memutus total akses transportasi utama yang menjadi urat nadi perekonomian dan pelayanan publik di wilayah tersebut.
Jembatan yang terletak di ruas jalan Pari-Karoya, tepatnya di Kampung Cisaat, Desa Sinarjaya, memiliki dimensi panjang sekitar 8 meter dan lebar 5,5 meter. Selama ini, jembatan tersebut menjadi jalur vital bagi warga lima desa untuk menjangkau pasar, puskesmas, hingga pusat administrasi pemerintahan.
Kasi Pembangunan Kecamatan Mandalawangi, Iriyadi, mengungkapkan bahwa penyebab utama ambruknya jembatan adalah kerusakan struktur bangunan yang sudah berlangsung lama. Kerusakan serius awalnya terdeteksi pada bagian dinding penahan dan pondasi yang mulai keropos.
"Pondasinya memang sudah rusak parah. Ditambah beberapa waktu terakhir sering turun hujan, sehingga jembatan tidak kuat menahan beban dan akhirnya ambruk," ungkap Iriyadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu.
Ironisnya, tanda-tanda jembatan akan roboh sebenarnya sudah terlihat sejak dua tahun terakhir. Berdasarkan pengecekan teknis sebelumnya, kondisi pondasi jembatan dilaporkan sudah menggantung dan masuk dalam kategori sangat berisiko.
Hingga berita ini diturunkan, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh atau menunggu adanya jembatan darurat dari pihak terkait. Terputusnya akses ini dikhawatirkan akan menghambat distribusi logistik dan akses kesehatan darurat bagi ribuan jiwa di kawasan pedalaman Pandeglang tersebut.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah mitigasi cepat agar mobilitas warga kembali normal, mengingat peran strategis jembatan Pari-Karoya bagi mobilitas antarkecamatan di Kabupaten Pandeglang.







0 comments:
Post a Comment