“Pemerintah telah menyiapkan fasilitas melalui Sekolah Rakyat (SR). Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu terus diperluas. Kami pastikan Agista dan kakaknya kembali sekolah,” ujar Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Rabu.
Instruksi itu disampaikan usai Gubernur mengunjungi kediaman Agista Saputri (10) di Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Selasa (17/2).
Ayahnya, Roni Hidayatna (45), bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan sekitar Rp350.000 per minggu dan tinggal bersama keluarga di hunian semipermanen berukuran 4x4 meter.
Gubernur menegaskan, kasus tersebut menjadi peringatan bagi aparatur wilayah untuk tidak menunggu laporan, melainkan aktif turun ke lapangan memastikan hak dasar warga terpenuhi.
“Jika ditemukan persoalan serupa, segera koordinasikan dan selesaikan. Jangan memandang asal daerah mana pun, selama mereka adalah Warga Negara Indonesia (WNI), kita memiliki kewajiban untuk membantu,” ujarnya.
Langkah ini, menurut Gubernur, merupakan mandat pelayanan publik yang harus dijalankan hingga level kecamatan dan kelurahan, termasuk melalui pendekatan langsung ke masyarakat untuk mendeteksi kasus serupa.
Sementara itu, Roni Hidayatna menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi keluarganya.
"Tadi diarahkan agar anak-anak sekolah lagi di SR. Proses administrasinya juga sedang diurus oleh petugas. Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Gubernur Andra Soni,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Banten menegaskan komitmen untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta memastikan kendala administrasi tidak menghambat pemenuhan hak dasar warga.







0 Post a Comment:
Post a Comment