KOTA SERANG KONTAK BANTEN Banjir yang menggenangi pelataran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota
Serang, Banten, pada Senin, tidak melumpuhkan pelayanan kesehatan,
meskipun sejumlah pasien harus digendong hingga dipapah oleh petugas
untuk masuk ke area lobi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, genangan
air setinggi mata kaki orang dewasa menutup akses halaman depan, sisi
kanan, dan kiri rumah sakit. Sejumlah pasien, terutama lansia dan
anak-anak yang hendak berobat, terlihat harus dibantu dan digendong oleh
petugas keamanan maupun tenaga medis untuk melintasi genangan air agar
tidak basah sebelum mendapatkan penanganan.
Wakil Wali Kota
Serang, Nur Agis Aulia, di Kota Serang, Senin, usai meninjau lokasi
memastikan bahwa air hanya menggenangi bagian luar dan tidak masuk ke
dalam gedung perawatan maupun ruang pelayanan medis.
"Kondisi
pelataran memang tergenang, tapi alhamdulillah tidak masuk ke dalam.
Jadi, pelayanan dan segala macam masih bisa dilayani, hanya akses
masuknya saja yang agak basah," ujar Agis.
Ia mengatakan banjir kali ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang membuat drainase tidak mampu menampung debit air. Sebagai solusi jangka panjang, Agis menyebutkan normalisasi Sungai Parung dan perbaikan drainase menjadi prioritas.
Ia mengatakan banjir kali ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang membuat drainase tidak mampu menampung debit air. Sebagai solusi jangka panjang, Agis menyebutkan normalisasi Sungai Parung dan perbaikan drainase menjadi prioritas.
"Jangka panjangnya normalisasi Sungai
Parung dan pengerukan. Tapi saat ini arahan Pak Wali Kota fokus pada
evakuasi, logistik makanan, dan kesehatan warga terlebih dahulu,"
katanya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kota Serang, Ahmad
Humariyadi, mengakui bahwa insiden air naik hingga ke pelataran rumah
sakit ini baru pertama kali terjadi. Biasanya, hujan deras hanya
menimbulkan genangan kecil di jalan akses.
"Ini kejadian pertama kali air sampai naik ke sini. Biasanya hanya di sana (jalan). Diduga karena saluran air (drainase) kecil dan hujan terus-menerus," kata Ahmad.
"Ini kejadian pertama kali air sampai naik ke sini. Biasanya hanya di sana (jalan). Diduga karena saluran air (drainase) kecil dan hujan terus-menerus," kata Ahmad.
Ia mencatat, jumlah kunjungan
pasien rawat jalan hari ini sedikit menurun menjadi 77 orang
dibandingkan hari biasa yang mencapai seratusan orang, akibat faktor
cuaca. Namun, ia menegaskan tidak ada pasien rawat inap yang dipulangkan
paksa akibat banjir.
Pihak RSUD saat ini telah melakukan upaya
darurat dengan membobok dan mengeruk saluran air yang tersumbat di
bagian belakang gedung untuk mempercepat surutnya air.







0 comments:
Post a Comment