< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

Verifikasi Rencana Pembangunan SUTET, Tahapan Pembayaran Lahan Memanas

Thursday, 15 December 2016 | Thursday, December 15, 2016 WIB | Last Updated 2016-12-15T14:41:39Z
LEBAK, (KB).-Tahapan verifikasi rencana pembayaran lahan yang terkena pembangunan tiang jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) sempat memanas, yang ditandai dengan penolakan sejumlah warga. Luapan emosi yang sempat mengemuka pada acara digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak, Rabu (14/12/2016), akhirnya berhasil diredam setelah tim apresial memberikan penjelasan. Hadir dalam kegiatan tersebut, tim apresial, ASDA I Setda Lebak, pihak Kejaksaan tinggi, Polda Banten, BPN Kanwil Banten, FKPK Banjarsari dan para kepala desa. Menurut pantauan wartawan, tampak puluhan warga yang lahannya terkena pembangunan jaringan listrik SUTET memasuik ruangan GSG. Pada saat dialog, beberapa warga sempat menyatakan bahwa lahan miliknya tidak akan dilepaskan atau dibebaskan, karena pembayarannya dianggap tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.Beberapa warga lainnya dalam acara dialog meminta kejelasan apakah tanaman seperti pohon sawit, yang bagi sebagian warga merupakan mata pencaharian sehari-hari, sehingga apabila pembebasan lahan ini hanya dibayar lahannya saja. Itu tidak sebanding dengan hilangnya mata pencaharian. Dialog pada acara tersebut sempat memanas, namun tim apresial berhasil meredamnya dengan penjelasan-penjelasan yang dapat dipahami oleh masyarakat. ”Pembangunan SUTET ini merupakan pembangunan yang sudah direncanakan secara nasional, yang mana dampaknya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Lebak. Mengenai banyaknya protes dari warga, menurutnya, itu tidak menjadi persoalan sebab nanti juga ada prosesnya,” ujar Camat Banjarsari Abdul Rosyd kepada sejumlah wartawan.Tim apresial, lanjutnya, sudah memberikan kelonggaran kepada semua warga pemilik lahan. Apabila merasa keberatan dipersilakan untuk menyampaikan keberatannya itu. Tetapi harus dengan data dan bukti yang kuat, karena harga yang muncul  merupakan hasil kajian yang sudah diperhitungkan secara mendalam. ”Tentunya tidak akan merugikan masyarakat. Intinya semua warga sepakat melepaskan lahannya untuk pembangunan sarana SUTET. Setelah beberapa kali diberikan penjelasan sehingga masyarakat memahami bahwa pembangunan SUTET ini adalah untuk kepentingan semua masyarakat. Dan sekarang semuanya sudah melepaskan lahannya, tidak ada satupun yang menolak,” katanya. Abdul Rosyd menjelaskan, di Kecamatan Banjarsari terdapat sebanyak 86 titik lahan yang akan dibangun tiang SUTET, 75 di antaranya tersebar di delapan desa, sedangkan sebelas titik lainnya itu tersebar di kawasan perkebunan milik PTPN VIII. Ditemui terpisah, Humas Perkebunan Kelapa Sawit PTPN VIII Juheri mengatakan, terkait lahan yang akan digunakan tiang SUTET itu sepenuhnya dikoordinasikan dengan direksi pusat. Jumlah titik lahan yang akan digunakan itu ada sebanyak sebelas titik. ”Pembangunan SUTET itu tidak berdampak buruk terhadap tanaman yang ada sebab menurut informasi kapasitas tidak lebih dari 150 KPA sehingga tidak berdampak buruk terhadap tanaman, terlebih radiasinya juga cukup jauh,” tuturnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update