< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Bersama Dimyati dan Rano Karno, Foto Irna Salam Dua Jari Beredar

Senin, 23 Januari 2017 | Senin, Januari 23, 2017 WIB | Last Updated 2017-01-23T12:49:11Z
PANDEGLANG, (KB).-Foto Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan anggota DPR RI, Dimyati Natakusumah bersama calon Gubernur Banten, Rano Karno, beredar dan menjadi viral di media sosial (medsos). Dalam foto itu, mereka bertiga kompak mengacungkan atau salam dua jari. Bupati Pandeglang, Irna Narulita, saat dikonfirmasi Kabar Bnaten, Ahad (22/1/2017), mengaku pertemuannya dengan Rano bukan membahas Pilgub Banten 2017. Akan tetapi, kata dia, memenuhi undangan Pak Rano untuk menghadiri acara launching film The Last Barongsai. "Apalagi, salah satu lokasi dalam film itu di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang. Ibu (Irna menyebut dirinya) juga sudah biasa mengangkat satu jari jempol atau dua jari. Dua jari kan bagian dari salam damai (victory), jadi bukan berarti foto ibu itu menunjukkan dukungan kepada Pak Rano. Ibu itu milik semua partai politik dan seluruh masyarakat Pandeglang. Ditambah ibu kan tidak mengajukan cuti atau izin kampanye, jadi tidak boleh melakukan kampanye," kata Irna.Sementara itu, Dimyati Natakusumah, justru mendukung Rano-Embay karena partainya juga mengusung pasangan calon nomor urut 2 itu. Secara tegas, dia akan mengikuti arahan partainya untuk mendukung Rano-Embay. Namun, dia belum memutuskan hadir atau tidak dalam kampanye Rano-Embay yang akan digelar 15 Februari 2017. "Kalau Ibu Mengawati, Presiden Jokowi serta Surya Paloh kemungkinan besar akan hadir. Untuk soal ibu dalam foto bersama Pak Rano itu, sama sekali tidak mengarahkan agar memilih Rano-Embay. Nah, kalau Bapak (Dimyati menyebut dirinya) kan tidak terikat birokrasi, dan bapak pejabat negara anggota DPR yang bebas. Ya, kalau PPP mendukung Rano-Embay, bapak akan ikut arahan partai," tutur Dimyati, saat dihubungi melalui telefon selulernya. Namun, dia menegaskan tidak akan mengintervensi Bupati Pandeglang karena istrinya itu milik semua. "Bapak juga tidak mau nekan ke ibu harus A, B, C. Karena kan kedua calon gubernur itu, hubungan emosionalnya baik dengan ibu dan keluarga. Tapi, itu tadi kami lihat maslahat dan manfaat untuk Pandeglang. Itu saja, kalau bapak hanya sampaikan itu," ucapnya.Buku Si Doel Sementara itu, komunitas buku si Doel menggelar road show, di salah satu hotel di Pandeglang, Ahad (22/1). Acara itu menghadirkan Direktur Aliansi Independen Peduli Publik (Alipp) Uday Suhada, tokoh pemuda dan pengusaha Pandeglang, Deden Hertandi, dan Dosen Unma Banten Atih Ardiansyah. Menurut Direktur Alipp, Uday Suhada mengatakan, dalam buku Rano Karno atau si Doel terdapat tiga poin yang harus diteladani yaitu, cinta kepada ibu, kejujuran, dan kesederhanaan. "Dalam buku ini ada tiga poin yang harus kita jadikan acuan dalam hidup ini, yang pertama kita harus mencintai ibu. Sebab dalam buku tersebut dituliskan betapa Rano Karno sangat mencintai ibunya, dibandingkan keluarganya yang lain," kata Uday. Dia mengatakan, dalam penulisan sebuah buku jarang penulis menceritakan hal-hal yang dianggap negatif dalam kehidupannya. Namun dalam buku si Doel, kata dia, Rano Karno dengan tegas mengungkapkan bagaimana kehidupan keluarganya. "Rano Karno menceritakan kalau dulu ayahnya seorang pemabuk, bahkan saudara kandungnya juga diduga meninggal karena OD (over dosis). Disinilah letak kejujuran seorang Rano Karno, tetapi saat ini bagaimana dia bisa bertahan dan menjadi orang yang sukses, dan ini harus kita jadikan pembelajaran dalam kehidupan," tutur Uday.Narasumber lainnya, Deden Hertandi mengatakan, dalam buku tersebut menceritakan bagaimana masa kecil Rano Karno yang mengalami masa-masa sulit. Sehingga, harus berjualan gorengan untuk memenuhi kehidupannya."Kalau saya bandingkan dengan kehidupan saya mungkin saya lebih beruntung. Sebab tidak harus merasakan masa kecil untuk berjualan. Tetapi, sekali lagi ini harus kita jadikan bahan pemelajaran bagi kita semua, terutama dalam menjalani kehidupan ini," katanya. Dengan kondisi Rano Karno masa kecil tersebut, kata Deden, melatih Rano kecil dalam menghadapi kehidupan. Sehingga, ketika Rano dipercaya menjadi Wakil Bupati Tangerang, menjadi Wakil Gubernur Banten, Plt Gubernur Banten hingga menjadi Gubernur Banten, ternyata peduli kepada masyarakat miskin. "Mungkin karena pernah merasakan masa-masa sulit atau sebagai orang miskin, disitulah Rano Karno bisa lebih merasakan penderitaan orang miskin. Dan itu dibuktikan dengan kepedulian kepada masyarakat miskin, dalam kepemimpinannya," tuturnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update