< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Rp 11 Triliun untuk Tol Serang-Panimbang

Kamis, 19 Januari 2017 | Kamis, Januari 19, 2017 WIB | Last Updated 2017-01-19T12:58:26Z
 
SERANG - Pemerintah mengalokasikan Rp 11 triliun pada APBN 2017 untuk proyek jalan tol Serang-Panimbang. Alokasi tersebut dibagi dua pos kegiatan. Untuk pembebasan lahan Rp 1 triliun, dan pekerjan fisik Rp 10 triliun.Negara menyiapkan anggaran cukup besar untuk pembebasan lahan dan pembangunan tol Serang-Panimbang di 2017 ini. Untuk alokasi lahan itu Rp 1 triliun, pekerjaan fisiknya Rp 10 triliun," ujar Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Hudaya Latuconsina, kemarin.Menurut Hudaya, ada rencana pemerintah pusat akan melebarkan lahan untuk jalan tol serang-panimbang. "Rencana awal lebarnya 60 meter, sekarang diminta untuk menjadi 100 meter. Tapi sejauh ini saya tidak tahu kelajutannya itu, laporannya belum diperoleh," katanya.Sebab, lanjut Hudaya, dari sisi teknis untuk kepentingan pembangunan jalan tol Serang-Panimbang ini, keterlibatan Pemprov Banten berhenti sampai di penetapan lokasi (penlok)."Beda ya dengan Bandara Banten Selatan (Bansel), kita terus dilibatkan, makanya sampai ada rencana bagaimana kalau pembebasan lahan untuk bandara ini diserahkan ke pemerintah daerah. Nah kalau jalan tol ini kita sampai di penlok," jelas Hudaya.Namun, Hudaya mengaku telah mengetahui perusahaan kontraktor yang akan menangani proyek tol Serang-Panimbang ini. "Kemarinan mengerucut ke PT Waskita Karya. Ini tender. Yang memenuhi penilaian paling tinggi itu Waskita. PT Wijaya Karya tidak masuk. Wijaya Karya itu walau pun konsorsium, tapi dari sisi kemampuan keuangan tidak bisa memenuhi proyek ini. Tapi kayaknya ini juga akan menjadi konsorsium sih," ungkapnya.Ditanya tentang titik awal proses pembangunannya di lokasi mana, Hudaya mengaku belum mengetahuinya. "Bisa saja akan parsial. Bisa dari Serang, Panimbang, atau di tengah-tengah. Kalau groundbreaking sih ya suka-suka presiden pilih titik lokasi dimana. Tapi mudah-mudahan ini tidak sekadar basa-basi nih. Kemarin kan (direncanakan-red) Desember 2016 atau Januari 2017. Ya mudah-mudahan aja Januari jadi. Tapi tidak tahu juga nih apa nungggu beres Pilkada (Februari 2017-red) atau gimana nih. Belum ada kabar selanjutnya," jelasnya.Terpisah, Wakil Ketua DPRD Banten Ali Zamroni saat dikonfirmasi mempertanyakan keseriusan pemerintah pusat terkait pelaksanaan proyek strategis nasional yang ada di Banten, khususnya proyek tol Serang-Panimbang yang melalui wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.Menurut Ali, DPRD Banten akan mendorong agar dilakukan pertemuan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota (tripartit) untuk segera menuntaskan dan memastikan keberlangsungan proyek strategis nasional di Banten. "Harus ada tripatrit. Kalau tidak, progres proyek strategis nasional ini akan terus lambat. Sekarang saja belum ada apapun," tegasnya.Sekretaris Komisi IV DPRD Banten Thoni Fatoni Mukhson mengatakan, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota memiliki tangungjawab dalam proses percepatan pembangunan tol Serang-Panimbang, dan proyek strategis nasional lainnya yang diplot di Banten."Banten harus tanggungjawab terhadap proyek strategis nasional, jika memang ada cost sharing (pembangian beban anggaran-red), ya resiko," katanya seraya berharap ada peran aktif juga dari pemerintah kabupaten/kota.Kasi Penanganan Sengketa Perkara Pertanahan pada Kanwil BPN Banten Tarmizi mengaku belum mengetahui adanya perubahan pengangaran proyek tol Serang-Panimbang. Menurutnya, selama dilibatkan dalam proses percepatan, pihaknya diminta untuk mempersiapkan diri."Saya belum dengar kalau soal anggarannya. Tapi kami akan bergerak dan bekerja kalau semuanya sudah ada kepastian. Kita tunggu instruksi saja," ujar Tarmizi.Diketahui, jalan tol Serang-Panimbang rencananya memiliki panjang 83 kilometer (km). Jalan tol ini melewati 14 kecamatan, 50 desa/kelurahan, dan empat kabupaten/kota (Kota Serang, Kabupaten Serang, Lebak, Pandelang). Dari 83 kilometer yang akan dilalui, sepanjang 18 km kontur tanahnya sangat krodit. Selain itu ada juga titik yang berbukit, sehingga dalam pengerjaannya harus dilakukan ekstra hati-hati agar nantinya tidak membahayakan pengguna jalan atau masyarakat sekitar.Akses jalur tol Serang-Panimbang dimulai dari sambungan tol Tangerang-Merak STA (Station) 64+200 sampai dengan STA 83+677 Panimbang atau 12 STA. Terdapat tiga titik STA yang dianggap krodit, yakni STA 41+500 Cikalahang, STA 57+800 Cibadak sampai STA 59+950 Sungai Cilemer. Selain berbukit dan tipologi kontur tanahnya berbukit, pada STA 59+950 Sungai Cilemer yang jadi persoalan adalah terdapat tanah milik negara
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update