< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Forum Pemuda Lintas Agama Tangerang Gelar Diskusi Demokrasi & Penegakan Hukum

Saturday, 24 December 2016 | Saturday, December 24, 2016 WIB | Last Updated 2016-12-24T12:37:42Z

Forum Pemuda Lintas Agama Tangerang Gelar Diskusi Demokrasi & Penegakan Hukum 

Tangerang-Menjaga dan merawat kebhinekaan Indonesia perlu terus dilakukan terlebih ditengah situasi kebebasan mendapatkan informasi di era internet dan media sosial.Setiap warga negara harus pandai memilih dan memilah informasi yang tersebar serta tidak mudah terhasut oleh berbagai isu yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara serta kerukunan umat beragam di Indonesia. Rois Maliki, Ketua Forum Pemuda Lintas Agama Kabupaten Tangerang disela-sela acara diskusi publik bertajuk Demokrasi dan Penegakan Hukum yang berlangsung di Islamic Center, Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (23/12/2016). Dikatakan Rois, fenomena yang terjadi di Jakarta pada akhir tahun 2016 ini berdampak secara langsung kepada masyarakat di daerah, salah satunya di Kabupaten Tangerang. Padahal persoalan yang sesungguhnya adalah persoalan suksesi kepemimpinan di DKI Jakarta, namun karena peran dari media terutama media sosial, fenomena di Jakarta bermuara pada persoalan politik dan sosial yang dapat berdampak luas pada berbagai hal yang dapat mengganggu tatanan kehidupan berbangsa bernegara. "Acara ini untuk membuka wawasan bahwa proses demokratisasi perlu mengedepankan ketaatan dan kepatuhan pada hukum, sementara aktivitas arus informasi di media sosial saat ini kerap berdampak negatif," kata Rois. Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Dr. Reza Heryadi, M.Si, pengamat politik Universitas Indonesia, Mathias Hadiputro, Pendeta Gereja Kristen Jawa Tangerang, I Nyoman Suwaste, Parisada Hindu Provinsi Banten, yang dimoderatori Rouf Qusyhaeri. Dalam pemaparannya, Dr. Reza Heryadi, M.Si, mengatakan saat ini demokrasi sebagian besar masih dipahami sebagai kebebasan politik, sehingga memunculkan eforia kebebasan dengan bermunculan berbagai organisasi, partai politik maupun mengemukakan pendapat di ruang publik. Padahal, tambah Reza, selain kebebasan politik ada nilai-nilai universal lain dalam demokrasi yang perlu dipraktikkan diantaranya   kebebasan dan partisipasi, mekanisme pemilu, kesamaan dimuka hukum dan pemerintahan, aturan hukum (rule of law), kesempatan publik melakukan pengawasan."Demokrasi tanpa penegakan hukum hanya mengarah pada anarki," ujarnya yang juga mengatakan bahwa saat ini di Indonesia masih terjadi persoalan serius soal pemahaman dan ketaatan pada hukum. Masih kata Reza, negara-negara maju yang lebih awal menerapkan sistem demokrasi pun pada akhirnya menyadari hal ini dengan menempatkan aspek-aspek hukum sebagai kerangka untuk membangun peradaban politiknya. Sementara narasumber lainnya, Mathius Hadiputro menekankan pentingnya perilaku dan moralitas untuk membangun kemaslahatan hidup bersama. Perilaku dan moralitas ini lebih penting daripada sekedar berdebat soal dogma agama. "Kita saat ini sebagian besar masih sibuk berdebat soal dogma padahal dalam dunia ini masih penuh dengan ketidakadilan, kekerasan dan lain-lain, sehingga energi kita lebih berguna untuk menyelesaikan hal-hal tersebut," ujarnya Hal senada diungkapkan I Nyoman Suwaste yang memaparkan bahwa hidup harus senantiasa menebar kasih sayang untuk kebahagiaan dan kesejahteraan sesama umat manusia. Kegiatan diskusi ini diikuti secara antusias oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang organisasi kepemudaan dan keagamaan di Kabupaten Tangerang, seperti Gerakan Pemuda Ansor, Banser, Muslimat NU, serta organisasi kepemudaan Kristen, Hindu, Katolik dan Budha.


Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update