< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

Tersebar di 28 Kecamatan, 212 Desa Masih Tertinggal

Thursday, 15 December 2016 | Thursday, December 15, 2016 WIB | Last Updated 2016-12-15T12:43:49Z
LEBAK, (KB).-Desa dengan status tertinggal di Kabupaten Lebak  masih cukup tinggi. Dari sebanyak 340 desa, 212 desa di antaranya masih berstatus desa tertinggal. Hal itu berdasarkan indeks desa membangun tahun 2016 yang ada pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Lebak. Sekretaris BPBD Lebak, Hakim mengatakan, berdasarkan data indeks desa membangun tahun 2016, jumlah desa tertinggal di Lebak dari 28  kecamatan dan 340 desa, status 212 desa di antaranya merupakan desa tertinggal dan 41 desa lainnya statusnya sangat tertinggal. Sementara untu desa dengan status maju dan berkembang jumlahnya sebanyak 87 desa. ”Dari jumlah seluruh desa, untuk desa dengan status mandiri masih nol,” kata Hakim, Selasa (13/12/2016).Ia mengatakan, jumlah desa dengan status tertinggal paling banyak yaitu di Desa Cibeber sebanyak 19 desa dari total 22 desa,  dan desa dengan status hanya tertinggal terbanyak terdapat di Kecamatan Panggarangan sebanyak 5 desa. Untuk desa yang statusnya berkembang dan maju yang paling banyak terdapat di daerah yang cenderung masih perkotaan, yaitu Warungunung, Banjarsari, Malingping, Maja dan Rangkasbitung. ”Desa tersebut cenderung maju dan berkembang, mungkin karena di tunjang potensi wilayahnya,” ujarnya. Menurut dia, Pengembangan Indeks Desa Membangun (IDM) didedikasikan untuk memperkuat pencapaian sasaran pembangunan prioritas sebagaimana tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015–2019, yaitu mengurangi jumlah desa tertinggal dan meningkatkan jumlah desa mandiri sedikitnya 2.000 desa pada tahun 2019. Tujuannya yang dicapai nantinya yaitu meliputi aspek ketahanan sosial, ekonomi dan ekologi. Sehingga indeks ini difokuskan pada upaya penguatan otonomi desa melalui pemberdayaan masyarakat.”Pemberdayaan masyarakat desa inilah yang akan menjadi tumpuan utama terjadinya proses peningkatan partisipasi yang berkualitas, peningkatan pengetahuan, dan peningkatan keterampilan,” ucapnya. klasifikasi IDM, kata dia, terdiri dari lima kategori yakni desa sangat tertinggal, desa tertinggal, maju, berkembang dan mandiri. Klasifikasi desa tersebut untuk menunjukkan keragaman karakter setiap desa dalam rentang skor 0,27 – 0,92 IDM. ”Klasifikasi dalam 5 status desa itu juga untuk menajamkan penetapan status perkembangan desa dan sekaligus rekomendasi intervensi kebijakan yang diperlukan. Status Desa Tertinggal, misalnya dijelaskan,” tuturnya.Bukan rekayasaSebelumnya, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menegaskan, predikat daerah tertinggal yang hingga sekarang masih tersemat oleh Kabupaten Lebak bukan rekayasa sistemik atau disengaja. ”Saya tegaskan soal predikat daerah tertinggal yang saat ini masih tersemat oleh daerah kita yakni Kabupaten Lebak bukan disengaja atau rekayasa sistemik. Untuk menanggalkan predikat tersebut harus memenuhi sejumlah indikator,” kata Bupati Iti beberapa waktu lalu. Dijelaskan beberapa indikator daerah tertinggal itu meliputi bidang perekonomian masyarakat, sumber daya manusia (SDM), pendidikan, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibiliti dan karakteristik daerah.Menurutnya, meski menyandang predikat sebagai daerah tertinggal, namun di bidang pendidikan dan ekonomi mengalami keterpurukan. Ditambahkan, Pemerintah daerah (Pemda) Lebak di bawah kepemimpinannya terus melakukan upaya agar Lebak lepas dari predikat sebagai daerah tertinggal karena saat itu kesiapan Lebak sudah mencakup dalam segala hal, serta siap menghadapi kompetisi global. ”Pertanyaannya, apakah saat ini Lebak sudah memiliki itu semua, saya rasa kita masih berbenah ke arah itu. Namun untuk dikatakan sebagai daerah yang terus terpuruk saya katakan tidak. Lebak bukan daerah terpuruk, tapi Lebak masih terus bangkit untuk maju,” tuturnya. 
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update