![]() |
| Muhammad Zian Fahrezi saat tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Kota Bima pada Selasa, 10 Februari 2026. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Bima |
MATARAM KONTAK BANTEN Muhammad Zian Fahrezi, qari cilik asal Kota Bima, NTB, berhasil meraih Juara 1 kategori anak-anak pada ajang MTQ Internasional Al-Ameed ke-3 Karbala, Irak tahun 2026.
Prestasi tersebut mengantarkan nama Indonesia ke posisi terhormat dalam kompetisi tilawah tingkat dunia, sekaligus menghadirkan kebanggaan bagi masyarakat Bima.
Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Al-Ameed berlangsung sejak 22 Januari hingga 6 Februari 2026, bertepatan bulan Syaban 1447 Hijriah. Atabah Huseiniyah menginisiasi kegiatan tersebut dengan menghadirkan peserta dari berbagai negara.
Kepulangan Zian pada Selasa, 10 Februari 2026, membawa suasana haru bagi warga Kota Bima. Masyarakat menyambutnya di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin dengan penuh antusias.
Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, S.H., turut hadir secara langsung untuk memberikan apresiasi atas keberhasilan Zian. Selanjutnya, penyambutan itu mencerminkan dukungan kuat pemerintah daerah terhadap generasi muda berprestasi bidang keagamaan.
Rekam Jejak Prestasi dan Latar Belakang Keluarga
Ayah Zian meraih Juara 2 MTQ anak-anak Palangkaraya, Juara 3 MTQ Bengkulu, serta Juara Harapan 3 tingkat remaja Banten. Pengalaman tersebut membentuk metode latihan yang disiplin dan terarah bagi Zian, mulai dari penguatan makharijul huruf, pendalaman tajwid, hingga penguasaan variasi lagu tilawah.
Selain itu, peran keluarga semakin kuat dengan kehadiran sosok kakek, Tuan Guru Haji Ramli Ahmad, qori internasional asal Kota Bima yang wafat pada 2021. Nilai ketekunan, adab membaca Al-Qur’an, serta semangat menjaga kualitas bacaan menjadi warisan penting dalam proses pembinaan Zian.
Rangkaian prestasi tersebut memperlihatkan proses panjang yang terstruktur, dukungan keluarga yang konsisten, serta kemampuan yang terus berkembang.
Keberhasilan Zian Fahrezi menegaskan, potensi besar generasi muda Kota Bima dalam kancah MTQ internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia pada ajang tilawah dunia. (*)
Sebelum meraih Juara 1 MTQ Internasional Irak 2026, Zian telah mencatat pengalaman global lain. Pada MTQ Internasional Mazamir Daud Aljazair 2024, ia meraih Juara IV setelah melewati seleksi ketat.
Pada Ramadan 2024, salah satu stasiun televisi Iran mengundangnya untuk mengisi program tilawah setelah rekaman bacaannya viral media sosial. Selain itu, unggahan sang ayah saat Zian berusia delapan tahun menjadi titik awal perhatian publik terhadap bakatnya.







0 Post a Comment:
Post a Comment