![]() |
LEBAK KONTAK BANTEN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Hunian Sementara (Huntara) Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, pada 2–14 Februari 2026.
Melalui kegiatan ini, BEM Banten Bersatu mengusung tema “Merawat Harapan, Membangun Kembali Kehidupan” sebagai wujud komitmen mahasiswa untuk hadir, berkontribusi, dan membersamai masyarakat pascabencana banjir bandang tahun 2020.
Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto mengatakan pihaknya memfokuskan pengabdian masyarakat pada dua program utama, yakni pembangunan Taman Baca Masyarakat (TBM) dan revitalisasi bangunan Majelis Taklim.
“Kami merancang dua program ini sebagai upaya pemulihan sosial, pendidikan, dan spiritual masyarakat Huntara yang selama ini hidup dengan keterbatasan sarana dan prasarana,” kata Bagas kepada awak media, Kamis (5/2/2026).
Bagas menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar aksi simbolik, melainkan wujud nyata tanggung jawab moral dan sosial mahasiswa terhadap masyarakat yang masih berjuang menata kembali kehidupan.
“Kami ingin menghadirkan ruang belajar, ruang ibadah, dan ruang harapan. Taman baca menjadi pintu masa depan anak-anak, sementara Majelis Taklim menjadi pusat penguatan nilai, kebersamaan, dan spiritualitas masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, BEM Banten Bersatu bersama warga Huntara Cigobang melakukan gotong royong pembangunan dan perbaikan fasilitas, pendampingan edukasi anak-anak, serta penguatan interaksi sosial antarwarga.
“Kami juga melibatkan tokoh masyarakat, pemuda setempat, dan berbagai pihak yang peduli terhadap pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana,” ungkapnya.
Bagas menambahkan, melalui program ini, BEM Banten Bersatu berharap Taman Baca Masyarakat dapat tumbuh sebagai pusat literasi berkelanjutan. Selain itu, Majelis Ta’lim kembali berfungsi sebagai ruang ibadah, pendidikan keagamaan, dan silaturahmi warga.
“BEM Banten Bersatu menegaskan komitmen untuk menghadirkan gerakan mahasiswa yang tidak hanya kritis dalam wacana, tetapi juga solutif melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk merawat harapan dan membangun kembali kehidupan yang lebih bermartabat,” tutupnya.







0 comments:
Post a Comment