< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Bahas Tindak Lanjut Bandara Bansel, Nata Segera Undang Kemenhub & Kemenhut

Kamis, 02 Maret 2017 | Kamis, Maret 02, 2017 WIB | Last Updated 2017-03-02T09:02:04Z
SERANG, (KB).-Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan mengagendakan pertemuan dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk membahas tindak lanjut Pembangunan Bandara Banten Selatan (Bansel) di Kecamatan Panimbang, Kab. Pandeglang. Menurut Nata, pemprov ingin memastikan bahwa rencana pembangunan bandara tersebut dilanjutkan. "Saya sudah sampaikan ke Bupati Pandeglang (Irna Narulita), bahwa kita harus duduk bersama, nanti Kemenhut dan Kemenhub kita undang. Kita sama-sama ke lapangan," ujar Nata, melalui sambungan telefon, Rabu (1/3/2017).Pertemuan tersebut diagendakan setelah Irna kembali ke tanah air selepas menunaikan ibadah umrah. "Kalau mengundang, saya sudah undang, tetapi nunggu ibu bupati pulang umrah dulu," tuturnya. Diundangnya pihak Kemenhub, kata Nata, untuk mempertanyakan terkait surat yang menyatakan bahwa pembangunan Bandara Bansel ditunda. "Kalau dengan Menhut kan sudah dibukakan peluang untuk melanjutkan menggunakan lahan Perhutani, itu saat Ibu Irna menghadap Menhut. Namun, ada surat dari Menteri Perhubungan kan harus dikomunikasikan dulu, kan menyatakan menunda itu. Nah isi penundaan itu saya belum dapat juga," ujarnya.Pemprov Banten mendukung penuh dibangunnya Bandara Bansel untuk menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung beriringan dengan Tol Serang-Panimbang. "Saya kira rasional juga untuk terus dilanjutkan dan harus diperjuangkan, apalagi kalau Tol Serang-Panimbang jadi. Pemprov juga akan terus berupaya mendukung, enggak ada alasan buat menolak, karena itu juga baik bagi masyarakat Banten," ucapnya.Sebelumnya, Sekda Banten Ranta Soeharta mengatakan, Pemprov mendapat laporan bahwa Bupati Pendeglang Irna Narulita telah bertemu dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian LHK. "Saya dikasih laporan terkait itu (Bandara) kalau Bu Irna sudah ke Menhub dan kehutanan. Bahwa ada tanah milik Perhutani seluas 200 hektare. Tapi untuk layak atau tidaknya, kita belum tahu," katanya. Ditanya soal izin penetapan lokasi yang sudah habis, Ranta tak begitu mempersoalkan. "Ya itu kan bisa diurus, diperpanjang," tuturnya. (
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update