Tangerang Selatan KONTAK BANTEN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan
(Tangsel), Provinsi Banten, kini bisa kembali melakukan pengiriman
sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, di Kota
Serang.
Pengiriman sampah tersebut dilakukan setelah adanya hasil evaluasi dan kesepakatan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat terkait pengelolaan bersama dalam penanganan sampah tersebut.
"Alhamdulillah masyarakat di sana (Taktakan) sudah bisa menerima dan mulai paling tidak kita sudah bisa melakukan lagi pengelolaan bersama sampah di Cilowong," kata Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di Tangerang, Jumat.Ia mengaku, bila proses kerja sama dalam pengelolaan sampah dengan Kota Serang sebelumnya sempat terhambat, pasalnya ada beberapa persoalan yang harus dievaluasi oleh pemerintah setempat sebagai penerima pengelolaan sampah bersama tersebut.
Namun, kata dia, setelah dilakukan pembahasan secara matang, proses pengiriman sampah ini dapat kembali dilakukan dengan ketentuan yang berlaku.
"Sempat terhenti lantaran mendapat penolakan dari warga Taktakan Serang," ucapnya.
Benyamin menuturkan, untuk saat ini pihaknya akan mengirim sampah kembali ke TPAS Cilowong dengan kuota ratusan ton sampah per harinya.Dimana, melalui kerja sama pengelolaan sampah ini dapat dilaksanakan pemenuhan kebutuhan kuota sampah di fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kota Serang.
"Saya berharap bisa 400 sampai 500 ton ke Cilowong per harinya. Karena bukan hanya sekedar itu, nanti itu untuk memenuhi PSEL Kota Serang itu sendiri sampai 1.000 ton," ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sempat mengalihkan pembuangan sampah sebanyak 200 ton ke tempat pembuangan di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pengalihan pembuangan sementara ke Cileungsi ini, dilakukan sebagai solusi dalam penanganan sampah di daerahnya itu setelah ada kebijakan Pemerintah Kota Serang yang menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel ke TPAS Cilowong.
"Ke Cileungsi ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel," ucapnya.Ia menyebut, pemerintah daerah Kota Tangsel berkomitmen akan terus mencarikan solusi terhadap permasalahan samah ini, pasalnya pihaknya juga masih tengah terus berupaya untuk menjalani kerjasama pengelolaan tersebut bersama pemerintah Kota Serang.
"Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemkot Tangsel tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara," paparnya.
Ia menjelaskan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya dan tidak akan dibebankan kepada masyarakat. Benyamin melihat situasi ini sebagai momentum bagi Pemkot Tangsel untuk mengevaluasi sistem secara fundamental agar tidak terus bergantung pada kerja sama antar-daerah yang bersifat darurat.
"Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah," kata dia.
Pengiriman sampah tersebut dilakukan setelah adanya hasil evaluasi dan kesepakatan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat terkait pengelolaan bersama dalam penanganan sampah tersebut.
"Alhamdulillah masyarakat di sana (Taktakan) sudah bisa menerima dan mulai paling tidak kita sudah bisa melakukan lagi pengelolaan bersama sampah di Cilowong," kata Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di Tangerang, Jumat.Ia mengaku, bila proses kerja sama dalam pengelolaan sampah dengan Kota Serang sebelumnya sempat terhambat, pasalnya ada beberapa persoalan yang harus dievaluasi oleh pemerintah setempat sebagai penerima pengelolaan sampah bersama tersebut.
Namun, kata dia, setelah dilakukan pembahasan secara matang, proses pengiriman sampah ini dapat kembali dilakukan dengan ketentuan yang berlaku.
"Sempat terhenti lantaran mendapat penolakan dari warga Taktakan Serang," ucapnya.
Benyamin menuturkan, untuk saat ini pihaknya akan mengirim sampah kembali ke TPAS Cilowong dengan kuota ratusan ton sampah per harinya.Dimana, melalui kerja sama pengelolaan sampah ini dapat dilaksanakan pemenuhan kebutuhan kuota sampah di fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kota Serang.
"Saya berharap bisa 400 sampai 500 ton ke Cilowong per harinya. Karena bukan hanya sekedar itu, nanti itu untuk memenuhi PSEL Kota Serang itu sendiri sampai 1.000 ton," ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sempat mengalihkan pembuangan sampah sebanyak 200 ton ke tempat pembuangan di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pengalihan pembuangan sementara ke Cileungsi ini, dilakukan sebagai solusi dalam penanganan sampah di daerahnya itu setelah ada kebijakan Pemerintah Kota Serang yang menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel ke TPAS Cilowong.
"Ke Cileungsi ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel," ucapnya.Ia menyebut, pemerintah daerah Kota Tangsel berkomitmen akan terus mencarikan solusi terhadap permasalahan samah ini, pasalnya pihaknya juga masih tengah terus berupaya untuk menjalani kerjasama pengelolaan tersebut bersama pemerintah Kota Serang.
"Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemkot Tangsel tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara," paparnya.
Ia menjelaskan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya dan tidak akan dibebankan kepada masyarakat. Benyamin melihat situasi ini sebagai momentum bagi Pemkot Tangsel untuk mengevaluasi sistem secara fundamental agar tidak terus bergantung pada kerja sama antar-daerah yang bersifat darurat.
"Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah," kata dia.







0 comments:
Post a Comment